Minggu, 27 Juli 2008

Kenapa Tidak Boleh Menengok?

Aku tahu peraturannya, dan aku sadar akan apa yang dipertaruhkan olehnya.

Jalan lurus ke depan dan jangan sekali-kali menengok.

Aku ingat peraturannya. Jalan lurus dan jangan menengok. Cukup jalan lurus. Jangan menengok. Hanya jalan lurus.

Dan aku akan mematuhi peraturannya karena di ujung jalan itu telah menunggu seorang bidadari yang siap menyambutku dengan segala keanggunannya, segala kecantikannya.

Aturannya ada dua. Jalan lurus dan jangan menengok. Lalu kenapa ini menjadi sulit? Aku terbiasa jalan lurus sambil hanya fokus menatap ke depan. Tanpa menengok. Lalu kenapa ini menjadi sulit?

Tapi kenapa harus ada peraturan jangan menengok? Memang ada apa di samping kiri dan kananku? Apakah di sana sedang berdiri bidadari lain yang lebih anggun dan lebih cantik? Atau di sana terdapat sebuah perang besar sehingga bantuanku akan sangat berarti untuk menolong para korban tak bersalah?

Kenapa aku tidak boleh menengok?

Apa salahnya dengan hanya menengok? Menengok tak akan membuat sebuah bom waktu menjadi meledak atau membunuh siapa pun juga. Dan aku hanya ingin menengok saat ini. Lalu apa salahnya dengan menengok?

Ini yang membuatku tidak senang. Aku digantungkan dengan sebuah peraturan yang tidak jelas gunanya untuk apa.

Kenapa aku tidak boleh menengok?

Andai saja peraturannya hanyalah jalan lurus, tentu aku akan menjalaninya tanpa menengok, walaupun menengok diperbolehkan. Tapi larangan membuat rasa ingin tahuku terusik. Ia meraung-raung ingin mencari jawaban dari pertanyaan kenapa. Seperti tikus tanah yang terus menggali-gali mencari jalan cahaya.

Dan kenapa aku tidak boleh menengok? Leherku seperti terkena encok rasanya.

2 komentar:

Mungkin mengatakan...

Tuh lo sendiri banyak nanya.

Giliran gw nanya marah2 semua dibanting.

Boleh ko' nengok asal jgn pas ujian.

Nengok orang sakit baru boleh.

Calon mahasiswa d post sblumnya lu ya?

Pas gw buka langsung ITB.

K bandung kapan pa?
Sabtu bareng Anggara?

Maafin ksala-an2 gw slama ini ya.
1 bln 4 hr lg puasa soalnya.

'Pasti' sombong klo uda d ITB, benarkah?

Makasi atas plajaran2 khidupan n non kehidupan yg telah diberikan slama ini.

salam,
bukan pepe

Anonim mengatakan...

hahaha sama aja ghaz sama "jangan merokok"

penasaran kan???? padahal ngerokok sedikit gak bakal bikin kita kanker lho.. kecuali ketagihan..