<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-1706274943665607114</id><updated>2012-01-05T15:20:47.670+07:00</updated><category term='Puisi'/><category term='HMS ITB'/><category term='Nonfiksi'/><category term='Cerita mini'/><category term='personal'/><category term='Memori'/><category term='Renungan'/><category term='Catatan'/><category term='Inspirasi'/><category term='Target'/><category term='Pesan'/><category term='Pengalaman'/><category term='Kemerdekaan'/><category term='Pramoedya Ananta Toer'/><category term='Maktub'/><category term='kampus'/><category term='Kisah'/><category term='Cinta'/><category term='Ratu Wilhelmina'/><category term='Wisuda'/><category term='Indonesia'/><category term='Kereta api'/><category term='Cerita pendek'/><category term='Fiksi'/><category term='Negeri Senja'/><category term='Anggadya Ramadhan'/><category term='Sahabat'/><category term='Negeri Bola'/><category term='Harapan'/><category term='Coretan'/><category term='Nabi'/><category term='Sastra'/><title type='text'>Enam Tiga-Belas</title><subtitle type='html'>Isi pikiran pecah. Tumpah.</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://ghazibinarandi.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1706274943665607114/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ghazibinarandi.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><link rel='next' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1706274943665607114/posts/default?start-index=101&amp;max-results=100'/><author><name>Ghazi Binarandi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14814201396919309493</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_6aO3abyY-H8/SsZESW5XSvI/AAAAAAAAABM/VpFE5b620zo/S220/DSC_0762.JPG'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>111</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1706274943665607114.post-3799825641342526653</id><published>2012-01-04T09:38:00.001+07:00</published><updated>2012-01-04T09:38:08.511+07:00</updated><title type='text'>Satu Tahun yang Lalu</title><content type='html'>Sekiranya ini bisa menjadi sebuah surat, tentu sudah sepatutnya jika tulisan ini kutujukan buat seseorang. Meskipun sebenarnya aku tak sepenuhnya yakin apakah benar aku ingin orang tersebut membacanya. Namun, jikalau nanti tiba-tiba muncul keberanian dari dalam dadaku untuk menyampaikan ini padamu, aku mau engkau tahu bahwasanya tulisan ini kubuat dengan menyelipkan begitu banyak potongan cinta di dalamnya sehingga membuat dadaku kembang-kempis tak karuan ketika sedang menulisnya.&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Tulisan ini menceritakan tentang hari tepat satu tahun yang lalu, di mana waktu tersebut masih menjadi hari terindah yang pernah kujalani hingga saat ini. Kau pasti tahu, meski kau mungkin sudah lupa. Tapi buatku, mana mungkin aku melupakan hari secantik itu? Hari yang bermula dari rentetan kejadian-kejadian yang tak diduga-duga (meski sudah direncanakan), seakan kuasa Tuhan memang sudah menggariskanku untuk merasakan kebahagiaan yang luar biasa pada hari tersebut (jauh melebihi kebahagiaan yang biasa kudapatkan pada hari-hari biasaku). Dan semesta begitu mendukung pada hari itu! Ketika momen yang seperti itu datang, tentu pantang bagiku untuk melewatkannya begitu saja. Dan datanglah beberapa kejadian pada hari itu yang berpotensi untuk sedikit "mengganggu" hariku pada saat itu. Yang kulakukan adalah mengambil langkah paling konservatif, meskipun itu berarti mengkhianati idealisme yang kupegang teguh hingga saat itu. Namun persetan dengan idealisme! Tentu saja ada yang jauh lebih berharga dari semua idealisme yang pada akhirnya mungkin hanya akan jadi mainan kucing di tong sampah.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Ketika hendak menulis tulisan ini, sesungguhnya aku bingung tentang apa yang bakal kutulis. Karena kebahagiaan yang kurasakan pada hari itu terlalu gempal. Tidak mungkin semuanya kumasukkan kepada tulisanku yang panjangnya tidak seberapa ini. Kalaupun akhirnya kuputuskan untuk mencantumkan seluruh kebahagiaanku pada hari itu dalam tulisan ini, bisa-bisa tulisan ini menutupi keseluruhan dunia ini saking panjangnya, menjadikan kita semua yang berada di bawahnya merasa sesak dan gelap karena matahari dan udara terhalangi oleh tulisan yang terlalu panjang ini. Sayang memang. Kata-kata kadang-kadang punya keterbatasan dalam menyampaikan maksud.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Tentu saja aku juga tidak akan membicarakan detil kejadian yang kualami pada hari itu, tapi tulisan ini akan kujadikan sebagai media peluap emosiku yang selama ini terpendam. Biarlah perasaan ini dibuat lega sedikit karena sebagian dari isinya bisa terlepas ke alam bebas, meski tidak sepenuhnya hilang karena perasaan ini akan selalu bersemayam. Mungkin sampai selama-lamanya.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Jadi, melalui tulisan ini, ada satu hal yang ingin kusampaikan: sampai saat ini pun aku masih memandang bahwa satu tahun yang lalu adalah hari terindah yang pernah kualami dalam seumur hidupku. Dan akan sangat menyenangkan bila kamu juga merasakan hal yang sama.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1706274943665607114-3799825641342526653?l=ghazibinarandi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ghazibinarandi.blogspot.com/feeds/3799825641342526653/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1706274943665607114&amp;postID=3799825641342526653' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1706274943665607114/posts/default/3799825641342526653'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1706274943665607114/posts/default/3799825641342526653'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ghazibinarandi.blogspot.com/2012/01/satu-tahun-yang-lalu.html' title='Satu Tahun yang Lalu'/><author><name>Ghazi Binarandi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14814201396919309493</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_6aO3abyY-H8/SsZESW5XSvI/AAAAAAAAABM/VpFE5b620zo/S220/DSC_0762.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1706274943665607114.post-8994373128363680482</id><published>2011-12-16T03:01:00.001+07:00</published><updated>2011-12-16T03:01:12.315+07:00</updated><title type='text'>Terlanjur</title><content type='html'>Sejak awal, aku tidak mengharapkan hari ulang tahunku bakal menjadi hari yang istimewa. Justru, dengan menjadi hari yang biasa-biasa saja, aku bisa menangkap momen-momen membahagiakan yang memang selalu menyertaiku di waktu-waktuku selama ini. Dan lagi, kebetulan, hanya ada satu hal buatku yang &lt;i&gt;bisa&lt;/i&gt; menjadikan sebuah hari menjadi istimewa.&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Sebutlah satu hal ini adalah impian. Dan aku sama sekali tidak punya bayangan akan dekat atau jauh impian ini dari gapaianku, seperti mimpi Gadjah Mada untuk mempersatukan Nusantara atau mimpi John Lennon tentang ketiadaan surga.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Impian ini pernah terasa begitu dekat. Ketika itu, aku merasa ada dukungan dari alam semesta dalam membantuku untuk memperjuangkan impianku sehingga impian tersebut terasa mudah untuk digapai. Meskipun, pada faktanya, dengan bantuan semesta pun proses penggapaian yang harus kulalui tetap tidak semudah itu.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Lalu ada sesuatu yang aneh, dan cukup tiba-tiba. Seakan-akan semesta berbalik memalingkan mukanya dariku, menjauhkan langkahnya dariku, dan menolak untuk membantuku lebih jauh. Jika ditanya alasannya, tentu saja aku tak tahu. Justru, jika aku tahu, mungkin itu adalah &lt;i&gt;satu-satunya hal yang benar-benar butuh untuk kuketahui&lt;/i&gt;. Atau mungkin juga tidak. Yang jelas, perubahan sikap semesta ini cukup ganjil.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Ketika alam semesta seakan-akan meninggalkanku, yang kurasakan adalah kehilangan yang amat sangat. Seakan sebuah impian yang benar-benar kudambakan (dan memang tidak bisa lagi aku lepas, mungkin dengan alasan apapun) menjadi sirna karena ketidakjelasan. Dan jika ada satu pertanyaan yang hendak kuajukan, kerongkongan ini tertahan untuk menyampaikan setiap kata. Seolah-olah kata-kata tidak lagi berfungsi sebagai penyampai pesan. Seolah-olah kata-kata hanyalah menjadi media pelampiasan kepada hasrat yang tak terpenuhi. Bagaimanapun juga, rasa ini tidak bisa hilang begitu saja. Mungkin rasa ini bakal tetap tinggal selamanya. Sejauh pengalamanku dalam jatuh cinta, rasa itu tidak pernah benar-benar hilang.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Sekarang keadaannya bertambah rumit. Dan aku pun pusing menanggapinya bagaimana. Yang dulu, entah kenapa sangat kusayangkan hilang begitu saja. Tapi ada satu yang ingin kusampaikan: rasa ini masih tetap ada. Mungkin bakal selalu ada. Karena aku telah terlanjur jatuh cinta. Dan, iya, impian ini memang tentang cinta.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Yang jelas, aku rindu saat-saat yang telah berlalu dan masih berharap agar saat-saat tersebut kembali berulang. Jika sudah berulang, yang kuharapkan selanjutnya adalah bertahan hingga selama-lamanya.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1706274943665607114-8994373128363680482?l=ghazibinarandi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ghazibinarandi.blogspot.com/feeds/8994373128363680482/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1706274943665607114&amp;postID=8994373128363680482' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1706274943665607114/posts/default/8994373128363680482'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1706274943665607114/posts/default/8994373128363680482'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ghazibinarandi.blogspot.com/2011/12/terlanjur.html' title='Terlanjur'/><author><name>Ghazi Binarandi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14814201396919309493</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_6aO3abyY-H8/SsZESW5XSvI/AAAAAAAAABM/VpFE5b620zo/S220/DSC_0762.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1706274943665607114.post-3877764680405166237</id><published>2011-10-07T00:33:00.001+07:00</published><updated>2011-10-07T00:33:50.293+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Harapan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Cinta'/><title type='text'>Mimpi yang Sama</title><content type='html'>Malam terlalu sunyi, makanya aku memutar Mogwai. Mereka &lt;i&gt;bisa&lt;/i&gt;&amp;nbsp;membuat keadaan sedikit lebih berisik.&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Bukannya aku tak nyaman dengan kesunyian. Dulu, aku adalah pengagum kesunyian, namun, sekali lagi, itu dulu. Sekarang, kesunyian justru lebih banyak menyiksaku. Agaknya kesunyian telah bertransformasi menjadi &lt;i&gt;ketidakmampuan&lt;/i&gt; untuk tidak merasa sendiri. Dan ketidakmampuan, kata itu, sungguh menyiksaku.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;i&gt;Letters to the Metro&lt;/i&gt;&amp;nbsp;milik Mogwai mulai menggaung, menabrak-nabrak dinding kamarku, menjadi sebuah kombinasi yang disebut nada. Lagu yang kalem, menjadikan suasana berisik yang kudambakan tak sepenuhnya terpenuhi.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Hal-hal banyak terlihat sederhana, namun sesungguhnya tidak. Mereka saling berkait satu sama lain, membentuk simpul berbelit yang hanya bisa dilepas oleh seorang yang ahli, layaknya Pramuka yang mahir membuat tandu dari tambang dan dua bambu.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Lantas, ahli macam apa yang bisa membantuku dalam membuka simpul berpilin yang serbaruwet ini? &lt;i&gt;Nah&lt;/i&gt;, ini juga menimbulkan masalah baru. Sang Ahli bukanlah seperti dukun beranak yang bisa ditemui kapan saja ketika istrimu hendak melahirkan. Sang Ahli lebih seperti &lt;i&gt;kebetulan&lt;/i&gt;. Dia tak bisa dipanggil, juga tak bisa dibuat janji bertemu. Dia datang tiba-tiba seakan-akan muncul karena kuasa alam. Padahal, ada yang &lt;i&gt;mengatur&lt;/i&gt;nya. Dialah yang disebut Sang Ahli. Sang Ahli ini sering disebut manusia sebagai Tuhan.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Karena serumit apapun masalah yang dihadapi manusia, seharusnya itu semua adalah wajar untuk dilalui. Manusia &lt;i&gt;lebih sering&lt;/i&gt; membesar-besarkan masalah daripada mencoba untuk mengatasinya. Jadi, jangan salahkan siapa-siapa jika banyak urusan terbengkalai. Terlalu banyak sesi untuk meratap, merenung, atau menangis. Emosi memang harus diberi porsi, namun dia juga tidak boleh makan terlalu banyak. Bahaya jika dia menjadi kegendutan. Rakus bukanlah pertanda yang baik.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Dan pada akhirnya, aku &lt;i&gt;bisa saja&lt;/i&gt; sadar. Lalu, ketika momen semacam ini datang lagi, aku &lt;i&gt;bisa saja&lt;/i&gt; kembali lupa. Manusia memang makhluk yang pelupa.&amp;nbsp;Dan mungkin beruntung manusia diciptakan seperti itu.&amp;nbsp;Melupakan membuat manusia bisa bahagia kembali setelah ditimpa musibah kemarin sorenya.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Daripada mempermasalahkan emosi manusia yang tidak stabil (atau otak manusia yang terlalu banyak lupa), lebih baik manusia menggantungkan harapannya kepada Tuhan (yang katanya akan mendengar setiap doa). Siapa tahu, jalan yang sudah nyaris tertutup bisa &lt;i&gt;terbuka lagi&lt;/i&gt;. Membuat seberkas cahaya muncul kembali dan menerangi harapan. Lalu, ketika itu terjadi, dunia seakan terlahir baru ... dan manusia merasa senang untuk &lt;i&gt;kembali&lt;/i&gt; bermimpi. Walau untuk mimpi yang sama.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1706274943665607114-3877764680405166237?l=ghazibinarandi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ghazibinarandi.blogspot.com/feeds/3877764680405166237/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1706274943665607114&amp;postID=3877764680405166237' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1706274943665607114/posts/default/3877764680405166237'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1706274943665607114/posts/default/3877764680405166237'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ghazibinarandi.blogspot.com/2011/10/mimpi-yang-sama.html' title='Mimpi yang Sama'/><author><name>Ghazi Binarandi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14814201396919309493</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_6aO3abyY-H8/SsZESW5XSvI/AAAAAAAAABM/VpFE5b620zo/S220/DSC_0762.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1706274943665607114.post-7006233575649053859</id><published>2011-08-21T23:12:00.004+07:00</published><updated>2011-08-21T23:37:34.645+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Cinta'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Catatan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Coretan'/><title type='text'>Asumsi</title><content type='html'>Di dunia yang penuh dengan tabir misteri ini, tidak semua rahasia dapat kita singkap di balik gelambirnya. Tak ada yang benar-benar tahu, mekanisme apa sebenarnya yang berada di balik ini-itu. Tuhan saja yang bermain monopoli atas semua ilmu pengetahuan. Selebihnya, manusia hanya bisa bermain asumsi.&lt;div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Seharusnya, asumsi muncul karena keterbatasan daya jangkau. Namun, muncul kecenderungan ganjil: manusia seakan hebat jika mampu membuat asumsi.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Kala asumsi dibuat, kekosongan akan ilmu yang tadinya bolong-bolong seakan terisi. Membuat yang seharusnya nihil menjadi tak muskil.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;i&gt;Sekarang, manusia itu seakan tahu segalanya.&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Tapi, tahu segalanya belum tentu lebih baik. Karena bagaimanapun juga, asumsi tetaplah lahir dari ketidaktahuan: asalnya hanya dari sebuah ketiadaan. Kelemahan coba disulap menjadi sebuah kedigdayaan.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;i&gt;Padahal seharusnya manusia lemah ketika terlalu banyak bermain asumsi.&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Dan ketika semua hanya diterka-terka, dikira-kira; yang tersisa hanyalah ketidakpastian. Karena yang pasti hanya digenggam oleh Tuhan. Maka, pada genggaman Tuhan itulah hidup kita bergantung. Termasuk tentang perihal cinta.&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1706274943665607114-7006233575649053859?l=ghazibinarandi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ghazibinarandi.blogspot.com/feeds/7006233575649053859/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1706274943665607114&amp;postID=7006233575649053859' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1706274943665607114/posts/default/7006233575649053859'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1706274943665607114/posts/default/7006233575649053859'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ghazibinarandi.blogspot.com/2011/08/asumsi.html' title='Asumsi'/><author><name>Ghazi Binarandi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14814201396919309493</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_6aO3abyY-H8/SsZESW5XSvI/AAAAAAAAABM/VpFE5b620zo/S220/DSC_0762.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1706274943665607114.post-6583210226305443150</id><published>2011-08-17T10:27:00.004+07:00</published><updated>2011-08-17T10:51:54.320+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kemerdekaan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Indonesia'/><title type='text'>Atas Nama</title><content type='html'>&lt;div&gt;66 tahun yang lalu, beberapa orang dengan gagah berani menyatakan sikap. Sebuah pernyataan sikap yang tidak hanya melibatkan diri sendiri, tapi juga ikut menyeret nama orang-orang lain—yang padahal tidak ikut serta merumuskan pernyataan sikap tersebut. Mereka mengambil asumsi nekat bahwa bangsa sudah sepakat: menjadi orang-orang jajahan adalah menyedihkan, makanya jalur kemerdekaan harus diraih. Lalu ditulislah di atas dokumen resmi pernyataan sikap tersebut: "Atas nama bangsa Indonesia"—seakan-akan satu persatu orang di negara ini pernah ditanyai pendapatnya.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Lantas kita yang berada di sini—di negara yang dibangun atas asumsi hebat 66 tahun yang lalu—berada pada posisi terombang-ambing: terjebak atau tidak. Mungkin wajar jika banyak anak muda menjadi bingung ketika dituntut untuk melanjutkan tongkat estafet perjuangan bangsa ini (sementara belum tentu ada kata sepakat), walaupun pernyataan sikap dibuat "Atas nama bangsa Indonesia".&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Kemerdekaan bangsa ini jelas adalah permainan dari segelintir orang, dan memang mustahil negara ini dibangun atas kesepakatan seluruh rakyat—tidak ada gedung yang muat menampung seluruh rakyat negara ini untuk menggelar rapat bersama. Namun, "sikap" selanjutnya setelah "pernyataan sikap yang mengatasnamakan mereka yang belum tentu setuju" justru adalah yang terpenting. Karena kemerdekaan adalah proses, begitupun juga dengan negara. Negara bukan seperti orok yang lahir karena embrio telah matang dan siap menjadi makhluk hidup. Negara adalah sebuah istana pasir yang dibangun bersama-sama: jika ada yang berniat untuk menghancurkan istana pasir tersebut, maka hancurlah istana pasir tersebut.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Lalu 66 tahun telah dilalui negara ini. Melihat angka 66, rasanya cukup adil jika ada yang berpendapat bahwa negara ini tidak lagi berdiri karena proses yang prematur. Peristiwa demi peristiwa turut membangun jiwa besar republik. Begitu juga dengan pemikiran. Yang bermula dari pemikiran seorang, bisa berkembang jadi pemikiran satu negara. Tidak perlu pernyataan tertulis "Atas nama bangsa Indonesia". Legitimasi bisa terepresentasi melalui karakter, dan karakter bangsa tecermin melalui karakter rakyat-rakyatnya.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;66 tahun sudah, dan bangsa ini masih terus tumbuh. Ditempa oleh setiap hantaman godam peristiwa dan pemikiran, menjadikannya semakin dewasa saat bangsa ini terpuruk maupun bangkit setelah memetik pelajaran. Dan dengan melihat angka 66, seharusnya cukup adil jika bangsa ini disebut tidak lagi dibentuk melalui proses yang prematur.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Kemerdekaan seharusnya bukan melulu soal teks proklamasi yang penuh dengan kesederhanaan sekaligus ketidakjelasan. Penentuan nasib negara kepada naskah yang isi intinya hanya terdiri dari dua paragraf bukan mengartikan bahwa negara ini dibangun asal-asalan. Proklamasi hanyalah momentum, dan kemerdekaan yang sesungguhnya seharusnya adalah proses setelahnya.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Terjebak atau tidak, semoga kita dengan sukarela siap bergabung dalam pernyataan "Atas nama bangsa Indonesia". Dengan demikian, bapak-bapak bangsa kita yang awalnya hanya bermain asumsi bisa membuktikan bahwa mereka benar: bangsa ini butuh merdeka.