Rabu, 09 Juli 2008

Kedai Kopi Hari Itu


Beberapa hari yang lalu aku pergi ke sebuah kedai kopi. Meskipun aku bukanlah pecandu kafein. Makanya aku jarang pergi ke kedai kopi. Minum kopi instan kemasan sachet di rumah saja jarang.

Kedai kopi belakangan ini memang banyak sekali bermunculan di mana-mana. Dan itu menambah satu pertanyaan lagi untukku: memang apa bedanya minum kopi di rumah dan di kedai kopi?

Mungkin dari seluruh pengunjung kedai kopi di sana pada hari itu hanya aku saja yang tidak mengerti akan kenikmatan meminum kopi. Bagiku kopi itu pekat dan pahit. Kalaupun kita temukan kopi yang rasanya manis dan sangat nikmat, yang membuatnya demikian adalah campuran susu dan gulanya. Kopinya sendiri hanya mendonasikan rasa pahit.

Tapi di kedai kopi itu aku sadar. Kopi yang kupesan hari itu sangat nikmat. Memang yang membuatnya nikmat masih susu dan gulanya. Hanya saja tidak mungkin minuman itu akan jadi senikmat itu kalau hanya terdiri dari campuran susu dan gula. Itu sama saja dengan meminum segelas susu panas. Dan susu panas tak pernah senikmat kopi.

Aku tersadar akan pentingnya peranan kopi dalam membuat minuman tersebut jadi nikmat. Kopilah yang memberikan karakter dalam minuman tersebut. Rasa pahit yang diberikan membuat kau tidak hanya merasakan manis yang berlebihan. Dan kombinasinya, jika dicampur oleh profesional, akan menyuguhkan sebuah minuman dalam kemasan yang sangat unik.

Kopi yang paling nikmat bukan kopi yang paling manis. Tapi juga bukan yang paling pahit.

Layaknya kehidupan kopi juga menggambarkan keseimbangan. Terkadang kau merasakan manisnya, namun kau juga tak pernah luput dari rasa pahitnya. Dan rasa pahitnya itu ditimbulkan oleh kafein, yang katanya dapat meningkatkan konsentrasi jika dikonsumsi tidak berlebihan. Sama seperti kehidupan, di mana kau bisa mendapatkan pelajaran setelah merasakan pengalaman pahit.

Hidup memang tak selalu manis. Hidup memang tak selalu pahit. Cobalah untuk mengambil pelajaran dari keduanya.

Kopi itu telah menyadarkanku. Akan manis pahitnya kehidupan. Yang tak pernah selalu konstan. Justru karena ini kita harus berjuang. Karena hidup tanpa perjuangan sama saja mati.

2 komentar:

Anonim mengatakan...

satu makna lagi yang bisa kita tarik dari KOPI... tak selamanya orang yang gagal alias Pahit seperti kopi lebih baik dari orang yang berhasil seperti susu...

Anonim mengatakan...

akhirnya datang juga! habis permen mint terbitlah kopi, banyak sekali yang dapat kita pelajari di bumi ini.
Tuhan menyuruh kita agar dapat memikirkan segala sesuatu dari ciptaanNya yang terdapat hikmah di dalamnya. Baik benda mati maupun hidup. Thx sob atas pelajaran yang diberikan hari ini.