Selasa, 29 April 2008

Papan Catur Kehidupan



Hidupku tak lebih dari sebuah permainan catur. Dengan aku sebagai bidaknya, bukan pemainnya.

Terkadang aku menjadi anak. Membangun pertahanan sempurna. Menjaga kekokohan. Aku seringkali berkorban untuk menjaga sesuatu yang aku sayangi. Dan ketika aku berhasil mencapai batas akhir, aku berubah. Berkembang. Bermetamorfosis menjadi apa saja yang kumau. Dan pada saat itu, aku akan memilih menjadi perdana menteri. Akulah simbol pertumbuhan. Menjadi lebih baik seiring berjalannya waktu. Aku tidak terlahir dengan sempurna, namun aku tumbuh untuk menjadi sempurna.

Terkadang aku menjadi benteng. Membongkar segala apa yang menghalangi. Mengacuhkan segala apa yang menghadang. Membuka jalan untuk yang lain. Agar mereka bisa bertahan. Hidup.

Terkadang aku menjadi kuda. Jalanku aneh. Tapi aku lebih suka dikatakan unik. Aku berbeda. Aku bisa melewati segala macam rintangan dengan mudah. Namun jalanku yang berbeda ini membuatku sulit mengatur langkahku. Sehingga seringkali aku tersesat dan terjebak.

Terkadang aku menjadi gajah. Mencari celah. Menusuk. Menjadi mata-mata. Hidup di dalam persembunyian. Penuh kerahasiaan.

Terkadang aku menjadi perdana menteri. Gerakanku sempurna. Semua ruang bisa kujelajahi dengan mudah. Namun aku melakukannya untuk orang lain. Untuk melindungi yang kucintai. Yang harus kujaga. Dan di saat terakhir. Aku harus berkorban untuknya.

Terkadang aku menjadi raja. Aku menjadi yang dicintai. Aku menjadi yang dijaga. Aku menjadi yang dilindungi. Gerakanku amatlah sempit, hanya sepetak demi sepetak. Namun semuanya melindungiku. Karena aku yang memegang kunci.

Bertarung. Bergerak. Dinamis. Aku hanya ingin menang.

3 komentar:

Anonim mengatakan...

satu kata bwat lo ghaz!
"KEREN"
gimana klo crita lo yg satu ini ditempel di mading skolahan?

gw tunggu karya lo yg baru besok!!!
ok!!!

pasti bisa! gw yakin itu!

++ WEITZ ++

Anonim mengatakan...

Terkadang aku menjadi perdana menteri. Gerakanku sempurna. Semua ruang bisa kujelajahi dengan mudah. Namun aku melakukannya untuk orang lain. Untuk melindungi yang kucintai. Yang harus kujaga. Dan di saat terakhir. Aku harus berkorban untuknya.
keren gila!!! ghazi keren bgt lo jenius bgt y,,

Anonim mengatakan...

Keren gaz, perdana menteri emg musti berkorban demi seseorang yah..