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1706274943665607114-6583210226305443150?l=ghazibinarandi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ghazibinarandi.blogspot.com/feeds/6583210226305443150/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1706274943665607114&amp;postID=6583210226305443150' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1706274943665607114/posts/default/6583210226305443150'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1706274943665607114/posts/default/6583210226305443150'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ghazibinarandi.blogspot.com/2011/08/atas-nama.html' title='Atas Nama'/><author><name>Ghazi Binarandi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14814201396919309493</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_6aO3abyY-H8/SsZESW5XSvI/AAAAAAAAABM/VpFE5b620zo/S220/DSC_0762.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1706274943665607114.post-3745348706084446909</id><published>2011-07-09T20:13:00.003+07:00</published><updated>2011-07-09T20:48:52.990+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Cinta'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Coretan'/><title type='text'>Gulita</title><content type='html'>Malam menjelma kelam. Menutupi terang dari kepastian harapan. Menampakkan hanya yang tak tampak. Menjalari rasa yang tak menentu pada hati yang gundah gulana.&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Malam itu tadinya penuh harapan, layaknya bunga-bunga yang baru saja berkembang. Tumbuh menjadi sesuatu yang terus bercabang dan jumlah yang semakin tak terbilang. Namun satu menjadikannya layu, walau tidak pupus seutuhnya.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Gulita memenjara hati dan indera: seakan-akan tembok tinggi dan tebal langsung menghadang di sekeliling, membuat yang ada di dalamnya terjebak tidak bisa keluar. Buat hati, itu adalah rasa yang begitu pedih.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Dan rasa itu muncul ketika gelap berada di tengah malam! Padahal tengah malam adalah waktu yang paling menyendiri. Saat ketika sepi menguasai singgasana kalbu.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Malam itu, gulita kembali menyelimuti. Lebih pekat daripada yang biasanya tampak. Terlalu gelap, terlalu gelap.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Malam itu, gulita terlalu berkuasa. Tidak hanya pada sekeliling (yang membuat indera tidak bisa banyak berbuat), namun juga buat hati.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Seharusnya, malam itu satu cahaya harapan bisa tumbuh. Namun ada yang meniup cahaya itu, membuat gulita kembali berkuasa.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Setelah cahaya itu lenyap, yang kulakukan hanyalah duduk terdiam sambil menunggu terang kembali.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1706274943665607114-3745348706084446909?l=ghazibinarandi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ghazibinarandi.blogspot.com/feeds/3745348706084446909/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1706274943665607114&amp;postID=3745348706084446909' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1706274943665607114/posts/default/3745348706084446909'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1706274943665607114/posts/default/3745348706084446909'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ghazibinarandi.blogspot.com/2011/07/gulita.html' title='Gulita'/><author><name>Ghazi Binarandi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14814201396919309493</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_6aO3abyY-H8/SsZESW5XSvI/AAAAAAAAABM/VpFE5b620zo/S220/DSC_0762.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1706274943665607114.post-1892596997077813923</id><published>2011-06-21T22:25:00.004+07:00</published><updated>2011-06-21T22:42:20.225+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Coretan'/><title type='text'>Memori dan Peluang</title><content type='html'>Aku bahkan lupa bagaimana aku bisa sampai jatuh hati padamu.&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Diawali dengan perkenalan, sebuah perkenalan biasa (di hari yang biasa pula), kemudian berlanjut ke fase berikutnya: saat begitu banyak detik dilalui dengan memikirkanmu. Membuat banyak kegiatanku yang lain tertunda, atau tidak dapat tuntas dengan maksimal, karena prioritasku bergeser. Dan itu gara-gara kamu seorang!&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Namun, bukannya aku mau mengumpat. Aku tidak sedang menyalahkanmu karenanya. Semua itu jelas bukan salahmu. Bahkan aku pun tak tahu: ini salah siapa? Karena pikiran ini yang sering meloncat tiba-tiba, memunculkan memori-memori yang terkenang tentangmu. Tidak banyak memori detail, tapi gambaran umum saja sudah cukup banyak membuka rasa. Aku bagai diperbudak oleh memori.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Dan aku sendirilah yang menciptakan memori tersebut! Atau bukan (karena tidak dapat disebut begitu). Tuhanlah yang menciptakan memori, aku hanya terlibat di dalamnya. Aku &lt;i&gt;dan kamu&lt;/i&gt;. Membuat hari-hariku lebih berwarna, atau malah jadi tambah suram. &lt;i&gt;Benar&lt;/i&gt;, tidak selalu memori membawa kebahagiaan.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Lalu kenapa &lt;i&gt;kamu&lt;/i&gt; yang muncul? Bukankah dalam pikiran ini, tersimpan jutaan memori lain tentang apapun itu, tidak melulu itu tentang &lt;i&gt;kamu&lt;/i&gt;, tapi kenapa yang muncul selalu &lt;i&gt;kamu&lt;/i&gt;?&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Lagi-lagi, aku tidak bermaksud mengumpat. Aku hanya ingin meluapkan kegelisahan ini karena &lt;i&gt;hanya&lt;/i&gt; memori yang selalu terungkap. Padahal, aku berharap untuk dapat &lt;i&gt;menciptakan&lt;/i&gt; peluang untuk membuat sesuatu lain yang nyata sehingga nantinya itu dapat menambah daftar memori yang telah terekam di pikiran ini tanpa pernah mati. Setidaknya, selama otak ini masih sehat.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Lalu, muncul pertanyaan: hal-hal semacam apakah &lt;i&gt;peluang&lt;/i&gt; itu? Sejujurnya, aku pun tak tahu. Aku belum tahu.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1706274943665607114-1892596997077813923?l=ghazibinarandi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ghazibinarandi.blogspot.com/feeds/1892596997077813923/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1706274943665607114&amp;postID=1892596997077813923' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1706274943665607114/posts/default/1892596997077813923'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1706274943665607114/posts/default/1892596997077813923'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ghazibinarandi.blogspot.com/2011/06/memori-dan-peluang.html' title='Memori dan Peluang'/><author><name>Ghazi Binarandi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14814201396919309493</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_6aO3abyY-H8/SsZESW5XSvI/AAAAAAAAABM/VpFE5b620zo/S220/DSC_0762.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1706274943665607114.post-5633974373807196426</id><published>2011-06-05T13:48:00.000+07:00</published><updated>2011-06-05T14:09:02.358+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Coretan'/><title type='text'>Bayangan di Resepsi Pernikahan</title><content type='html'>Kemarin aku menghadiri acara resepsi pernikahan seorang anak dari kerabat ayahku. Aku tidak mengenal kedua mempelai, namun aku turut berbahagia untuk mereka berdua. Semoga pernikahan mereka dapat bertahan terus hingga maut memisahkan, dan darinya dapat terbentuk sebuah keharmonisan keluarga yang sakinah.&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Sempat kulihat foto mereka saat melaksanakan akad pernikahan. Wajah mereka berdua berseri. Tentu saja, itu adalah hari yang bahagia untuk mereka berdua.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Seketika pula—entah karena alasan apa—sempat terlintas bayangan seorang &lt;i&gt;perempuan&lt;/i&gt; dengan baju pengantin. Seorang &lt;i&gt;perempuan&lt;/i&gt; yang kukenal. Dia juga tampak berseri—dalam alam khayalku.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Aku senang membayangkan&lt;i&gt;nya&lt;/i&gt; demikian. Sampai—lagi-lagi seketika—muncul pertanyaan dalam benakku: Siapa yang bakal jadi pengantin prianya?&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Setelah itu, aku tidak mau meneruskan khayalanku.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1706274943665607114-5633974373807196426?l=ghazibinarandi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ghazibinarandi.blogspot.com/feeds/5633974373807196426/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1706274943665607114&amp;postID=5633974373807196426' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1706274943665607114/posts/default/5633974373807196426'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1706274943665607114/posts/default/5633974373807196426'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ghazibinarandi.blogspot.com/2011/06/bayangan-di-resepsi-pernikahan.html' title='Bayangan di Resepsi Pernikahan'/><author><name>Ghazi Binarandi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14814201396919309493</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_6aO3abyY-H8/SsZESW5XSvI/AAAAAAAAABM/VpFE5b620zo/S220/DSC_0762.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1706274943665607114.post-4276598233471255544</id><published>2011-06-03T23:36:00.008+07:00</published><updated>2011-06-05T14:34:29.791+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Cinta'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Catatan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Coretan'/><title type='text'>Hanya Sebagian, tapi Sudah Beda</title><content type='html'>&lt;div&gt;Lelaki&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space:pre"&gt;  &lt;/span&gt;: Bahkan aku belum lagi tahu namamu.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Perempuan&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space:pre"&gt; &lt;/span&gt;: Tapi aku tahu namamu. Benarkah kau tidak tahu namaku?&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Lelaki&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space:pre"&gt;  &lt;/span&gt;: Hanya sebagian yang kutahu.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Perempuan&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space:pre"&gt; &lt;/span&gt;: Kau tahu namaku hanya sebagian, tapi kau sudah membedakan aku dari yang lain.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;&lt;i&gt;Kudengar pada pementasan teater "Visa", Teater Salihara, Jumat (3 Juni 2011). Dialog ini ditulis dengan hanya mengandalkan ingatan, jadi sangat mungkin terdapat perbedaan (kecil) dari naskah aslinya.&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;&lt;i&gt;&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;&lt;i&gt;Entah kenapa, aku merasa adegan ini seperti dibuat untukku. Kisahnya mirip dengan satu momen yang pernah kualami.&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1706274943665607114-4276598233471255544?l=ghazibinarandi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ghazibinarandi.blogspot.com/feeds/4276598233471255544/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1706274943665607114&amp;postID=4276598233471255544' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1706274943665607114/posts/default/4276598233471255544'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1706274943665607114/posts/default/4276598233471255544'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ghazibinarandi.blogspot.com/2011/06/hanya-sebagian-tapi-sudah-beda.html' title='Hanya Sebagian, tapi Sudah Beda'/><author><name>Ghazi Binarandi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14814201396919309493</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_6aO3abyY-H8/SsZESW5XSvI/AAAAAAAAABM/VpFE5b620zo/S220/DSC_0762.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1706274943665607114.post-8697356475751047369</id><published>2011-05-29T22:53:00.002+07:00</published><updated>2011-05-29T22:58:58.941+07:00</updated><title type='text'>Tumpah!</title><content type='html'>Ada rasa yang ingin menyeruak keluar! Dari tempatnya yang tadinya tertutup rapat. Menyembur karena tekanan yang terlalu tinggi dari dalam. Dan selubung yang menghalangi tak lagi cukup kuat untuk menghadang.&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Rasa itu meletup begitu saja! Tak lagi bisa dikontrol. Bagai peluru kendali yang kehilangan pilot, atau bom waktu yang kehilangan detonator.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Tumpah! Berhamburan ke mana-mana. Akibat rasa yang sudah begitu penuh. Diisi oleh harapan, kebahagiaan, dan tanggapan.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Sekarang aku sedang menata kembali rasa ini. Agar yang sudah berantakan bisa kembali tertata.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Karena terlalu bahagia bisa membuat kita lupa.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;i&gt;Dan hidup harus selalu diisi dengan waspada. Jangan sampai yang positif malah membuat kita lupa diri.&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1706274943665607114-8697356475751047369?l=ghazibinarandi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ghazibinarandi.blogspot.com/feeds/8697356475751047369/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1706274943665607114&amp;postID=8697356475751047369' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1706274943665607114/posts/default/8697356475751047369'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1706274943665607114/posts/default/8697356475751047369'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ghazibinarandi.blogspot.com/2011/05/tumpah.html' title='Tumpah!'/><author><name>Ghazi Binarandi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14814201396919309493</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_6aO3abyY-H8/SsZESW5XSvI/AAAAAAAAABM/VpFE5b620zo/S220/DSC_0762.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1706274943665607114.post-3326899934754775538</id><published>2011-04-04T08:49:00.005+07:00</published><updated>2011-04-04T09:49:08.934+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Sahabat'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Anggadya Ramadhan'/><title type='text'>Anggadya Ramadhan</title><content type='html'>&lt;div&gt;Mungkin kalian yang membaca tulisan ini mengenalinya, atau juga tidak. Dia adalah teman dan salah satu teman terbaikku selama ini.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Pagi ini, 4 April 2011, Tuhan memanggilnya kembali. Meninggalkan banyak manusia yang sayang kepadanya. Tepat sehari setelah hari ulang tahunnya tanggal 3 April.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Kebanyakan teman memanggilnya Angga. Namun, aku memanggilnya dengan panggilan lain: Gadya. Ada dua alasan untuk ini: (1) karena akhiran &lt;i&gt;-dya&lt;/i&gt; pada namanya adalah sesuatu yang unik dan baru sekali kutemukan; (2) agar panggilannya diawali huruf &lt;i&gt;G&lt;/i&gt;, sama sepertiku. Tidak cukup beralasan memang, tapi dia tidak pernah protes kupanggil demikian. Malahan, panggilan ini menjadi populer di kemudian hari.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Kami menempuh studi di SMA yang sama, dan ditempatkan selama dua tahun di kelas yang sama. Rumah kami cukup dekat, menjadikannya alasan kuat untuk pulang bersama hampir setiap hari.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Selepas SMA, kami berdua mempunyai minat yang sama akan jurusan yang diambil ketika kuliah: Teknik Sipil. Sayangnya, kami harus terpisah institusi. Aku di ITB, Bandung; sementara dia di ITS, Surabaya.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Walau sudah terpisah sekolah, banyak kenangan masih tertinggal. Salah satu yang paling membekas: kenangan menonton bareng di stadion, apapun itu cabangnya. Bisa sepak bola, voli, atau bulu tangkis. Kami berdua gila akan menonton langsung pertandingan olah raga di stadion. Entah berapa pertandingan kami saksikan, mulai dari partai yang rusuh sampai yang garing, dari pertandingan kelas internasional hingga kelas lokal.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Yang tak mungkin terlupa tentangnya adalah sosoknya yang cerdik dan cerkas. Pernah suatu ketika kami dan teman-teman yang lain pergi ke masjid untuk salat Jumat, dia melarang yang lain untuk membeli koran eceran yang dijual untuk dijadikan sebagai alas salat. Melihat kondisi masjid yang sudah penuh, kami tentu bingung, tidak ada yang bawa sajadah. Dia menyuruh yang lain untuk membeli koran nasional terbaru. Harganya memang lebih mahal sedikit, namun lembarnya puluhan kali lebih banyak. Lagipula, beritanya masih layak dibaca.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Dia juga selalu berhasil menjadi penunjuk jalan yang baik. Ketika tersesat, dia selalu dapat diandalkan untuk mencari jalan keluar. Dan bagiku dia seperti selalu tahu akan rute bus, di manapun itu berada.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Selain itu, aku belum lupa akan insting pengambilan keputusannya. Suatu hari, kami sedang menaiki sebuah bus. Di bilangan Kebayoran Lama, naiklah sekelompok penumpang yang menunjukkan gelagat aneh: mereka menawari jasa pijat dengan agak memaksa. Aku dan teman yang lain yang sudah terpojok posisinya oleh mereka, langsung dikomandoi dia untuk turun. Untung saja, setelah itu banyak kasus pencurian di kendaraan umum dengan modus pijat untuk menciptakan mati rasa pada saraf.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Terakhir kali aku bertemu dengannya pada hari Sabtu tanggal 6 November 2010. Pada hari itu, kami berdua sedang mendukung perguruan tinggi kami masing-masing dalam kompetisi pembuatan jembatan tingkat nasional yang diselenggarakan di sebuah institusi pendidikan di Jakarta. Setelah itu, aku belum pernah lagi bertemu dengannya.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Dan kemarin, di hari ulang tahunnya, aku lupa memberinya selamat. Jangankan memberi selamat, tanggal ulang tahunnya saja aku lupa.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Terlalu banyak cerita yang bisa ditulis tentangnya, dan tak mungkin kutulis semuanya di sini. Setidaknya, ada beberapa yang bisa kubagikan kepada kalian sehingga kenangan tentangnya tak akan sepenuhnya hilang. Terkikis oleh zaman yang selalu bergulir.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Di pagi ini, banyak orang pasti sedang mengenangnya. Mengenang tawanya, kepribadiannya, atau sekedar tingkah jahilnya. Yang jelas kami semua menyayanginya.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Selamat tinggal, Kawan. Semoga Tuhan memberikan yang terbaik.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1706274943665607114-3326899934754775538?l=ghazibinarandi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ghazibinarandi.blogspot.com/feeds/3326899934754775538/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1706274943665607114&amp;postID=3326899934754775538' title='5 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1706274943665607114/posts/default/3326899934754775538'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1706274943665607114/posts/default/3326899934754775538'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ghazibinarandi.blogspot.com/2011/04/anggadya-ramadhan.html' title='Anggadya Ramadhan'/><author><name>Ghazi Binarandi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14814201396919309493</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_6aO3abyY-H8/SsZESW5XSvI/AAAAAAAAABM/VpFE5b620zo/S220/DSC_0762.JPG'/></author><thr:total>5</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1706274943665607114.post-7945012434954457869</id><published>2011-03-04T09:49:00.005+07:00</published><updated>2011-03-04T09:57:40.352+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pramoedya Ananta Toer'/><title type='text'>Mei dan Minke</title><content type='html'>Ang San Mei&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space:pre"&gt; &lt;/span&gt;: Mengapa kau pandangi aku sampai begitu?&lt;div&gt;Minke&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space:pre"&gt;  &lt;/span&gt;: Bukan salahku.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Ang San Mei&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space:pre"&gt; &lt;/span&gt;: Aku yang salah?&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Minke&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space:pre"&gt;  &lt;/span&gt;: Ya. Kau yang salah. Kau terlalu menarik.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;(&lt;i&gt;Diambil dari roman Jejak Langkah karya Pramoedya Ananta Toer.&lt;/i&gt;)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1706274943665607114-7945012434954457869?l=ghazibinarandi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ghazibinarandi.blogspot.com/feeds/7945012434954457869/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1706274943665607114&amp;postID=7945012434954457869' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1706274943665607114/posts/default/7945012434954457869'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1706274943665607114/posts/default/7945012434954457869'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ghazibinarandi.blogspot.com/2011/03/mei-dan-minke.html' title='Mei dan Minke'/><author><name>Ghazi Binarandi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14814201396919309493</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_6aO3abyY-H8/SsZESW5XSvI/AAAAAAAAABM/VpFE5b620zo/S220/DSC_0762.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1706274943665607114.post-1541761113515826142</id><published>2011-02-03T10:02:00.004+07:00</published><updated>2011-02-03T10:13:12.032+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Coretan'/><title type='text'>Hujan, Pagi, dan Harapan</title><content type='html'>Hujan membuat pagi itu basah. Menjadikan jalan-jalan becek, mengotori celana dan rok para pejalan kaki karena cipratan airnya. Apalagi bagi mereka yang memakai sandal capit.&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Hujan datang bukan tanpa alasan. Selalu ada penjelasan, namun manusia tak selalu harus tahu. Walau mereka selalu menuntut untuk tahu. Padahal belum tentu pengetahuan selalu merupakan hal yang baik.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Hujan datang membawa hoki. Hujan datang membawa berkah. Hujan itu sendiri sudah merupakan sebuah berkah.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Dan pagi masih terus berlanjut. Hari akan terus berjalan, dan pagi hanya mengisi sebagian darinya saja.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Hari ini, ribuan harapan tercurah. Meroket ke angkasa tinggi, terus dipanjat sampai gaya tarik tak lagi punya pengaruh.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;i&gt;Karena sesungguhnya, harapan tak punya bobot. Harapan (seharusnya) lebih ringan dari kapas, namun padat melebihi logam manapun di dunia.&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;i&gt;&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Hari ini, seperti hari-hari yang lain, ribuan atau jutaan atau berapa banyakpun harapan kembali tercurah.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Harapan tersebut muncul dari berbagai penjuru: dari teras wihara yang baru saja disapu, dari trotoar jalan yang belum lagi kering, dan dari kamarku yang kebetulan tak (terlalu terasa) sepi pagi ini.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;i&gt;Dan kesemuanya menuju satu tujuan yang sama.&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1706274943665607114-1541761113515826142?l=ghazibinarandi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ghazibinarandi.blogspot.com/feeds/1541761113515826142/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1706274943665607114&amp;postID=1541761113515826142' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1706274943665607114/posts/default/1541761113515826142'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1706274943665607114/posts/default/1541761113515826142'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ghazibinarandi.blogspot.com/2011/02/hujan-pagi-dan-harapan.html' title='Hujan, Pagi, dan Harapan'/><author><name>Ghazi Binarandi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14814201396919309493</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_6aO3abyY-H8/SsZESW5XSvI/AAAAAAAAABM/VpFE5b620zo/S220/DSC_0762.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1706274943665607114.post-5945455835181526588</id><published>2011-01-17T22:15:00.005+07:00</published><updated>2011-01-17T22:58:11.276+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Puisi'/><title type='text'>Kalut</title><content type='html'>Selemah ini raga jatuh tunduk&lt;div&gt;untuk rasa yang entah apa, tak jelas wujud bentuk&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Serapuh ini diri dibuat goyah&lt;/div&gt;&lt;div&gt;atau mungkin hanya aku yang memang payah&lt;/div&gt;&lt;div&gt;seperti kebiasaan kalah akibat menyerah&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Segalau ini hati merana&lt;/div&gt;&lt;div&gt;mencari-cari apa yang sebenarnya tak sirna&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Terlanjur berhuni kepada yang belum sepenuhnya nyata&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Sebesar ini angan berharap&lt;/div&gt;&lt;div&gt;seperti prajurit menanti dari posisi tiarap&lt;/div&gt;&lt;div&gt;tabah menunggu aba-aba dengan sigap&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Sejauh ini jiwa melompat&lt;/div&gt;&lt;div&gt;merasakan hal-hal yang dulu tak sempat,&lt;/div&gt;&lt;div&gt;atau terlambat&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Terkejut sambil banyak doa terus dipanjat&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Seluas ini kesempatan terbuka&lt;/div&gt;&lt;div&gt;bagai main bola di lapangan desa:&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Tendang sini, tendang sana&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Gol! Teriakan mengudara:&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Seperti haruku kepada keindahan dunia&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Segelap ini misteri tertutup&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Tersembunyi, bagai tersimpan dalam ruang yang mengatup&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Tidak bebas berkeliaran layaknya udara yang kita hirup&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Serapi ini Tuhan bercerita,&lt;/div&gt;&lt;div&gt;walaupun babak ini belum seberapa,&lt;/div&gt;&lt;div&gt;tapi tetap: Pilihan adalah hak penuh manusia&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1706274943665607114-5945455835181526588?l=ghazibinarandi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ghazibinarandi.blogspot.com/feeds/5945455835181526588/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1706274943665607114&amp;postID=5945455835181526588' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1706274943665607114/posts/default/5945455835181526588'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1706274943665607114/posts/default/5945455835181526588'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ghazibinarandi.blogspot.com/2011/01/kalut.html' title='Kalut'/><author><name>Ghazi Binarandi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14814201396919309493</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_6aO3abyY-H8/SsZESW5XSvI/AAAAAAAAABM/VpFE5b620zo/S220/DSC_0762.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1706274943665607114.post-4920145054633417480</id><published>2011-01-15T11:56:00.005+07:00</published><updated>2011-01-15T12:30:08.578+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Puisi'/><title type='text'>Mentari Masih Sendiri</title><content type='html'>&lt;div&gt;&lt;b&gt;I&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;Mentari masih sendiri&lt;div&gt;Tak punya kawan yang menemani&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Mentari masih sendiri&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Bertarung melawan sepi&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Membinasakan kekosongan yang melanda&lt;br /&gt;Menjaga agar diri tetap ada&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Mentari masih sendiri&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Sudah begitu sejak dahulu&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Dengan jumawa, kokoh berdiri&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Padahal hati selalu diiringi haru&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Mentari masih sendiri&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Mentari selalu sendiri&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Angkasa dikuasainya&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Semua gaya direnggut karena wujud yang raksasa&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Benda langit mana yang tak tunduk pada kedigdayaannya?&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Yang tak mampu ditandingi oleh siapa jua&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Dan kini, angkasa bergetar,&lt;/div&gt;&lt;div&gt;mentari marah!&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Mentari mencari kawan&lt;/div&gt;&lt;div&gt;yang selalu tak ada sejak bumi masih hanya dihuni hewan&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;b&gt;II&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Putra Adam tak kenal siapa dia&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Bulat besar, terletak jauh di atas&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Jelaslah, dia bukan teman&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Putra Adam bertanya-tanya&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Membuat asumsi karena tak tahu&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Mempertontonkan kepada sesama untuk terlihat cerdas,&lt;/div&gt;&lt;div&gt;dengan teori yang sebenarnya tak lebih dari tipu&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Putra Adam mengagungkannya&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Menyembahnya atas sinar terang yang menyilaukan&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Sebelum Nabi akhirnya datang membawa banyak cerita&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Dan seketika mereka semua disuruh bertobat&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;i&gt;"Maafkan kami, Yang Maha Agung!"&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;b&gt;III&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Mentari selalu menyala&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Membagi hangat selagi ajal belum tiba&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Si Besar Jumawa juga punya batas usia&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Tapi waktu masih belum seberapa&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;i&gt;"Oh, Yang Maha Agung! Engkau ciptakan aku sendiri,&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;i&gt;adakah maksud itu untuk membuatku mandiri?&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;i&gt;Oh, Yang Maha Agung! Engkau buat aku tak punya kawan,&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;i&gt;tapi bolehkah aku melawan?"&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Mentari masih sendiri&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Sampai zaman mencapai batas keteraturan&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Berharap pada Putra Adam lagi-lagi buat asumsi:&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Setiap diri, punya kebalikan&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Mentari masih sendiri&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Mentari butuh teman berbagi&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1706274943665607114-4920145054633417480?l=ghazibinarandi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ghazibinarandi.blogspot.com/feeds/4920145054633417480/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1706274943665607114&amp;postID=4920145054633417480' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1706274943665607114/posts/default/4920145054633417480'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1706274943665607114/posts/default/4920145054633417480'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ghazibinarandi.blogspot.com/2011/01/mentari-masih-sendiri.html' title='Mentari Masih Sendiri'/><author><name>Ghazi Binarandi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14814201396919309493</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_6aO3abyY-H8/SsZESW5XSvI/AAAAAAAAABM/VpFE5b620zo/S220/DSC_0762.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1706274943665607114.post-5023286803762668308</id><published>2011-01-14T08:13:00.004+07:00</published><updated>2011-01-14T08:38:34.672+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Catatan'/><title type='text'>Pagi</title><content type='html'>Segala puji bagi Tuhan yang telah menjadikan sosok pengawal hari dalam wujud pagi, sesuatu yang damai, tenteram, dan—seharusnya—tanpa pertumpahan darah.&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Pagi selalu diisi dengan suara-suara dari burung yang berkicau. Menyanyi dengan indahnya, walau tak seorangpun tahu apa liriknya. Mengeluarkan senandung termerdu, lebih dari biduan manapun yang pernah ada di dunia ini. Jika ada kontes menyanyi dari seluruh makhluk Tuhan, aku yakin burung akan menjadi pemenangnya. Mutlak.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Mengawali harus dengan sesuatu yang baik. Karena awal biasanya menjadi kunci untuk seterusnya. Manusia cenderung lembam. Oleh karena itu, awal haruslah seagung mungkin. Dilakukan sambil berharap akhir bakal mengikuti, atau malah melebihi.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Tuhan menciptakan pagi bukan tanpa alasan. Tuhan membuat pagi bukan hanya untuk dilewati begitu saja. Di antara setiap waktu yang diciptakan-Nya, aku paling menikmati pagi.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Pagi memberi semangat untuk memulai, karena pagi adalah saat yang pas untuk mulai membuka mata. Pagi adalah saat yang cocok untuk mulai menggerakkan badan, menjemur diri di tengah siraman sinar matahari yang katanya punya banyak khasiat. Pagi juga merupakan saat yang tepat untuk menghirup udara sebanyak-banyaknya. Udara segar bakal kaudapatkan, setelah kehidupan sempat berhenti sepanjang malam untuk alasan yang katanya dinamakan istirahat.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Pagi adalah awal. Terlebih lagi, pagi adalah awal yang sempurna. Namun, sayangnya, pagi sering diacuhkan.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Sungguh malang bagi mereka yang mengacuhkan pagi.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;*&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Di suatu pagi, aku sudah siap mengawali hari. Baru membuka mata, sudah terbayang satu bayangan di kepalaku. &lt;i&gt;Dia.&lt;/i&gt; Tapi itu hanya ada di kepalaku. Entahlah. Apakah suatu saat nanti, dia bakal benar-benar mengisi pagiku sambil mengamatiku terbangun dari lelapku dengan gigi bertabur jigong dan mata berhias kotoran mata—keadaan paling berantakkan dari yang mungkin kutampakkan—atau tidak.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1706274943665607114-5023286803762668308?l=ghazibinarandi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ghazibinarandi.blogspot.com/feeds/5023286803762668308/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1706274943665607114&amp;postID=5023286803762668308' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1706274943665607114/posts/default/5023286803762668308'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1706274943665607114/posts/default/5023286803762668308'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ghazibinarandi.blogspot.com/2011/01/pagi.html' title='Pagi'/><author><name>Ghazi Binarandi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14814201396919309493</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_6aO3abyY-H8/SsZESW5XSvI/AAAAAAAAABM/VpFE5b620zo/S220/DSC_0762.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1706274943665607114.post-8531669889236595658</id><published>2011-01-06T12:00:00.004+07:00</published><updated>2011-01-06T12:26:56.608+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Cinta'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Coretan'/><title type='text'>Cantik</title><content type='html'>"Lihat. Ada wanita cantik di samping sana." Penasaran dengan bentuk rupanya, kutelusuri arah yang dimaksud si pembicara. Ketika wanita tersebut telah tertangkap oleh kedua bola mataku, aku hanya mendapatkan sesosok wanita yang biasa saja.&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;*&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Sejak awal, aku sering punya pendapat yang berbeda dari orang kebanyakan tentang cantik. Orang kebanyakan memang biasanya punya "ukuran" cantik yang tidak jauh beda. Ukuran tersebut seakan menjadi standar dalam menentukan kualitas seorang wanita.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Jauh di lubuk hatiku, aku tidak sependapat dengan mereka.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Kenapa harus ada cantik yang disepakati jika setiap orang punya rasa? Haruskah seluruh dunia ini berkiblat pada satu mode yang sama? Memuja satu wanita yang sama padahal masih ada jutaan wanita lainnya yang juga siap untuk dibuahi untuk kemudian menghasilkan keturunan.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Mungkin sejak dulu kecantikan telah diperdagangkan. Nafsu manusia yang menggebu-gebu untuk melakukan seks telah mendorong mereka untuk berlomba-lomba dalam mencari yang "terbaik". Di sini, pria, yang biasanya memegang peran yang lebih tinggi sebagai penguasa atau orang yang lebih kuat, saling beradu. Mereka saling menunjukkan kekuatannya, kegagahannya, atau kecerdikannya untuk mendapatkan wanita yang terbaik. Tak jarang, perebutan wanita ini mengakibatkan perang pada akhirnya.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Ribuan nyawa melayang hanya untuk memperebutkan satu wanita.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;*&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Begitu istimewanya wanita sampai dia begitu diperebutkan dengan agung. Sebuah kerajaan terbesar sekalipun dapat hancur dalam sekejap hanya karena terbuai oleh pesona dari seorang wanita. Yang diceritakan dalam dongeng-dongeng itu benar, pria kuat dan kokoh bisa dibuat kalut sehingga menjadi lemah dan rapuh oleh seorang wanita.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Wanitalah yang memegang kunci dari pria, dengan segala pesona yang dia miliki. Seorang pria, pasti bergantung pada—minimal—seorang wanita.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Padahal seharusnya wanita dan pria adalah sepasang yang saling melengkapi. Bukankah Hawa diciptakan karena Adam mengeluh kesepian?&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Dan jikalau setiap insan di dunia sudah mempunyai takdirnya masing-masing (termasuk pasangannya masing-masing), kenapa kita semua masih berlomba-lomba menuju arah yang sama? Menuju wanita yang sama?&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;*&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Mungkin benar, setiap dari pria dan wanita telah diciptakan secara berpasang-pasangan, walau jumlah pria dan wanita di dunia ini tidaklah sama.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Aku sering bermimpi tentang hari pernikahanku. Entah bagaimana kelangsungannya nanti, tapi aku sungguh mendambakan kedamaian yang menyertaiku di hari itu.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Setiap wanita cantik dengan caranya masing-masing. Sayangnya, banyak wanita yang tertipu dengan kecantikan palsu yang dibawa oleh wanita-wanita lain. Mereka pikir, dengan menjadi seperti wanita lain, mereka bisa ikut menjadi cantik, padahal yang mereka dapatkan hanya kecantikan yang menipu. Mana yang lebih indah: emas asli atau emas imitasi?&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Kecantikan dipersiapkan untuk setiap pasangannya (dan calon) yang telah menanti di dunia ini. Cepat atau lambat, mereka pasti akan menemuinya. Dengan mengganti kecantikan tersebut dengan yang palsu, bukankah sama saja dengan mengecewakan orang yang telah menunggunya di dunia?&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;*&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Setiap manusia telah diciptakan berpasang-pasangan. Dan aku yakin, pasanganku telah menunggu, di suatu tempat.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Banyak orang bercakap tentang kecantikan seseorang, tapi aku punya rasa sendiri tentang cantik tersebut.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Mungkin dunia bilang seperti inilah cantik seharusnya, namun—bagiku—hanya seseorang yang kupandang cantik di mataku. Saat ini, kupanggil orang itu sebagai &lt;i&gt;dia&lt;/i&gt;.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1706274943665607114-8531669889236595658?l=ghazibinarandi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ghazibinarandi.blogspot.com/feeds/8531669889236595658/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1706274943665607114&amp;postID=8531669889236595658' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1706274943665607114/posts/default/8531669889236595658'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1706274943665607114/posts/default/8531669889236595658'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ghazibinarandi.blogspot.com/2011/01/cantik.html' title='Cantik'/><author><name>Ghazi Binarandi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14814201396919309493</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_6aO3abyY-H8/SsZESW5XSvI/AAAAAAAAABM/VpFE5b620zo/S220/DSC_0762.JPG'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1706274943665607114.post-2423007055767086465</id><published>2011-01-05T18:52:00.004+07:00</published><updated>2011-01-05T21:49:44.782+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='personal'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Catatan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Coretan'/><title type='text'>Ceritaku</title><content type='html'>Dunia ini kaya dengan cerita, mulai dari cerita dongeng yang membuat seorang anak kecil bermimpi menunggangi seekor naga ganas sampai cerita fiksi yang mengisahkan seorang pembunuh berantai yang melakukannya hanya karena tidak mengetahui bahwa membunuh itu salah.&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Dan semua cerita itu mengisahkan tentang cinta, dengan caranya masing-masing.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Dalam beberapa hari ini, aku banyak mendapatkan cerita baru. Masing-masing cerita punya karakter yang saling menunjukkan keunikannya. Yang terkadang bisa menampilkan sisi manis, lucu, atau menyebalkan. Namun, cinta selalu mengambil peran di sana, dalam wujudnya masing-masing, karena wujud cinta tergantung kepada sisi yang ditampilkannya.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Setiap cerita adalah indah dalam caranya masing-masing, dan kita tidak selalu harus menikmati keindahan dari masing-masing cerita itu. Karena setiap orang punya rasa, dan rasa itu personal.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Setiap cerita adalah indah dalam caranya masing-masing. Makanya tidak semua orang bilang cerita Shakespeare itu menakjubkan atau cerita percintaan antara vampir dan manusia itu buruk. Kita tidak perlu mempermasalahkan rasa, selama kita masih memilikinya masing-masing.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Dan rasa yang ada padaku, semakin menjadi. Menjelma ke dalam wujud yang begitu menenangkan sekaligus indah, dalam satu tempat.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;*&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Ada banyak penulis cerita yang hebat, lebih banyak lagi orang yang terpesona karenanya. Suka atau tidak, kita tidak perlu menyesuaikan rasa yang ada dengan rasa yang mereka punya. Dunia indah karena diciptakan beragam. Buat apa semua orang menjadi sama?&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Di antara jutaan cerita cinta yang ada, ada satu yang istimewa, setidaknya bagi rasaku. Cerita itu mungkin masih belum tersebar.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Karena saat ini, aku sedang &lt;i&gt;menjalani&lt;/i&gt; cerita itu. Inilah ceritaku.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1706274943665607114-2423007055767086465?l=ghazibinarandi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ghazibinarandi.blogspot.com/feeds/2423007055767086465/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1706274943665607114&amp;postID=2423007055767086465' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1706274943665607114/posts/default/2423007055767086465'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1706274943665607114/posts/default/2423007055767086465'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ghazibinarandi.blogspot.com/2011/01/ceritaku.html' title='Ceritaku'/><author><name>Ghazi Binarandi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14814201396919309493</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_6aO3abyY-H8/SsZESW5XSvI/AAAAAAAAABM/VpFE5b620zo/S220/DSC_0762.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1706274943665607114.post-6815505392452431886</id><published>2010-12-30T21:35:00.005+07:00</published><updated>2010-12-31T01:31:32.876+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Cinta'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Catatan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Coretan'/><title type='text'>Memori 2010</title><content type='html'>Revolusi bumi berjalan dengan sangat cepat. Atau sangat lambat. Kata Einstein, waktu itu relatif. Lintasan bumi dalam mengelilingi matahari di alam semesta yang luas ini memang sangatlah panjang. Melewatinya sampai butuh waktu lebih-kurang 365 hari bumi, padahal lintasan tersebut sudah coba dilewati dengan kecepatan yang tak akan ditandingi oleh seekor &lt;i&gt;cheetah&lt;/i&gt; yang berlari. Waktu yang sangat lama.&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Tak terasa (bagiku), waktu 365 hari itu sudah berlalu begitu saja. Dalam sekejap. Meninggalkan yang telah terjadi di belakang untuk kemudian menyongsong apa yang telah menunggu di depan. Untuk tahap pertama selanjutnya: 365 hari berikutnya.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;365 hari kemarin kita sebut dengan nama 2010. Tahun yang diambil dari penanggalan Masehi. Penanggalan yang perhitungan tahunnya didasari pada revolusi bumi terhadap matahari.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Bumi sudah mengelilingi matahari satu kali lagi. 2010 sudah usai, 2011 telah menanti.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;*&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;2010 tidak berlalu begitu saja. Ia pergi dengan meninggalkan banyak kenangan. Mulai dari yang terpahit sampai yang terindah. Mulai dari permasalahan perut sampai cinta.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Semua kejadian di 2010 telah tersimpan rapi dalam otak kita masing-masing. Mungkin beberapa akan kita lupakan. Namun, pasti, yang berkesan akan selalu kita kenang, sepanjang kita sanggup mengingatnya.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;*&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;2010 berperan cukup menyenangkan bagiku. Aku senang menjalani tahun ini. Jutaan kenangan diciptakan di tahun ini. Dibuat oleh dimensi waktu yang ternyata sama sekali tidak terpisahkan dari dimensi ruang yang ada.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Banyak sekali memori yang terkenang dari 2010. Di antara sekian banyak itu, salah satunya punya makna yang teramat penting bagiku: aku jatuh cinta untuk kedua kalinya.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1706274943665607114-6815505392452431886?l=ghazibinarandi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ghazibinarandi.blogspot.com/feeds/6815505392452431886/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1706274943665607114&amp;postID=6815505392452431886' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1706274943665607114/posts/default/6815505392452431886'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1706274943665607114/posts/default/6815505392452431886'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ghazibinarandi.blogspot.com/2010/12/memori-2010.html' title='Memori 2010'/><author><name>Ghazi Binarandi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14814201396919309493</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_6aO3abyY-H8/SsZESW5XSvI/AAAAAAAAABM/VpFE5b620zo/S220/DSC_0762.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1706274943665607114.post-3668558915472951981</id><published>2010-12-27T14:56:00.005+07:00</published><updated>2010-12-28T00:20:21.387+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Catatan'/><title type='text'>Kilat di Siang Hari</title><content type='html'>Aku takut. Benar-benar takut.&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Aku sendiri. Benar-benar sendiri.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Ternyata inilah alasan kenapa manusia tak boleh sendiri. Agar ketika dia ketakutan, dia bisa mencari perlindungan dari orang lain. Atau sekedar membagikan perasaan yang menggunung di hati.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Aku takut, tapi aku tahu, aku harus berani. Karena ketakutan ini muncul akibat harapan yang terlalu tinggi. Semoga harapan ini memang tidak terlalu tinggi.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;i&gt;Tuhan, berikanlah aku keberanian.&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1706274943665607114-3668558915472951981?l=ghazibinarandi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ghazibinarandi.blogspot.com/feeds/3668558915472951981/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1706274943665607114&amp;postID=3668558915472951981' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1706274943665607114/posts/default/3668558915472951981'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1706274943665607114/posts/default/3668558915472951981'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ghazibinarandi.blogspot.com/2010/12/kilat-di-siang-hari.html' title='Kilat di Siang Hari'/><author><name>Ghazi Binarandi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14814201396919309493</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_6aO3abyY-H8/SsZESW5XSvI/AAAAAAAAABM/VpFE5b620zo/S220/DSC_0762.JPG'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1706274943665607114.post-5313808572840863259</id><published>2010-12-26T22:55:00.005+07:00</published><updated>2010-12-27T13:27:08.728+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Negeri Bola'/><title type='text'>Harga Selembar Tiket</title><content type='html'>&lt;b&gt;Kompleks Stadion Kebanggaan Negeri Bola. Minggu, 26 Desember 2010.&lt;/b&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;b&gt;6.15 WIB&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Aku menjejakkan kaki kembali Stadion Kebanggaan Negeri Bola. Hari masih pagi, aku sudah siap untuk mengantre tiket masuk pertandingan bola antara Negeri Bola kontra musuh bebuyutan, Negeri Tetangga Satu Rumpun. Tak disangka, antrean sudah panjang mengular. Ternyata orang-orang sudah mulai mengantre sejak kemarin malam, bahkan kemarin sore. Padahal loket penjualan tiket baru akan dibuka pada pukul 10.00 WIB.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Aku hanya bisa terpelongo mendengar fakta itu. Dasar Negeri (Gila) Bola.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;b&gt;7.00 WIB&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Pengantre tiket yang datang semakin banyak, antrean semakin mengular. Oh, bukan. Antreannya tidak semakin memanjang, namun semakin melebar dan memadat. Banyak orang yang baru datang berhasil menyalip barisan hingga ke depan.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Mereka yang jujur dalam mengantre adalah orang bodoh.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;b&gt;8.00 WIB&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Para pengantre tampak kebosanan akibat hanya terdiam selama mengantre. Mereka mencari ribuan cara untuk mengusir rasa bosan, mulai dari menyanyi, membuat lelucon, sampai menuntut Nurdin Halid (siapa dia?) untuk turun.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Mereka yang mau membeli banyak tiket juga wajib mempunyai kopi dari kartu identitas. Ada gula, ada semut. Seseorang bersedia menawarkan jasa pencarian mesin kopi untuk mengopi kartu identitas. Ketika kartu identitas dikembalikan, nama mereka dibacakan satu per satu. Persis seperti seorang guru yang sedang mengabsen muridnya. Orang-orang bernama lucu langsung jadi bahan tertawaan massa, termasuk seseorang bernama Sopan Santun.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;b&gt;9.00 WIB&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Semangat mulai menggebu-gebu dalam mengantre. Satu jam lagi, loket bakal dibuka. Mereka yang sudah tidak sabar, rajin menyebar isu bahwa loket tiba-tiba dibuka. Banyak yang tertipu, setelah itu mengutuk.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Mereka yang mengantre di barisan belakang pun jadi rajin untuk mendorong barisan depan (dengan tujuan menyodok?). Mereka yang di depan membalas dengan menyuruh mundur yang di belakang agar semua bisa mengantre sambil duduk. Dan, entah kenapa, semua orang lalu dipaksa duduk semua. Ada pelanggaran hak asasi di sini. Bahkan tidak ada lagi kebebasan untuk memilih duduk atau berdiri?&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;b&gt;9.55 WIB&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Para pengantre sudah siap memborong tiket. Lima menit lagi, loket bakal dibuka. Namun, kenapa belum ada tanda-tanda loket bakal dibuka?&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;b&gt;10.00 WIB&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Panitia berbohong. Loket belum dibuka pada pukul 10.00 WIB.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;b&gt;10.05 WIB&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Salah seorang yang tampak seperti panitia menyuruh massa untuk tertib dan membentuk barisan sambil duduk. Kondisi antrean saat itu sudah sangat padat dan brutal. Para pengantre saling dorong-mendorong tanpa alasan yang jelas. Aksi dorong-dorongan yang semula lucu sudah berubah menjadi memuakkan. Banyak yang pingsan karena itu. Lebih banyak lagi yang menyerah dan memilih keluar dari antrean (sebelum benar-benar pingsan). Bahkan, ada kabar burung yang bilang kalau ada pengantre yang mati.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Panitia yang menyurus massa tertib dan membentuk barisan sambil duduk tidak bertanggung jawab. Dia hanya memberi komando tanpa melihat kondisi. Dengan kondisi emosi massa yang berada di puncak, seharusnya ada pengerahan tenaga aparat untuk membantu merapikan barisan. Namun aparat hanya ditugaskan untuk diam di belakang gerbang. Entah buat apa, mungkin untuk menjaga agar gerbangnya tidak jatuh.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;b&gt;10.15 WIB&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Para pengantre saling teriak. Mereka meminta loket untuk segera dibuka. Orang yang tampak seperti panitia bilang kalau loket tidak akan dibuka jika barisan belum rapi. Seperti ancaman seorang guru SD. Sayang, melihat kondisi massa yang tidak mungkin diatur, tetap tidak ada aparat yang dikerahkan untuk mengamankan dan merapikan barisan.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;b&gt;10.30 WIB&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Akhirnya "loket" dibuka. Susunannya aneh. Mereka yang di depan diperbolehkan masuk ke dalam gerbang. Satu per satu dari ribuan pengantre. Sungguh memakan waktu yang lama. Setelah diperbolehkan masuk ke dalam gerbang, para pengantre masih dipertemukan dengan antrean panjang lagi. Antrean ini kunamai "ular naga" karena antrean ini lebih seperti permainan Ular Naga, setiap orang disuruh memegang pundak orang yang di depannya dan mereka disuruh mengikuti jalur yang berkelak-kelok.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Antrean "ular naga" dilakukan dalam cuaca panas, lalu hujan, lalu panas lagi, lalu hujan lagi, dan seterusnya.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;b&gt;13.05 WIB&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Ternyata antrean "ular naga" dibawa hingga masuk stadion. Kami disuruh menaiki tangga (dengan tetap berkelak-kelok, yang tidak berkelak-kelok bakal dihujat massa) dan dimasukkan ke tribun.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Aku mulai merasa aneh? Kenapa kami disuruh nonton bola sekarang?&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;b&gt;13.45 WIB&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Ternyata panitia berencana untuk membagikan tiket di kursi tribun masing-masing pengantre. Aku pesimis. Membagikan tiket dengan berjalan menghampiri masing-masing orang dengan kondisi emosi yang sedang di puncak akibat dipaksa mengantre berjam-jam tanpa kejelasan? Jangan harap ini bakal berjalan lancar.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;b&gt;14.20 WIB&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Orang yang memberi pengumuman ada di bawah. Di pinggir lapangan bola. Dia memakai pengeras suara yang tidak terlalu terdengar keras suaranya. Mengumumkan dua hal: (1) pengumuman yang bikin pengantre girang (tiket akan dibagikan); (2) pengumuman yang bikin pengantre marah (tiket hanya bisa dibeli satu untuk masing-masing orang).&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Mulai keluar orang-orang yang seperti Sinterklas bergaya suporter ke pinggir lapangan bola. Mereka berpakaian a la suporter bola dan membawa tas yang pasti berisikan tiket.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;b&gt;14.25 WIB&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Para pengantre dibuat kalut melihat sebuah tas yang penuh berisi tiket. Mereka tidak menyadari kalau tribun dan pinggir lapangan bola dibatasi oleh pagar tinggi yang menjulang. Mereka melompati pagar, merusak pagar, dan merobohkan pagar hingga bisa mencapai pinggir lapangan dan mengejar para Sinterklas pemegang tiket. Sinterklas pemegang tiket panik dikejar massa dalam jumlah banyak dari berbagai sudut. Takut nyawanya terancam, Sinterklas pemegang tiket langsung melempar tiket-tiket itu ke udara. Tiket-tiket yang sangat berharga tersebut berserakan di mana-mana, di atas rumput hijau yang seharusnya diinjaki para pemain tim Negeri Bola dan Negeri Tetangga.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Penjarahan tiket terjadi. Penonton yang tadinya mengutuk para penjarah, jadi tergiur untuk ikut menjarah.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;b&gt;15.00 WIB&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Ketidakjelasan terjadi di mana-mana. Polisi pun tampak bingung. Sinterklas pemegang tiket menghilang entah ke mana. Tampaknya tiket yang mereka pegang sudah habis dijarah massa.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;b&gt;15.10 WIB&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Para pengantre yang santun (yang tidak merusak pagar, yang tidak menerobos lapangan) adalah orang-orang yang bodoh. Mereka masih belum memegang tiket. Walau tidak semua yang menerobos lapangan pasti mendapatkan tiket.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;b&gt;15.30 WIB&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Ada pengumuman yang menyatakan kalau tiket masih tersisa 10.000 lembar dan akan dijual asal setiap pengantre mau duduk rapi di tribun barat.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Ini seperti tipuan (lagi). Kalau ada tiket yang jelas dijarah, kenapa semua tiket tidak dihanguskan saja? Atau mereka mau menghalalkan yang jelas haram? Lalu, sisa 10.000 tiket. Dari mana jaminan 10.000 adalah cukup untuk semua pengantre saat itu.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Aku tidak mau termakan tipuan lagi. Aku mengutuk dan keluar dari stadion.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1706274943665607114-5313808572840863259?l=ghazibinarandi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ghazibinarandi.blogspot.com/feeds/5313808572840863259/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1706274943665607114&amp;postID=5313808572840863259' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1706274943665607114/posts/default/5313808572840863259'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1706274943665607114/posts/default/5313808572840863259'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ghazibinarandi.blogspot.com/2010/12/harga-selembar-tiket.html' title='Harga Selembar Tiket'/><author><name>Ghazi Binarandi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14814201396919309493</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_6aO3abyY-H8/SsZESW5XSvI/AAAAAAAAABM/VpFE5b620zo/S220/DSC_0762.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1706274943665607114.post-4754790976533687644</id><published>2010-12-25T16:21:00.006+07:00</published><updated>2010-12-25T16:44:41.477+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Inspirasi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Nabi'/><title type='text'>Sulaiman dan Dua Orang Ibu</title><content type='html'>&lt;div&gt;Suatu hari, dua orang ibu sedang bersama seorang anaknya masing-masing. Tiba-tiba, datanglah seekor serigala mengambil salah seorang anak. Kedua ibu tersebut saling menuduh bahwa yang diambil oleh serigala tersebut adalah bukan anaknya dan mereka saling memperebutkan anak yang selamat. Mereka berdua menghadap Nabi Daud, dan Nabi Daud memutuskan bahwa anak itu adalah anak dari ibu yang lebih tua. Akhirnya, mereka berdua menghadap Nabi Sulaiman.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Setelah mendengar cerita tersebut, Nabi Sulaiman berkata, "Ambillah untukku pisau. Aku akan membelahnya untuk mereka berdua."&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Mendengar perkataan itu, ibu yang lebih muda langsung mengakui bahwa anak itu bukanlah anaknya.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Maka Nabi Sulaiman menyatakan bahwa anak tersebut adalah anak dari ibu yang lebih muda.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1706274943665607114-4754790976533687644?l=ghazibinarandi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ghazibinarandi.blogspot.com/feeds/4754790976533687644/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1706274943665607114&amp;postID=4754790976533687644' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1706274943665607114/posts/default/4754790976533687644'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1706274943665607114/posts/default/4754790976533687644'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ghazibinarandi.blogspot.com/2010/12/sulaiman-dan-dua-orang-ibu.html' title='Sulaiman dan Dua Orang Ibu'/><author><name>Ghazi Binarandi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14814201396919309493</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_6aO3abyY-H8/SsZESW5XSvI/AAAAAAAAABM/VpFE5b620zo/S220/DSC_0762.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1706274943665607114.post-5161839541128835476</id><published>2010-12-25T12:15:00.003+07:00</published><updated>2010-12-25T13:04:25.698+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Negeri Bola'/><title type='text'>Negeri Bola</title><content type='html'>Negeri ini adalah Negeri Bola. Yang tidak suka bola, silakan keluar. Tempat kalian bukan di sini.&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;*&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Entah apa warna asli dari udara. Malam itu, udara tampak berwarna putih. Sangat pekat. Dipenuhi asap rokok yang dihembuskan oleh setiap orang yang berada di ruangan itu. Aku yang tidak merokok hanya bisa menahan batuk tanpa bisa protes. Semua orang tak mungkin diganggu dari kekhusyukkannya masing-masing dalam merokok. Mereka semua sedang menonton bola. Kita semua.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Negeri ini adalah Negeri Bola. Yang tidak suka bola, silakan keluar.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Kata-kata seperti itu memang bukanlah semboyan resmi dari negeri kami. Namun, begitulah kenyataannya. Di sini, yang tidak suka bola tidak punya tempat. Karena negeri ini adalah Negeri Bola. Negeri untuk mereka yang suka bola.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;*&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Negeri ini adalah Negeri Bola. Semua harus suka bola. Semua.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Di kala pemimpin negara lain sedang sibuk merundingkan masalah-masalah pelik seperti perang saudara yang mulai melebar, wabah penyakit berbahaya yang terus menyebar sampai lintas benua, atau kemungkinan datangnya serangan alien dari Mars; pemimpin negeri ini punya agenda yang lebih penting: menonton bola. Jika sampai Bapak Pemimpin Negeri tidak menonton bola, habislah beliau di mata rakyat. Citra beliau di mata rakyat hanya tergantung pada tingkat kepedulian beliau terhadap bola. Hal-hal lainnya (termasuk jumlah sekolah yang beliau bangun atau posisi beliau di mata pemimpin negeri lain), rakyat tidak peduli.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Bukan cuma Bapak Pemimpin Negeri, orang-orang lain yang berniat untuk melanjutkan tahta kepemimpinan atas seluruh negeri ini pun berlomba-lomba merebut perhatian rakyat lewat bola. Ada yang memberi tanah wakaf, ada yang memberi hadiah umrah, atau hal-hal lainnya yang bisa membuat para pecinta bola tanah air simpati.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Rakyat negeri ini mudah ditipu oleh embel-embel bola. Semuanya sudah terlalu buta oleh kemilau bola yang seakan membuat akan lupa segalanya.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;*&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Negeri ini adalah Negeri Bola. Jumlah rakyatnya mencapai lebih dari 200 juta, tapi kapasitas stadionnya hanya sekitar 80.000. Menampung 1 persen dari seluruh penduduk negeri ini pun tak mampu.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Mungkin sebuah stadion memang tidak perlu terlalu besar. Terlalu besar berarti mubazir karena rakyat negeri ini hanya gila bola pada waktu tertentu saja. Rakyat negeri ini memang suka ikut-ikutan.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Negeri ini tidak butuh stadion yang besar. Negeri ini hanya butuh ketertiban. Negeri ini hanya butuh keadilan. Jika semua tiket dijual dengan harga yang pantas dan kepada mereka yang memang layak, itu semua sudah cukup. Tak perlu buat stadion baru yang besar dan boros biaya. Cukup berantas semua calo tiket. Kata salah satu guru bangsa, "&lt;i&gt;Gitu aja kok repot?&lt;/i&gt;"&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;*&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Negeri ini adalah Negeri Bola.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Negeri ini penuh duka. Dan semua duka tersebut seakan hilang (atau sekedar dilupakan) ketika ada yang tanding bola. Perut yang lapar karena belum makan, nasib anak yang terlantar tidak sekolah karena tidak sanggup membayar biaya yang membengkak, atau bencana di mana-mana seakan sirna ketika negeri ini menggelar tanding bola skala nasional. Rakyat negeri ini meletakkan bola di atas segala-galanya. Di atas segala penderitaaan yang ada, di atas segala carut-marut yang nyata.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Semua itu kalah oleh bola. Dan, mungkin, bola hanya kalah oleh Tuhan.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;*&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Negeri ini adalah Negeri Bola. Setiap rakyat dicekoki dengan berita bola yang tak henti-henti.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Mayoritas penduduk negeri ini menonton televisi (kotak ajaib yang bisa memunculkan gambar), dan bola selalu mendominasi tayangan televisi akhir-akhir ini. Padahal yang ditayangkan adalah siaran yang itu-itu saja, gambar yang itu-itu lagi, dan video yang itu-itu melulu. Entah rakyat memang suka, atau stasiun televisi negeri ini minim kreativitas. Atau mereka memang ingin mendoktrin rakyat negeri ini untuk menjadi gila bola semua.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Setiap hari rakyat dibuat hapal terhadap setiap detil kejadian gol si anu dan si itu, bahkan sampai kepada bentuk perayaan golnya. Semuanya sudah tersimpan dalam-dalam, rapi-rapi. Lebih dalam dan rapi dari hapalan geografi untuk ujian besok.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Rakyat negeri ini sudah (terdoktrin) gila bola.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;*&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Negeri ini adalah Negeri Bola. Bola bukan hanya topik pembicaraan di dekat stadion, tapi juga di warung kopi, di tempat pangkas rambut, atau di pabrik batako. Bola ada di mana-mana. Namun masihkah bola diperbincangkan dengan begitu hangat dan lugas? Bukan karena dihapal dari tabloid olah raga yang baru dibeli semenit lalu hanya untuk menjadikan diri tak ketinggalan zaman?&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Seorang punggawa tim bola negeri ini pernah merindukan bola yang dulu, yang diperbincangkan di warung kopi. Yang tidak ada di mana-mana seramai ini.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;*&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Negeri ini adalah Negeri Bola. Negeri ini gila bola. Namun, negeri ini tidak punya prestasi bola.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Belum, semoga.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1706274943665607114-5161839541128835476?l=ghazibinarandi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ghazibinarandi.blogspot.com/feeds/5161839541128835476/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1706274943665607114&amp;postID=5161839541128835476' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1706274943665607114/posts/default/5161839541128835476'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1706274943665607114/posts/default/5161839541128835476'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ghazibinarandi.blogspot.com/2010/12/negeri-bola.html' title='Negeri Bola'/><author><name>Ghazi Binarandi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14814201396919309493</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_6aO3abyY-H8/SsZESW5XSvI/AAAAAAAAABM/VpFE5b620zo/S220/DSC_0762.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1706274943665607114.post-8220461854030626382</id><published>2010-11-16T23:54:00.003+07:00</published><updated>2010-11-17T00:17:51.374+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Sahabat'/><title type='text'>Tentang Seorang Sahabat</title><content type='html'>Darinya aku belajar tentang ketulusan. Bukan tentang memberi lalu tidak mendapatkan apa-apa. Namun tentang kesabaran dalam menunggu balasan atas segala apa yang telah kita beri. Kontribusi tak perlu pamrih. Tuhan pasti membalas segala amal baik yang kita kerjakan.&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Mungkin sosok yang ideal itu tidak ada. Temanku pun juga begitu. Namun manusia selalu mengimpikan untuk menjadi ideal, untuk menjadi sempurna. Manusia ingin mengejar Tuhannya.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Temanku juga mengajarkan aku bahwa dunia ini punya banyak sisi untuk ditelisik, punya banyak sudut untuk dijelajahi, punya banyak panorama untuk dinikmati. Dunia ini tercipta salah satunya untuk dikagumi. Terlalu sayang untuk dilewatkan, untuk disia-siakan. Karena hidup ini cuma sekali.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Hasrat menggebu-gebu itu mungkin ada. Namun hasrat butuh dikendalikan. Kebulatan tekad mungkin bisa saja menghentikannya, tapi--tetap saja--sulit. Betapa salut aku akan kebulatan tekadnya. Demi tujuan yang dirasa lebih baik, demi tujuan yang dirasa lebih mulia. Membuat perubahan tidak selalu harus dilakukan dengan cara berkoar-koar soal perubahan.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Hidup memaksa pelakunya untuk memilih. Untuk tidak hanya bergerak di tempat. Untuk selalu maju dan menentukan sikap. Sikap ditagih dalam tempo yang makin lama dirasa makin cepat. Hidup berubah menjadi seperti lintah darat yang doyan menagih utang. Makin lama, makin sering datang. Makin besar pula tagihannya. Penyesuaian menjadi keharusan. Jika tidak, kita tersingkir. Keluarlah kita dari arena persaingan kehidupan.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Hidup mungkin hanya soal pilihan. Dan kita hanya perlu menjadi bijak untuk dapat menentukan pilihan yang terbaik. Dan bijak cukup diraih dengan membiarkan mata tetap melihat setiap sudut, telinga tetap mendengar setiap bisikan, dan mulut tetap berceloteh kepada setiap insan. Tak perlu pilih-pilih, tak perlu pura-pura buta, tuli, atau bisu.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Sesaat, aku menghela napas panjang. Memikirkan ulang semuanya. Ke belakang dan ke depan. Jatah masing-masing manusia di dunia pasti telah diatur oleh Tuhan dengan sangat bijak.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1706274943665607114-8220461854030626382?l=ghazibinarandi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ghazibinarandi.blogspot.com/feeds/8220461854030626382/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1706274943665607114&amp;postID=8220461854030626382' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1706274943665607114/posts/default/8220461854030626382'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1706274943665607114/posts/default/8220461854030626382'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ghazibinarandi.blogspot.com/2010/11/tentang-seorang-sahabat.html' title='Tentang Seorang Sahabat'/><author><name>Ghazi Binarandi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14814201396919309493</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_6aO3abyY-H8/SsZESW5XSvI/AAAAAAAAABM/VpFE5b620zo/S220/DSC_0762.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1706274943665607114.post-744490178500058360</id><published>2010-10-22T23:57:00.003+07:00</published><updated>2010-10-23T00:11:03.182+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Catatan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Coretan'/><title type='text'>Kabar Darimu</title><content type='html'>Kadang aku cuma berpikir cara agar dapat bisa menanyai kabarmu dengan leluasa, tanpa canggung sedikitpun, tanpa ragu setitikpun.&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Dangkal mungkin, tapi bagiku itu berarti banyak. Selama ini aku berusaha untuk menempuh banyak cara, banyak jalan untuk mencapainya. Setiap kali berhasil menjalaninya, aku senang. Senang luar biasa. Namun, di balik luapan rasa senang yang membuncah itu, terselip rasa kuatir yang mungkin sedikit tak beralasan. Bagaimana jika cara itu sudah kucoba semua? Bagaimana jika pilihan jalan yang tersedia sudah habis? Aku benar-benar kuatir hal itu benar terjadi.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Selama ini aku coba segala cara kebanyakan tanpa pikir panjang. Kadang setelahnya aku menyesal, tak mampu memanfaatkan kesempatan dengan sebaik mungkin. Aku tak bisa menyalahi diriku, aku selalu berhasil dibuat tak berdaya di depanmu. Kau terlalu hebat dalam mengacaukan pikiranku.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Kadang aku juga berkesempatan mendapat jalan itu dengan tidak sengaja. Secara tidak direncanakan, aku mendapatkannya. Mungkin ini adalah hadiah dari Tuhan. Tuhan memang baik. Mahapemurah. Aku saja yang bodoh, tak mampu memanfaatkan hadiah dari Tuhan Yang Mahapemurah tersebut.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Semua itu kulakukan cuma untuk satu hal: mengetahui kabarmu. Dangkal memang, tapi bagiku itu penting.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1706274943665607114-744490178500058360?l=ghazibinarandi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ghazibinarandi.blogspot.com/feeds/744490178500058360/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1706274943665607114&amp;postID=744490178500058360' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1706274943665607114/posts/default/744490178500058360'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1706274943665607114/posts/default/744490178500058360'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ghazibinarandi.blogspot.com/2010/10/kabar-darimu.html' title='Kabar Darimu'/><author><name>Ghazi Binarandi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14814201396919309493</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_6aO3abyY-H8/SsZESW5XSvI/AAAAAAAAABM/VpFE5b620zo/S220/DSC_0762.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1706274943665607114.post-2957600766346164814</id><published>2010-09-26T21:02:00.005+07:00</published><updated>2010-09-26T22:03:51.176+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Cerita pendek'/><title type='text'>Menunggu</title><content type='html'>Malam yang mulai kelam ini tak membuat perutku berhenti meronta-ronta. Gerakan ini bagaikan bentuk protes darinya kepadaku. Memang, sudah terlalu lama sejak terakhir kali dia diisi.&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Langsung saja kupergi keluar. Mencari makan di malam hari bukanlah hal yang mudah. Kebanyakan rumah makan sudah tutup. Begitupun juga dengan warung nasi yang menjamur ketika siang hari. Di malam hari, penjualnya lebih memilih tutup&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: arial, sans-serif; font-size: small; line-height: 15px; "&gt;–&lt;/span&gt;mereka lebih memilih untuk menonton drama korea di teve, bersantai bersama keluarga dan kerabat, atau untuk sekedar tidur.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Baru setelah berjalan kaki cukup jauh, kutemukan akhirnya sebuah pedagang kaki lima penjual nasi goreng. Aroma bumbunya yang sedaplah yang menuntunku hingga akhirnya kutemukan ia.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Langsung kuhampiri penjualnya, seorang bapak setengah baya berkumis a la Hitler.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;"Pak, minta nasi goreng satu, makan di sini," ujarku.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Aku mencari tempat duduk. Hanya ada satu orang selainku di situ. Wanita. Ia hanya diam saja. Mungkin masih menunggu pesanannya datang. Aku duduk di kursi tak jauh darinya.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Tak lama kemudian, pesanan nasi gorengku datang. Namun wanita yang menunggu pesanan selainku belum mendapatkan makanannya. Aneh, padahal dia datang duluan.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Namun aku tak begitu peduli. Tanpa memikirkan wanita itu dan pesanannya lebih jauh lagi, langsung kulahap nasi gorengku dengan liar. Perutku memang sudah lapar bukan main.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Sampai suapan sendok terakhirku pun, pesanan makanan wanita itu masih juga belum datang. Dan tidak kelihatan si bapak penjual nasi goreng sedang menyiapkan nasi goreng pesanan si wanita itu. Ini semakin aneh. Tapi, ah, buat apa kupedulikan. Kenal dengan wanita itu saja tidak. Lantas buat apa aku memikirkan nasi gorengnya?&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Setelah membayar nasi gorengku, aku bergegas pulang.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;*&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Keesokan harinya, aku makan di warung nasi goreng itu lagi. Waktunya malam hari juga, jamnya pun tak jauh berbeda dengan ketika aku pertama kali ke sana.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Sedikit kaget aku ketika menemukan wanita yang sama masih ada di tukang nasi goreng itu. Apa yang sedang ia lakukan?&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Kejadiannya pun sama. Sampai nasi goreng pesananku habis kulahap, si wanita tetap dalam pose yang sama, terdiam, tak berbicara sepatah kata pun, seakan sedang &lt;i&gt;menunggu&lt;/i&gt; sesuatu.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;*&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Ternyata kejadian itu berulang di saat-saat seterusnya. Wanita itu selalu kutemui di setiap kedatanganku di pedagang nasi goreng itu. Dan bapak penjual nasi goreng itu akhirnya bercerita kepadaku,&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;"Wanita itu memang selalu di sini. Di setiap malam, sampai matahari pagi mulai mengintip keindahan dunia. Dia tidak pernah memesan nasi goreng, hanya terkadang saja dia meminta minum segelas air putih hangat. Dia juga tak pernah membayar, karena memang dia tak pernah memesan apapun. Aku juga tak pernah mengusirnya. Toh, para pengunjungku tak ada yang merasa terganggu dengan kehadirannya."&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Lalu buat apa dia di sana?&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;"Yang dia lakukan cuma menunggu. Katanya dia punya janji dengan kekasihnya untuk bertemu di warung nasi goreng ini. Hanya saja, kekasihnya tak pernah datang. Entah wanita itu ditipu, atau malah kekasihnya terkena musibah. Bisa kecelakaan yang bikin hilang ingatan, atau bahkan dia sudah mati dibunuh perampok. Yang jelas, kekasihnya tak pernah datang. Dan wanita itu tetap setia menunggu. Menunggu terus, sampai kekasihnya datang."&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1706274943665607114-2957600766346164814?l=ghazibinarandi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ghazibinarandi.blogspot.com/feeds/2957600766346164814/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1706274943665607114&amp;postID=2957600766346164814' title='4 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1706274943665607114/posts/default/2957600766346164814'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1706274943665607114/posts/default/2957600766346164814'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ghazibinarandi.blogspot.com/2010/09/menunggu.html' title='Menunggu'/><author><name>Ghazi Binarandi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14814201396919309493</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_6aO3abyY-H8/SsZESW5XSvI/AAAAAAAAABM/VpFE5b620zo/S220/DSC_0762.JPG'/></author><thr:total>4</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1706274943665607114.post-6525414501217941340</id><published>2010-09-19T13:33:00.004+07:00</published><updated>2010-09-19T13:36:26.995+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Cerita mini'/><title type='text'>Coretanku Kukirimkan ke Pulau Dewata, Agar Dibaca</title><content type='html'>Aku mencoret "&lt;a href="http://flashfiction.ubudwritersfestival.com/2010/09/hari-ini-aku-bunuh-diri/"&gt;Hari Ini Aku Bunuh Diri&lt;/a&gt;" pada selembar kertas buram.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1706274943665607114-6525414501217941340?l=ghazibinarandi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ghazibinarandi.blogspot.com/feeds/6525414501217941340/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1706274943665607114&amp;postID=6525414501217941340' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1706274943665607114/posts/default/6525414501217941340'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1706274943665607114/posts/default/6525414501217941340'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ghazibinarandi.blogspot.com/2010/09/coretanku-kukirimkan-ke-pulau-dewata.html' title='Coretanku Kukirimkan ke Pulau Dewata, Agar Dibaca'/><author><name>Ghazi Binarandi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14814201396919309493</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_6aO3abyY-H8/SsZESW5XSvI/AAAAAAAAABM/VpFE5b620zo/S220/DSC_0762.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1706274943665607114.post-3170402898972777405</id><published>2010-09-19T01:54:00.004+07:00</published><updated>2010-09-19T02:11:46.601+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Cinta'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Coretan'/><title type='text'>Diisi</title><content type='html'>Balon tak akan melayang jika tak diisi udara.&lt;div&gt;Celengan tak ada gunanya jika belum diisi recehan.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Akuarium tak ada ikannya jika belum diisi air.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Perpustakaan baru belum dibilang mencerdaskan jika belum diisi buku.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Sekolah buat apa jika tidak diisi murid yang haus ilmu.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Sangkar tak akan indah dipandang jika belum diisi burung.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Lemari bakal jarang dibuka jika belum diisi baju.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Mesin cuci tak akan dinyalakan jika belum diisi cucian.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Kotak amal akan menangis jika tak terisi, sama sekali.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Kandang kosong akan bertanya-tanya siapa yang bakal mengisinya.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Sel tahanan sama sekali tidak seram jika tidak ada orang di dalamnya.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Rumah sakit bakal lesu jika tidak diisi orang sakit kritis yang butuh pertolongan.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Bioskop bakal bangkrut jika tidak diisi penonton.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Dan kursi pemerintah--tentunya--mutlak harus diisi oleh seseorang peduli dengan rakyatnya sendiri, secara keseluruhan!&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Hati ini akan sepi jika belum diisi cinta. Apakah cinta ini adalah kamu?&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1706274943665607114-3170402898972777405?l=ghazibinarandi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ghazibinarandi.blogspot.com/feeds/3170402898972777405/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1706274943665607114&amp;postID=3170402898972777405' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1706274943665607114/posts/default/3170402898972777405'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1706274943665607114/posts/default/3170402898972777405'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ghazibinarandi.blogspot.com/2010/09/diisi.html' title='Diisi'/><author><name>Ghazi Binarandi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14814201396919309493</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_6aO3abyY-H8/SsZESW5XSvI/AAAAAAAAABM/VpFE5b620zo/S220/DSC_0762.JPG'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1706274943665607114.post-5703409209380799276</id><published>2010-09-19T01:32:00.001+07:00</published><updated>2010-09-19T01:34:02.304+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Coretan'/><title type='text'>Coretan di Pagi Hari</title><content type='html'>Batin ini mengadu pada yang punya.&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Kenapa aku dipaksa berkhianat?&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1706274943665607114-5703409209380799276?l=ghazibinarandi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ghazibinarandi.blogspot.com/feeds/5703409209380799276/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1706274943665607114&amp;postID=5703409209380799276' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1706274943665607114/posts/default/5703409209380799276'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1706274943665607114/posts/default/5703409209380799276'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ghazibinarandi.blogspot.com/2010/09/coretan-di-pagi-hari.html' title='Coretan di Pagi Hari'/><author><name>Ghazi Binarandi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14814201396919309493</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_6aO3abyY-H8/SsZESW5XSvI/AAAAAAAAABM/VpFE5b620zo/S220/DSC_0762.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1706274943665607114.post-4862234172495074787</id><published>2010-09-05T05:55:00.003+07:00</published><updated>2010-09-05T06:04:13.236+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Renungan'/><title type='text'>Skenario Kehidupan</title><content type='html'>Ada yang tahu rasanya punya kalbu yang terkungkung?&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Ada rasa, namun tak dapat dibagi. Ada cinta yang hanya jadi prasasti hati.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Dunia panggung sandiwara! Dan kau adalah aktornya! Aktor mana yang bisa ikut menentukan jalannya skenario?&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;i&gt;Oh, oke.&lt;/i&gt; Mungkin seorang aktor bisa mendiskusikan hal tersebut dengan sang sutradara, namun menentukan jalannya skenario--tetaplah--bukan tugas seorang aktor--sebenarnya.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Lalu, jika dunia ini adalah panggung sandiwara dan kau adalah aktornya, lantas siapakah sang sutradara?&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Oh, tentu saja Tuhan pasti Mahakuasa dan dalam skenario film, sutradaralah yang punya kuasa. Dan kau adalah aktornya, dan kau merasa perlu untuk mendiskusikan skenarionya dengan sang sutradara.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;i&gt;Untungnya Tuhan mendengar doa setiap hamba-Nya.&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1706274943665607114-4862234172495074787?l=ghazibinarandi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ghazibinarandi.blogspot.com/feeds/4862234172495074787/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1706274943665607114&amp;postID=4862234172495074787' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1706274943665607114/posts/default/4862234172495074787'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1706274943665607114/posts/default/4862234172495074787'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ghazibinarandi.blogspot.com/2010/09/skenario-kehidupan.html' title='Skenario Kehidupan'/><author><name>Ghazi Binarandi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14814201396919309493</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_6aO3abyY-H8/SsZESW5XSvI/AAAAAAAAABM/VpFE5b620zo/S220/DSC_0762.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1706274943665607114.post-1047933420087240970</id><published>2010-08-18T00:31:00.009+07:00</published><updated>2010-08-18T00:48:19.447+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='personal'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Cinta'/><title type='text'>Benarkah Aku Sedang Jatuh Cinta?</title><content type='html'>Beberapa hari yang lalu, aku masuk ke sebuah toko buku tanpa tujuan untuk membeli buku tertentu. Dengan berbekal tujuan yang nihil, aku jelajahi tiap rak demi rak dengan membabi buta.&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Sampai akhirnya aku tiba di depan sebuah rak.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Di rak itu terdapat sebuah buku yang pernah kulihat sebelumnya. &lt;i&gt;The Book of Answers&lt;/i&gt;--Buku Jawaban.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;i&gt;Menarik, aku sedang mempunyai sebuah pertanyaan.&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Kuambil buku itu dari raknya. Kebetulan ada sebuah buku yang tak tersegel. Aku masih ingat betul cara penggunaan buku itu. Buku ajaib, buku sugesti, buku yang bisa dianggap sebagai Tuhan bagi mereka yang bodoh. Aku gunakan buku itu untuk sebuah pertanyaan yang telah terpikirkan sejak lama: "Benarkah aku sedang jatuh cinta?"&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Lama aku coba berkonsentrasi. Hingga momen itu kurasa tepat--walau tak sepenuhnya kurasa tepat--buku itu menganga terbuka.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Katanya, "&lt;i&gt;No&lt;/i&gt;"--"Tidak".&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1706274943665607114-1047933420087240970?l=ghazibinarandi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ghazibinarandi.blogspot.com/feeds/1047933420087240970/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1706274943665607114&amp;postID=1047933420087240970' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1706274943665607114/posts/default/1047933420087240970'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1706274943665607114/posts/default/1047933420087240970'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ghazibinarandi.blogspot.com/2010/08/benarkah-aku-sedang-jatuh-cinta.html' title='Benarkah Aku Sedang Jatuh Cinta?'/><author><name>Ghazi Binarandi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14814201396919309493</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_6aO3abyY-H8/SsZESW5XSvI/AAAAAAAAABM/VpFE5b620zo/S220/DSC_0762.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1706274943665607114.post-7911462826780298936</id><published>2010-07-11T19:09:00.003+07:00</published><updated>2010-07-11T19:20:09.983+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Inspirasi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ratu Wilhelmina'/><title type='text'>Ratu dan Kaisar</title><content type='html'>Sebelum pecahnya Perang Dunia I, Ratu Wilhelmina muda, ratu dari Kerajaan Belanda, mengunjungi Wilhelm II, Kaisar Jerman yang merupakan negara berkuasa pada saat itu.&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Kunjungan ini tidak disambut dengan baik oleh Wilhelm II. Dia berkata, "Para penjagaku punya tinggi tujuh kaki, kau hanyalah setinggi pundak mereka."&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Wilhelmina muda tersenyum mendengarnya dan dia menjawab, "Benar, Yang Mulia. Tinggi para penjagamu tujuh kaki. Tapi ketika kami membuka tanggul kami, tinggi kedalaman airnya adalah sepuluh kaki!"&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1706274943665607114-7911462826780298936?l=ghazibinarandi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ghazibinarandi.blogspot.com/feeds/7911462826780298936/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1706274943665607114&amp;postID=7911462826780298936' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1706274943665607114/posts/default/7911462826780298936'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1706274943665607114/posts/default/7911462826780298936'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ghazibinarandi.blogspot.com/2010/07/ratu-dan-kaisar.html' title='Ratu dan Kaisar'/><author><name>Ghazi Binarandi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14814201396919309493</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_6aO3abyY-H8/SsZESW5XSvI/AAAAAAAAABM/VpFE5b620zo/S220/DSC_0762.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1706274943665607114.post-6524022805032475985</id><published>2010-07-10T11:10:00.003+07:00</published><updated>2010-07-10T11:29:43.987+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Cinta'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Catatan'/><title type='text'>Kupanggil Kamu Nona Misteri</title><content type='html'>Sore itu, kutemui kamu. Biasa saja. Tak ada yang istimewa.&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Senyum merekah yang terajut dalam raut mukamu ketika kita berdua berkenalan meninggalkan pesona, memang, namun apa yang tertinggal dalam pesona itu menguap begitu saja, tertutupi oleh senyum-senyum lain yang memang sedang banyak bertaburan hari itu.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Kulihat kamu selalu tersenyum. Aku suka dengan orang yang tersenyum, makanya aku mulai menaruh perhatian padamu.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Banyak orang tersenyum, tapi tak banyak orang yang &lt;i&gt;selalu&lt;/i&gt; tersenyum. Kamu istimewa karenanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Bahkan, di tengah kesendirianmu, kulihat kamu masih melebarkan jarak antara kedua ujung bibirmu itu. Aku iba melihatmu. Kamu terlihat seperti seekor zebra yang terpisah dari kawanannya, tapi kawanan zebra yang lain masih ada dalam jarak pandangmu. Sesekali kamu mengunjungi kawananmu, tapi tak jarang kamu malah menjauhinya, kadang mengunjungi kawanan yang lain. Terus mengelana tak tentu arah.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Oleh karenanya, kamu kupanggil Nona Misteri, yang nama lengkapnya saja masih belum kuketahui.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Entah mengapa kamu tidak begitu sering terlihat dalam kawanan zebra yang sama. Mungkin pengamatanku--sebagai pemburu--salah. Tapi aku benar-benar menaruh perhatian kepadamu. Aku terus mengawasimu. Seperti selayaknya seorang pemburu. Tapi sepertinya ada sesuatu yang tak layak di sini. Mungkinkah seorang pemburu jatuh cinta pada buruannya?&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Ah, terlalu dini untuk mengklaim ini sebagai cinta. Aku masih hanyalah seorang pemburu yang sedang mengawasi sekelompok kawanan zebra. Tapi entah kenapa ada satu zebra yang tak pernah luput dari pantauanku. Teropongku tak mau pindah dari sekujur tubuhnya.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Andaikan zebra itu bisa kutarik, kutarik kamu. Kutanyakan segala hal yang ingin aku tahu tentang dirimu. Aku ingin dekat denganmu. Aku ingin kita jadi kawan berbagi. Entah sejauh apa kamu mendefinisikannya.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Yang jelas, aku tak ingin kamu tetap menjadi Nona Misteri bagiku.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1706274943665607114-6524022805032475985?l=ghazibinarandi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ghazibinarandi.blogspot.com/feeds/6524022805032475985/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1706274943665607114&amp;postID=6524022805032475985' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1706274943665607114/posts/default/6524022805032475985'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1706274943665607114/posts/default/6524022805032475985'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ghazibinarandi.blogspot.com/2010/07/kupanggil-kamu-nona-misteri.html' title='Kupanggil Kamu Nona Misteri'/><author><name>Ghazi Binarandi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14814201396919309493</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_6aO3abyY-H8/SsZESW5XSvI/AAAAAAAAABM/VpFE5b620zo/S220/DSC_0762.JPG'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1706274943665607114.post-3953925838801542789</id><published>2010-06-18T23:36:00.002+07:00</published><updated>2010-06-18T23:59:03.522+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pengalaman'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Catatan'/><title type='text'>Hari Ini Aku Musuh Setiap Orang</title><content type='html'>Hari ini aku musuh setiap orang.&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Walau mungkin tidak begitu dengan orang-orang itu, tapi aku menganggapnya demikian. Sesekali aku juga ingin berpandangan egois. Oh, walaupun itu bakal dicerca mulai dari sahabat sampai pemuka agama. Karena hari ini--anggap saja--aku musuh setiap orang.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Menjadi musuh setiap orang memang tidaklah menyenangkan. Tapi terkadang menjadi teman setiap orang, tanpa satupun musuh sama sekali juga tidak begitu menyenangkan. Dan--setahuku--tidak ada orang di dunia ini yang menjadikan setiap orang sebagai musuh. Kenapa tidak kucoba?&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Hari ini aku mengawali hari dengan cukup baik. Hambatan ini dan itu di pagi hari teratasi dengan cukup dingin. Pagi yang antisipatif.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Beranjak ke siang, matahari mulai menyongsong ke ubun-ubun. Tidak ada yang banyak berubah. Hari menjadi semakin penuh dengan canda dan tawa. Banyak kebahagiaan. Sungguh indah.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Siang sedikit berlalu. Mencapai sore. Sedikit membosankan, tapi tetap saja ini bukanlah hari yang buruk.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Tapi siapa yang sangka malam bakal mengubah segalanya? Malamnya yang dimaksud pun merupakan penghujung hari. Hidup memang penuh dengan kejutan. Seperti kotak kado ulang tahun, isinya bisa berupa cokelat atau ular tidak berbisa.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Malam hari ini memang terlalu berbeda dari sorenya, siangnya, atau paginya. Bahkan sampai aku memutuskan untuk memusuhi setiap orang di hari ini pada malam harinya. Tapi pelajaran selalu dapat dipetik.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Kesalahan atau bukan kesalahan, semuanya pasti bermanfaat. Ambil saja manfaatnya. Hidup kenapa dibuat ribet?&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Hari ini aku musuh setiap orang. Aku jadi ragu. Aku butuh teman ketika belajar.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Kalau begitu--&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Aku temani saja setiap orang di hari ini.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1706274943665607114-3953925838801542789?l=ghazibinarandi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ghazibinarandi.blogspot.com/feeds/3953925838801542789/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1706274943665607114&amp;postID=3953925838801542789' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1706274943665607114/posts/default/3953925838801542789'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1706274943665607114/posts/default/3953925838801542789'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ghazibinarandi.blogspot.com/2010/06/hari-ini-aku-musuh-setiap-orang.html' title='Hari Ini Aku Musuh Setiap Orang'/><author><name>Ghazi Binarandi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14814201396919309493</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_6aO3abyY-H8/SsZESW5XSvI/AAAAAAAAABM/VpFE5b620zo/S220/DSC_0762.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1706274943665607114.post-100039441263054291</id><published>2010-05-23T14:18:00.004+07:00</published><updated>2010-05-23T15:07:18.794+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Renungan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Catatan'/><title type='text'>Pulang</title><content type='html'>Beberapa hari yang lalu, ibuku bertanya, "Kapan pulang lagi, Nak?"&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;i&gt;Pulang.&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Kata-kata itu sudah lama tak terpikirkan olehku. Makna yang teraurakan dari kata itu pun sudah berubah bagiku. Bergeser menjadi sesuatu yang lain. Yang tak terjelaskan oleh akal dan logika, tapi mampu dijabarkan secara rinci oleh pengalaman dan pembelajaran.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Bagiku, pulang adalah kembali ke rumah. Masalahnya, di mana &lt;i&gt;rumah&lt;/i&gt;nya?&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;*&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Aku adalah perantau. Memang bukan perantau jarak jauh, tapi yang jelas aku adalah seorang perantau.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Aku hidup jauh dari keluarga kandungku. Aku jauh dari mereka yang biasanya selalu ada di sampingku ketika aku sedang gundah gulana, aku jauh dari mereka yang mau membuatkanku secangkir teh hangat pahit ketika aku demam. Aku jauh dari mereka dan aku jauh dari kasih sayang &lt;i&gt;itu&lt;/i&gt;.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Jaraknya memang tak sejauh dari Aachen sampai Baghdad. Hanya dua jam waktu yang kubutuhkan untuk bertemu keluargaku kembali. Tapi entah kenapa aku jarang menemukan dua jam itu.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Ketika rutinitasku tiap hari memaksaku untuk terus berkutat di tempat lain yang jauh dari rumahku yang sebenarnya sehingga aku terpaksa mencari tempat tinggal lain yang bisa kufungsikan sebagai rumah, aku jadi bingung. Yang mana yang harus kuanggap sebagai &lt;i&gt;rumah&lt;/i&gt;?&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;*&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Perantauanku beralasan. Bukannya seperti sepasang kekasih yang kawin lari ataupun kaburnya seorang buronan pembunuh sekaligus pemerkosa berantai. Aku merantau untuk menuntut ilmu. Jiwa mudaku yang sedang bergejolak ini memang haus akan ilmu.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Katanya perjuangan menuntut ilmu tak boleh dibatasi oleh jarak. Katanya menuntut ilmu adalah sesuatu yang baik sekaligus mulia. Tapi semua ini mengerucutkan masalah ke satu akar yang lain: toleransi.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Se-tak-pernah-ditidurinya rumahmu yang sebenarnya, dia masihlah rumahmu. Kau tak mungkin melupakannya. Sekalipun kau meninggalkannya untuk jarak yang jauh, untuk alasan yang katanya terhormat, rumahmu tetap menunggumu pulang. Dia tetap diam di tempat. Tidak beranjak sedikitpun, menunggu kau datang, membuka pintu masuknya dan seraya menghembuskan nafas lelah kau rebahkan tubuhmu ke atas ranjang yang terletak di kamar, dan seketika rumahmu bakal tersenyum, senang karena tuannya telah datang kembali dan rela melepas lelahnya di dalamnya. Rumah bakal selalu menjadi tempat ternyaman untuk beristirahat, dan tempat terindah untuk bersenda gurau.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Kau mungkin tak peduli pada rumahmu sekarang, tapi suatu saat, kau akan peduli kepadanya. Rumahmu masih berharga karena dia masih memiliki alasan untuk dikunjungi: di sana, kau &lt;i&gt;ditunggu&lt;/i&gt; untuk pulang.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Mungkin dulu selewat waktu maghrib, seisi rumah langsung cemas jika kau masih belum pulang. Mereka cemas karena kau &lt;i&gt;ditunggui&lt;/i&gt;. Tak ada yang lebih tegar dalam menunggui selain rumah dan seisi penghuninya.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Kata orang, menunggu adalah hal yang paling menjemukan, dan rumah rela melakukan hal itu untukmu. Kata orang, orang yang datang tidak tepat waktu sangatlah menyebalkan, dan rumah tidak mempermasalahkan hal itu. Selama kau masih pulang, selama kau akan pulang.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Aku beruntung. Masih ada yang menungguiku pulang di rumah. Karena suatu saat, mereka pasti bakal pergi meninggalkanku juga. Selagi masih ada kesempatan untuk pulang, kenapa tidak kita manfaatkan?&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Pulang menjadi berharga karena ada yang menunggui kita melakukan hal itu. Hari ini aku belajar tentang itu.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Ini, itu. Pulang.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;i&gt;Aku kangen pulang.&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1706274943665607114-100039441263054291?l=ghazibinarandi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ghazibinarandi.blogspot.com/feeds/100039441263054291/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1706274943665607114&amp;postID=100039441263054291' title='3 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1706274943665607114/posts/default/100039441263054291'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1706274943665607114/posts/default/100039441263054291'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ghazibinarandi.blogspot.com/2010/05/pulang.html' title='Pulang'/><author><name>Ghazi Binarandi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14814201396919309493</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_6aO3abyY-H8/SsZESW5XSvI/AAAAAAAAABM/VpFE5b620zo/S220/DSC_0762.JPG'/></author><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1706274943665607114.post-897370129542135489</id><published>2010-04-12T01:13:00.003+07:00</published><updated>2010-04-12T01:21:57.707+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='HMS ITB'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kampus'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Wisuda'/><title type='text'>Wisuda</title><content type='html'>Entah apa maknanya bagimu, tapi aku menemukan makna lain dari kata simpel yang satu ini kemarin--oh, bukan--dua hari yang lalu.&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Aku adalah mahasiswa Teknik Sipil ITB yang tergabung dalam Himpunan Mahasiswa Sipil ITB. Di himpunanku, ada tradisi yang selalu dilaksanakan setiap momen wisuda datang yaitu acara Syukuran Wisuda.  Tapi acara ini bukan sekedar Syukuran Wisuda. &lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Acara ini lebih merujuk kepada momen pelepasan, apresiasi, dan kasih sayang. Acara ini adalah wujud penghormatan kepada para wisudawan/wisudawati yang tertuang dalam bentuk yang tidak terbayangkan bagi orang awam.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Suatu hal yang menarik, di akhir acara pada Wisuda Day, ada acara yang namanya pengkuyaan.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Bentuk acara pengkuyaan ini mirip seperti bentuk ospek yang dilakukan ketika zaman mahasiswa masih berperilaku barbar. Mereka melinting koran untuk dijadikan sebagai alat pemukul wisudawan/wisudawati, mereka menghajarnya dengan puluhan ribu kantong air yang telah disiapkan oleh panitia wisuda yang berasal dari angkatan termuda, mereka menyuruh wisudawan/wisudawati dengan beberapa perintah yang lebih pantas terdengar jika dilontarkan oleh seorang senior kejam kepada juniornya, macam push-up, menyanyi dengan lantang, dan lain-lain.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Ospek ulang? Sebenarnya bukan seperti itu.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Satu hal yang kusadari pada hari itu adalah segala bentuk penyiksaan terhadap wisudawan/wisudawati itu sebenarnya adalah bentuk lain dari kasih sayang, penghormatan, dan apresiasi. Bentuknya memang tak wajar, tapi siapa yang peduli itu jika semuanya sudah menyepakati itu sejak dulu?&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Setiap pukulan dari lintingan koran adalah cinta, setiap bidikan dari kantong air adalah rasa bangga, setiap perintah push-up adalah ucapan selamat tinggal terlirih yang pernah ada.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Ini bukan penggojlokan, apalagi bentuk balas dendam atau rasa kesal akibat ditinggal lulus temannya. Ini adalah masalah cinta.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Sebuah cinta memang tak harus dilontarkan dengan bunga atau cokelat di hari Valentine. Sebuah cinta juga tak melulu berbentuk sebaris sms yang berpesan "I love you". Hambar dan terlalu konodian.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Ini adalah bentuk lain dari cinta. Yang tak wajar namun nyata, yang melenceng tapi terakui sejak dahulu.  Ini adalah penghormatan dalam bentuk kasih sayang tak terhingga. Bahkan siapapun rela untuk jadi yang terbanyak dipukuli, jika dia memang pantas untuk mendapatkannya.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Bentol-bentol di badan bukanlah soal, lecet di sana sini tak jadi masalah. Luka fisik tak bakal sebanding dengan haru tak terbayang yang dirasakan sanubari.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Andaikan aku lulus nanti, aku ingin jadi orang yang terbanyak dipukuli. Lalu aku akan menjerit tiap pukulan mendarat di sekujur tubuhku sambil bilang, "Terima kasih. Terima kasih, Teman!"&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1706274943665607114-897370129542135489?l=ghazibinarandi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ghazibinarandi.blogspot.com/feeds/897370129542135489/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1706274943665607114&amp;postID=897370129542135489' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1706274943665607114/posts/default/897370129542135489'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1706274943665607114/posts/default/897370129542135489'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ghazibinarandi.blogspot.com/2010/04/wisuda.html' title='Wisuda'/><author><name>Ghazi Binarandi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14814201396919309493</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_6aO3abyY-H8/SsZESW5XSvI/AAAAAAAAABM/VpFE5b620zo/S220/DSC_0762.JPG'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1706274943665607114.post-5265790571640160046</id><published>2010-04-09T21:33:00.002+07:00</published><updated>2010-04-09T21:41:21.334+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Cinta'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Catatan'/><title type='text'>Ranting-Ranting Cinta Baru</title><content type='html'>Cintaku mulai tumbuh lagi.&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Cintaku mungkin sekarang seperti ranting pohon. Dia tumbuh lagi dan lagi serta terus membentuk cabang-cabang baru. Dia indah karena diujungnya bisa saja muncul bunga atau buah dengan beraneka warna. Cintaku sedang indah-indahnya.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Tapi aneh. Cintaku tak pernah kubiarkan berkembang. Tiap kali rantingnya bercabang, dia kupangkas. Sekali bercabang lagi, kupangkas lagi. Oh, haruskah?&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Ranting pohon di pekarangan rumah memang bakal selalu kita pangkas agar tampangnya selalu cantik terlihat, agar ukurannya selalu menjadi proporsional dan pas untuk dimensi tempatnya. Segala sesuatu yang berlebihan itu memang tidaklah baik, termasuk ukuran pohon di pekarangan rumah kita.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Lalu bagaimana dengan cinta? Tidak bolehkah ia tumbuh terlalu liar sampai detak jantungku selalu menggebu-gebu ketika dia tiba? Haruskah kuhambat pertumbuhannya yang sedang dalam fase optimal? Haruskah kupangkas ranting-ranting cinta tersebut?&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Sungguh sayang, sungguh sayang. Tapi hidup memang tak boleh berlebihan. Karena jika cinta itu diisi terlalu banyak, wadah hati kita tak akan sanggup menampungnya sehingga cinta itu malah tumpah dan bercecer ke mana-mana.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1706274943665607114-5265790571640160046?l=ghazibinarandi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ghazibinarandi.blogspot.com/feeds/5265790571640160046/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1706274943665607114&amp;postID=5265790571640160046' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1706274943665607114/posts/default/5265790571640160046'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1706274943665607114/posts/default/5265790571640160046'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ghazibinarandi.blogspot.com/2010/04/ranting-ranting-cinta-baru.html' title='Ranting-Ranting Cinta Baru'/><author><name>Ghazi Binarandi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14814201396919309493</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_6aO3abyY-H8/SsZESW5XSvI/AAAAAAAAABM/VpFE5b620zo/S220/DSC_0762.JPG'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1706274943665607114.post-2623204087487822419</id><published>2010-04-01T23:47:00.002+07:00</published><updated>2010-04-01T23:58:52.697+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Catatan'/><title type='text'>Busuk</title><content type='html'>Dunia ini dipenuhi oleh tukang contek. Dunia ini dipenuhi oleh penipu. Dunia ini dipenuhi oleh para korup. Dunia ini dipenuhi oleh pendusta. Dunia ini dipenuhi oleh pemalsu. Dunia ini dipenuhi oleh kepalsuan.&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Dunia ini tersamarkan oleh bau busuk yang menusuk hidung. Dunia ini tertutupi oleh kabut tebal bernama rekayasa. Dunia ini memakai topeng, dan tidak ada yang pernah bisa membuka topeng itu.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Dunia ini dipenuhi oleh penggemar mi instan. Dunia ini dipenuhi oleh penikmat kopi kemasan &lt;i&gt;sachet. &lt;/i&gt;Dunia ini dipenuhi oleh pecandu makanan cepat saji. Dunia ini dipenuhi oleh penonton MTV.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Dunia ini dikutuk, dan terkutuk. Dunia ini jadi ajang adu kutuk.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Dunia ini terlalu fana. Dunia ini terlalu memesona untuk sebagian besar penghuninya.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Dunia ini menyediakan kesenangan sebagai perangkap, dan merupakan ujian bagi kita untuk melepaskan diri dari perangkap tersebut.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Dunia ini penuh dengan pembohong, yang ketika kebohongan mereka terungkap, mereka berebut bilang, "Tidak!"&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1706274943665607114-2623204087487822419?l=ghazibinarandi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ghazibinarandi.blogspot.com/feeds/2623204087487822419/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1706274943665607114&amp;postID=2623204087487822419' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1706274943665607114/posts/default/2623204087487822419'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1706274943665607114/posts/default/2623204087487822419'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ghazibinarandi.blogspot.com/2010/04/busuk.html' title='Busuk'/><author><name>Ghazi Binarandi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14814201396919309493</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_6aO3abyY-H8/SsZESW5XSvI/AAAAAAAAABM/VpFE5b620zo/S220/DSC_0762.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1706274943665607114.post-4607655220124879417</id><published>2010-02-01T23:09:00.003+07:00</published><updated>2010-02-01T23:20:17.641+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pengalaman'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Catatan'/><title type='text'>Seperti Kilatan Petir</title><content type='html'>Spontan. Banyak yang terjadi secara tak sengaja. Tak direncanakan. Tak diatur. Tiba-tiba terjadi dan ketika kita menyadarinya, yang ada tinggal keterkejutan.&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Sontak aku dibuat kaget. Darimana pula datangnya &lt;i&gt;ini&lt;/i&gt;?&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Seringkali manusia berbicara tanpa sepenuhnya berpikir. Mereka membawa arah pembicaraan sesuai arus yang sedang mengalir kuat.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Sehebat-hebatnya atlit arum jeram, mereka bakal mengayuh dengan menyesuaikan arus sungainya. Gegabah jika dia mencoba melawannya, bodoh. Alam terlalu kuat untuk tubuh manusia yang didesain lemah ini.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Yang melawan arus, dialah yang mati. Yang &lt;i&gt;berhasil&lt;/i&gt; melawan arus, dialah yang &lt;i&gt;juara&lt;/i&gt;. Sangat menarik kalau peraturannya dibuat begini.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Akhirnya manusia menemui risiko, sesuatu yang tidak akan bisa dihindari. Sekalipun kita lari dari padanya. Bahkan proses larinya sendiripun sebenarnya mengandung risiko yang mungkin saja lebih besar daripada jika kita memilih untuk menghadapinya.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Risiko memang bukan untuk dihindari, risiko untuk dikendalikan.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Kita tak tahu apa yang ada di balik tabir kabut tebal yang menghalangi pandangan kita akan masa depan. Bahkan kita buta akan masa kini, atau--lebih parahnya lagi--masa lampau.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Manusia tidak sepenuhnya sadar akan keadaannya. Dan manusia memang perlu untuk disadarkan akannya. Manusia, sejujurnya sangat pelupa.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;i&gt;Atau itu hanya berlaku bagiku.&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1706274943665607114-4607655220124879417?l=ghazibinarandi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ghazibinarandi.blogspot.com/feeds/4607655220124879417/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1706274943665607114&amp;postID=4607655220124879417' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1706274943665607114/posts/default/4607655220124879417'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1706274943665607114/posts/default/4607655220124879417'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ghazibinarandi.blogspot.com/2010/02/seperti-kilatan-petir.html' title='Seperti Kilatan Petir'/><author><name>Ghazi Binarandi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14814201396919309493</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_6aO3abyY-H8/SsZESW5XSvI/AAAAAAAAABM/VpFE5b620zo/S220/DSC_0762.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1706274943665607114.post-2616228735285091486</id><published>2010-01-15T00:20:00.003+07:00</published><updated>2010-01-15T00:25:53.127+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kereta api'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Catatan'/><title type='text'>Kereta Api Lagi</title><content type='html'>Hari ini aku naik kereta api lagi. Aku naik dari Bandung, bukan dari Gambir. Tujuanku adalah Gambir, bukan Negeri Senja.&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Kereta api itu penuh walau musim mudik sudah lama terlewati. Sekarang pun bukan musim liburan panjang yang mendorong orang untuk bepergian jauh dengan kereta api.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Namun kereta itu penuh.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Aku optimis kereta api mampu bertahan melawan arah gerak zaman. Tak peduli seberapa canggih kendaraan lain diciptakan, seberapa nyaman kendaraan lain didesain. Kereta api tetap punya nilai sakral yang kokoh menantang perubahan.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Tapi ada satu kekhawatiranku.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Aku curiga, kebanyakan penumpang tadi tidak membayar tiket.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1706274943665607114-2616228735285091486?l=ghazibinarandi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ghazibinarandi.blogspot.com/feeds/2616228735285091486/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1706274943665607114&amp;postID=2616228735285091486' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1706274943665607114/posts/default/2616228735285091486'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1706274943665607114/posts/default/2616228735285091486'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ghazibinarandi.blogspot.com/2010/01/kereta-api-lagi.html' title='Kereta Api Lagi'/><author><name>Ghazi Binarandi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14814201396919309493</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_6aO3abyY-H8/SsZESW5XSvI/AAAAAAAAABM/VpFE5b620zo/S220/DSC_0762.JPG'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1706274943665607114.post-851497346904550078</id><published>2009-12-12T09:06:00.003+07:00</published><updated>2009-12-12T09:53:45.172+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pesan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Catatan'/><title type='text'>Tim</title><content type='html'>Ada perbedaan yang cukup tegas antara pemimpin dan penggerak. Mungkin ini hanya masalah penafsiran saja, tapi hal terburuk yang dapat ditimbulkan bahasa adalah kesalahan penafsiran.&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Belum lama ini aku menonton film lama yang berjudul &lt;i&gt;Gung Ho&lt;/i&gt;. Sebuah film yang menceritakan tentang perusahaan Jepang yang mengambil alih sebuah pabrik kosong di Amerika Serikat dan mengubahnya menjadi sebuah pabrik mobil dengan sistem kerja ala Jepang. Tak perlu waktu lama, langsung terlihatlah perbedaan yang sangat mendalam antara etos kerja, budaya, dan ideologi dari orang Jepang dan Amerika.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Di film itu digambarkan betapa orang Jepang sangat menghargai kerja sebagai tim, dan yang dibutuhkan untuk membentuk sebuah tim yang kuat adalah loyalitas. Loyalitas ini juga berbentuk pengorbanan sampai batas-batas yang tak bisa ditalar oleh akal sehat orang Amerika, seperti mengorbankan keluarga demi perusahaan. Selain itu, hal lain yang juga dipegang teguh oleh orang Jepang adalah kedisiplinan. Dan orang Jepang juga sangat takut gagal karena jika mereka gagal, mereka harus menanggung rasa malu yang dapat membuat mereka sampai bunuh diri. Sebegitu tinggi etos kerja mereka.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Sedangkan orang Amerika digambarkan sebagai pribadi yang santai, target seadanya, dan cenderung mengutamakan diri sendiri daripada perusahaan dalam bekerja. Hal ini membuat mereka heran akan perlakuan-perlakuan yang dilakukan oleh orang Jepang. Mereka menertawakannya lalu memakinya.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Apa yang digambarkan di film memang bisa saja tidak sama persis dengan fakta sebenarnya karena film mengambil perbandingan untuk dua kondisi ekstrem dan tentu saja ada unsur komersialisasi yang wajib diperhitungkan. Tapi setidaknya kita dapat gambaran umum akan dua tipe pekerja tim, "Jepang" dan "Amerika".&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Lain halnya dengan yang kualami di dunia nyata. Belakangan ini aku tergabung dalam dua tim yang berbeda. Di satu tim, aku bertindak sebagai penggerak utama walau tidak pernah dirundingkan untuk menjadi seperti itu. Di tim yang lain, aku hanya berperan sedikit saja mereka, bahkan cenderung nihil.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Kontribusi butuh pengorbanan, loyalitas apalagi. Masalahnya sejauh mana kita harus memberikan kontribusi dan loyalitas tersebut kepada tim kita?&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Akhirnya banyak orang yang menggiring jawabannya ke arah prioritas. Sebuah jawaban yang justru akan membuatku semakin bertanya tentang dasar-dasar apa yang membuat kita menentukan prioritas.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Sejauh yang kutahu, hidup ini butuh tujuan, dan tujuan itulah yang membuat kita mau berbuat ini dan itu. Sejauh mana kau mau berikan kontribusimu adalah sejauh kontribusimu dapat membantu mencapai tujuanmu. Sejauh mana kau mau berikan loyalitasmu adalah sejauh loyalitasmu dapat membantu mencapai tujuanmu.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Banyak orang berpendapat seluas lautan, berkoar-koar tentang tim, tapi yang dilakukan nihil. Wajar saja. Mungkin itu tidak membantunya mencapai tujuannya.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Orang lain memang seringkali menjadi masalah ketika kita bekerja sebagai tim, tapi kita sering lupa kalau masalah tersebut bakal menjadi lebih besar lagi jika kita hanya bekerja sendiri.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Kontribusi atau loyalitas atau kotoran kambing apapun. Cukup hargai saja timmu. Berikan respek terhadap setiap anggota. Tak usah banyak berkoar-koar karena nasehat lebih efektif jika disampaikan tanpa ucapan.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Yang dibutuhkan tim hanyalah kesadaran untuk saling respek.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1706274943665607114-851497346904550078?l=ghazibinarandi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ghazibinarandi.blogspot.com/feeds/851497346904550078/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1706274943665607114&amp;postID=851497346904550078' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1706274943665607114/posts/default/851497346904550078'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1706274943665607114/posts/default/851497346904550078'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ghazibinarandi.blogspot.com/2009/12/tim.html' title='Tim'/><author><name>Ghazi Binarandi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14814201396919309493</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_6aO3abyY-H8/SsZESW5XSvI/AAAAAAAAABM/VpFE5b620zo/S220/DSC_0762.JPG'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1706274943665607114.post-3274660799681620171</id><published>2009-10-02T21:41:00.005+07:00</published><updated>2009-10-03T01:27:11.237+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Catatan'/><title type='text'>Media Galau: Musik dan Kopi</title><content type='html'>Kopi. Kafein dan begadang. Terjaga karena kondisi fisik yang dipaksa insomnia. Salah satu cara untuk menikmati kesunyian malam dan terlarut dalam kesendirian yang mendalam. Kopi yang juga bisa menumbuhkan inspirasi. Berbagai ide gila bisa bermunculan dari sana. Mulai dari membuat parasut dari sprei hotel sampai menggunakan obeng untuk membersihkan lubang hidung. Entah ide ini muncul karena pengaruh kafein pada kopi atau karena kondisi tidur-ayam yang sedang dialami. Kondisi tidur-ayam memang memungkinkan manusia untuk menjadi lebih terbuka dalam menemukan ide-ide brilian. Ataukah kondisi tidur-ayam ini disebabkan dari insomnia-yang-dipaksakan akibat kafein?&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Kopi. Pahit dan rasa-rasa tambahan lainnya. Pahit harus ada dalam kopi. Kalau kopi tidak pahit, status kekopiannya perlu dipertanyakan. Pahit ini ada dalam berbagai macam kadar. Mulai dari yang cuma muncul sepersekian detik saja di lidah sampai pahit yang bisa membuat seekor tikus terkejut. Pahit ini muncul untuk mengingatkan, bahwa dunia ini punya bagian yang tidak mengenakkan. Dan kau harus merasakan itu. Mau-tidak-mau dan suka-tidak-suka. Kau harus merasakannya.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;*&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Musik. Aku mendengarkan Blur, kau mendengarkan Norah Jones. Aku ganti dengan U2, kau &lt;i&gt;shuffle&lt;/i&gt; menjadi Kings of Convenience. Terakhir, kau minta Celine Dion untuk dimainkan. Aku protes. Kauganti permintaanmu menjadi Michael Jackson. Barulah kita bersenandung bersama.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Musik. Temanku bilang bahwa ada musik tertentu yang bisa membunuhmu. Sebegitu menghipnotisnya dia. Sesuatu yang membuat ketagihan sekaligus kecanduan. Dan kalau batas kecanduan sudah terlewati, tinggal tunggu dia untuk menghancurkanmu.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Musik. Gerbang ke dunia lain. Dunia kebebasanmu, sekaligus kamar penjaramu. Labirin pengantarmu, juga kereta penjemputmu. Jalan setapak menuju hutan hujan tropis yang lebat, dan jembatan kayu kecil untuk menyeberang sungai dengan aliran yang bisa membuat perahu kano terberat menjadi terguling.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Musik. Pelampias emosi. Penumpah rasa. Pengantar lamunan.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Musik. Prolog dunia. Karena dunia yang sebenarnya sudah menanti dari tadi.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;*&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Aku mau terbebas sejenak dari jeratan rutinitas duniaku yang kadang membuatku meraung-raung ini. Aku ingin keluar sebentar dari semua ini. Hanya sebentar. Benar-benar hanya sebentar. Kebetulan kopi dan musik bisa mengantarkanku ke gerbang keluarnya. Oh, tidak. Tidak perlu sebuah mariyuana atau lem aibon untuk keluar dari duniaku. Sekali lagi: cukup kopi dan atau musik.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Kopi. Musik.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;i&gt;Banyak pengantar lain yang mampu membawaku sampai ke gerbang keluar sementara dari duniaku ini, namun sayangnya kebanyakan dari mereka tidak menjemputku lagi sehingga aku bermain di luar terlalu lama.&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1706274943665607114-3274660799681620171?l=ghazibinarandi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ghazibinarandi.blogspot.com/feeds/3274660799681620171/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1706274943665607114&amp;postID=3274660799681620171' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1706274943665607114/posts/default/3274660799681620171'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1706274943665607114/posts/default/3274660799681620171'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ghazibinarandi.blogspot.com/2009/10/alat-galau-musik-dan-kopi.html' title='Media Galau: Musik dan Kopi'/><author><name>Ghazi Binarandi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14814201396919309493</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_6aO3abyY-H8/SsZESW5XSvI/AAAAAAAAABM/VpFE5b620zo/S220/DSC_0762.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1706274943665607114.post-21213825419819544</id><published>2009-06-02T13:05:00.003+07:00</published><updated>2009-06-02T13:30:24.348+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Catatan'/><title type='text'>Lukisan Abstrak</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://upload.wikimedia.org/wikipedia/en/2/29/Newman-Onement_1.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 265px; height: 450px;" src="http://upload.wikimedia.org/wikipedia/en/2/29/Newman-Onement_1.jpg" border="0" alt="" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;Setiap benda di ruangan itu mahal tak ternilai. Membelinya sama saja dengan menyerahkan separuh dari seluruh harta kekayaanmu. Padahal benda-benda itu tidak punya fungsi apa-apa. Hanya saja sebagian orang menganggapnya indah.&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;"Yang ini menggambarkan kesedihan."&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Kulihat gambarnya. Sebuah patung batu yang bentuknya menyerupai seorang manusia yang sedang meraung sambil berlutut. &lt;span class="Apple-style-span" style="font-style: italic;"&gt;Mungkin pembuatnya menemukan barang ini dari kali di depan rumahnya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;"Kalau yang ini tentang kemurahhatian."&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Kali ini sebuah lukisan. Isinya tentang seorang anak kecil yang membantu seorang nenek yang sedang sakit. &lt;span class="Apple-style-span" style="font-style: italic;"&gt;Anak kecil itu adalah cucunya, justru kurang ajar namanya kalau cucu itu tidak menolong neneknya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;"Atau mungkin Anda tertarik dengan yang ini."&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Lukisan lagi. Gambarnya tidak jelas. Mungkin ini yang disebut orang sebagai gambar abstrak yang katanya hanya bisa dimengerti oleh orang-orang tertentu saja. Lalu kenapa benda seperti ini diperlihatkan ke umum? Toh, yang bisa menikmatinya hanya kalangan tertentu saja!&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;"Memangnya ini gambar apa?"&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;"Ini namanya seni abstrak, Pak. Sebuah seni yang benar-benar mengutamakan kebebasan berkarya sehingga referensi yang dipakai di sana berbeda dengan referensi di dunia nyata."&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;"Oke, aku tahu itu. Namun apa artinya gambar ini?"&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;"Ini adalah gambar tentang sebuah kebahagiaan. Sebuah perasaan yang meluap-luap yang dinantikan oleh siapapun juga."&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;"Apa bentuk kebahagiaan itu?"&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;"Di dalam seni abstrak tidak dijelaskan hal yang seperti itu. Segalanya dipandang dengan cara yang sangat umum."&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Aku mengangguk. "Oke, itu semua sudah cukup."&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Kebahagiaan itu seharusnya tecermin dari gambar itu. Gambar dengan goresan goren tinta yang mengarah ke luar. Cukup menegaskan bahwa pembuatnya tidak punya niat menggambar sebuah bangunan.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Mungkin yang namanya kebahagiaan memanglah abstrak. Kalau yang lain bisa dicontohkan dari kondisi riil yang benar-benar ada di dunia ini.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Aku berjalan keluar dari pameran tersebut. Meninggalkan semua karya seni bernilai tinggi yang siap dibeli oleh jutawan-jutawan dari seantero dunia.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-style: italic;"&gt;Lukisan itu betul. Kebahagiaan memang abstrak.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;_&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Sumber gambar: Barnett Newman, &lt;span class="Apple-style-span" style="font-style: italic;"&gt;Onement1&lt;/span&gt;.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1706274943665607114-21213825419819544?l=ghazibinarandi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ghazibinarandi.blogspot.com/feeds/21213825419819544/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1706274943665607114&amp;postID=21213825419819544' title='4 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1706274943665607114/posts/default/21213825419819544'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1706274943665607114/posts/default/21213825419819544'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ghazibinarandi.blogspot.com/2009/06/lukisan-abstrak.html' title='Lukisan Abstrak'/><author><name>Ghazi Binarandi</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_iAVSjyKnELc/SYHVilPWNjI/AAAAAAAAAGo/k9Xh8Q8MgxM/S220/DSC_0884.JPG'/></author><thr:total>4</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1706274943665607114.post-670137672524648840</id><published>2009-05-26T22:09:00.004+07:00</published><updated>2009-05-26T22:43:56.908+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Maktub'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Renungan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Catatan'/><title type='text'>Monopoli Kehidupan</title><content type='html'>Aku melangkah tiga petak. Sebuah "kesempatan". Lama aku berdiam diri seraya berdoa dalam hati agar "kesempatan" ini adalah sesuatu yang baik. &lt;span class="Apple-style-span" style="font-style: italic;"&gt;Aku benar-benar butuh uang.&lt;/span&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Terlalu lama aku membuat mereka menunggu. Sudah, kubuka saja kartu itu.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Entah kenapa tiba-tiba pandanganku buyar. Untuk sesaat aku tidak bisa melihat dengan jelas.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Ketika pandanganku pulih kembali, yang kulihat ialah sebuah tulisan "ONGKOS PERBAIKAN JALAN, BAYAR KE BANK $250". Hancur sudah segalanya.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-style: italic;"&gt;Aku resmi bangkrut&lt;/span&gt;, lirihku dalam hati.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;*&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Ini adalah minggu berikutnya. Permainan dimulai kembali dari awal.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-style: italic;"&gt;Aku harus menerapkan strategi yang berbeda&lt;/span&gt;, ujarku dalam hati. &lt;span class="Apple-style-span" style="font-style: italic;"&gt;Kali ini akulah yang menang.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Dadu mulai digulirkan. Bidak mulai bergeser. Langkah demi langkah. Petak demi petak. Hingga semua orang terlarut dalam kebahagiaan yang dibawa oleh permainan klasik tersebut.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Nama permainan ini adalah Monopoli. Orang yang dianggap menang di sini adalah orang yang mampu memonopoli seluruh lahan yang ada dalam papan permainan.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Menjadi penguasa tunggal.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Dibutuhkan strategi ekstra untuk saling mengalahkan karena pada dasarnya setiap orang punya modal yang sama. Kecuali faktor &lt;span class="Apple-style-span" style="font-style: italic;"&gt;luck&lt;/span&gt;. Yang satu itu memang sulit diperhitungkan.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Akan tetapi, terkadang faktor &lt;span class="Apple-style-span" style="font-style: italic;"&gt;luck&lt;/span&gt;-lah justru yang menjadi penentu siapa yang menjadi pemenang.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Pemenang yang ditentukan dari keberuntungan. Penguasa tunggal yang beruntung.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Guliran dadu, setiap tindakan yang dipilih, isi dari setiap "kesempatan" yang didapatkan. Semuanya penentu kemenangan. Semuanya ditentukan oleh &lt;span class="Apple-style-span" style="font-style: italic;"&gt;luck&lt;/span&gt; tersebut. Yang--sepertinya--segalanya telah tertulis dan tinggal menunggu untuk terjadi.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Andai saja kehidupan ini tidak serumit ini. Yang bisa diandalkan melalui &lt;span class="Apple-style-span" style="font-style: italic;"&gt;luck&lt;/span&gt; saja.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Namun, bagaimana kalau ternyata kehidupan ditentukan oleh faktor &lt;span class="Apple-style-span" style="font-style: italic;"&gt;luck&lt;/span&gt; saja? Apakah itu akan memberikan hasil yang lebih baik?&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Tidak ada jerih payah, yang ada hanyalah judi dan tebak-tebakan. Taruhan menjadi lapangan pekerjaan bagi setiap orang dan &lt;span class="Apple-style-span" style="font-style: italic;"&gt;pachinko&lt;/span&gt; adalah alternatif yang lain. Tidak ada lagi yang tertarik kuliah. Tidak ada lagi yang mau menjadi dokter.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Tidak ada dokter? Bagaimana dengan yang sakit?&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Semua dari mereka disembuhkan dengan obat yang diramu dengan perhitungan asal-asalan. Kalau nasib baik sedang datang berarti orang itu sembuh. Nyawa juga bergantung keberuntungan.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Kehidupan ini menjadi semudah Gladstone Gander dalam berusaha, atau sesial Donal Bebek dalam segala aktivitas.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Pilihan dari segala sesuatu menjadi tinggal dua: mujur atau sial.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Anda dapat yang mana?&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Yang mujur dan yang sial semuanya "telah tertulis".&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;"&lt;span class="Apple-style-span" style="font-style: italic;"&gt;Maktub&lt;/span&gt;," ujarku sambil teringat kata-kata seorang pujangga.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1706274943665607114-670137672524648840?l=ghazibinarandi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ghazibinarandi.blogspot.com/feeds/670137672524648840/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1706274943665607114&amp;postID=670137672524648840' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1706274943665607114/posts/default/670137672524648840'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1706274943665607114/posts/default/670137672524648840'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ghazibinarandi.blogspot.com/2009/05/monopoli-kehidupan.html' title='Monopoli Kehidupan'/><author><name>Ghazi Binarandi</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_iAVSjyKnELc/SYHVilPWNjI/AAAAAAAAAGo/k9Xh8Q8MgxM/S220/DSC_0884.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1706274943665607114.post-4361186127942026991</id><published>2009-04-11T01:01:00.003+07:00</published><updated>2009-05-03T03:00:31.714+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Fiksi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Catatan'/><title type='text'>Musisi Jazz</title><content type='html'>Aroma kopi, wangi parfum, dan bau keringat.&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Ketiga elemen bebauan itu silih berganti terhirup oleh hidungku. Untung di ruangan ini tidak diperbolehkan merokok, jadi tak sedikitpun asap rokok terhirup di sini.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Kedai kopi ini terasa terlalu sempit, walaupun ini adalah kedai kopi terbesar di daerah sini. Pengunjungnya selalu membludak. Itulah penyebab kenapa ruangan yang besar ini menjadi terasa sekecil kandang ayam broiler.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Aku mengobrol dengan temanku. Topiknya masalah politik. Aku dan temanku suka dengan topik itu. Hanya pada topik ini kami bisa dengan suka hati mencela orang sepuas kami. Siapapun itu. Tak peduli kepada fakta bahwa dia adalah mantan presidenmu.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Di kedai kopi itu aku tidak memesan kopi sama sekali. Yang kupesan hanyalah sepotong &lt;span class="Apple-style-span" style="font-style: italic;"&gt;croissant&lt;/span&gt; dan segelas air mineral. Aku tak suka kopi.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Kupanggil seorang pelayan muda, "Hei, Mas!"&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;"Dia minta kopi, Mas," ledek temanku.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;"Enak saja," sahutku sambil terkekeh. "Aku minta &lt;span class="Apple-style-span" style="font-style: italic;"&gt;croissant&lt;/span&gt; satu lagi. Tampaknya satu tak bisa menggenapi malam ini."&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;*&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Senda gurau, gelak tawa, dan alunan musik.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Musik jazz.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Kedai kopi ini selalu menampilkan musisi-musisi jazz tua di hari Jumat mereka. Ini menjadi semacam magnet bagi mereka yang benar-benar pencinta jazz atau bagi mereka yang kangen akan masa muda mereka.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Aku tak begitu mengerti keindahan musik. Biasanya yang membuat aku menyukai sebuah lagu adalah liriknya, bukan musiknya yang mengalun dengan indah.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Tapi musik jazz selalu terdengar berbeda di telingaku.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;*&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Si pianis jazz tua baru saja menyelesaikan sebuah lagu yang langsung disudahi dengan riuh tepuk tangan penonton yang membahana di kedai kopi itu. Ia langsung menyambar &lt;span class="Apple-style-span" style="font-style: italic;"&gt;microphone&lt;/span&gt;-nya dan berbicara beberapa patah kata. Suaranya serak, ternyata seraknya yang timbul di suaranya ketika bernyanyi itu tidak dibuat-buat.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;"Piano ini bukan sembarang piano," ujarnya. "Piano ini punya nama."&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Salah seorang dari penonton nekat menceletuk, "Ada akte kelahirannya tidak?"&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Dan seketika seisi kedai menjadi penuh dengan gelak tawa. Si pianis tua tampak puas. Respon dari penonton memang selalu dia harapkan. Dia tak suka jika harus tampil di depan penonton yang hanya duduk manis tanpa memberi respon apa-apa. Suasana seperti ini memang sesuai dengan rencananya.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;"Aktenya belum kuurus," canda si pianis tua, disambut dengan koor tawa susulan, "dan tentu saja tak akan kuurus. Piano ini tak butuh akte untuk mendaftar ke Perguruan Tinggi atau melamar kerja!"&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Penonton makin terpingkal-pingkal dengan segala lelucon ini.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;"Sudah berhenti dulu guyonannya, mari kembali ke topik nama piano ini," kata si pianis tua. "Aku yang memberikan piano ini sebuah nama. Namanya Ludwig, terinspirasi dari nama seorang legenda, Ludwig van Beethoven. Padahal Beethoven tidak bermain jazz."&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Riuh tawa terdengar lagi.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;"Ludwig hanya pernah dimainkan olehku selama masa hidupnya."&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Sekarang kedai itu berubah menjadi senyap. Si pianis mulai berbicara serius.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;"Dan hari ini, sejarah itu akan berubah. Seseorang--selain aku tentunya--akan memainkan Ludwig. Dan ini adalah pertama kalinya tuts-tuts seksi Ludwig bakal dijamahi oleh jemari-jemari manis yang bukan milikku."&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Para penonton menyimak dengan sangat antusias. Tentunya orang yang akan ditunjukkan si pianis pasti adalah orang yang luar biasa.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;"Langsung saja kita sambut pianis baru kita, Dik Hadi!"&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Riuh tepuk tangan kembali meledak. Mereka semua penasaran dengan yang dinamakan Dik Hadi.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Dik Hadi naik ke panggung. Ia mengenakan celana kakhi abu-abu, kemeja putih, dan sepatu hitam yang tampak baru saja disemir. Rambutnya disisir klimis dan matanya hanya fokus pada satu arah, entah ke mana arah yang ia tatap. Dan--astaga--dia berjalan dipapah, ia buta!&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Seketika setiap pengunjung di kedai kopi tersebut sadar akan kebutaan dari Dik Hadi tanpa perlu diberitahu. Dik Hadi langsung duduk di atas kursi Ludwig dan langsung mengelus-elus setiap bagian dari Ludwig.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Tiba-tiba musik dimulai. Komando benar-benar ada pada Dik Hadi. Drummer, saksofonis, bassis, serta gitaris itu benar-benar mencermati setiap alunan nada yang teruntai dari Ludwig.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Dan malam itu menjadi sangat luar biasa bagi setiap pengunjung kedai kopi itu. Semua merasa terhibur akan permainan jazz pimpinan Dik Hadi. Tak peduli apakah dia penikmat jazz atau bukan, setiap orang pasti setuju bahwa Dik Hadi bermain luar biasa malam itu. Atau malah mungkin di setiap malam.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;*&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Yang ada di pikiran setiap pengunjung kedai kopi itu setelah penampilan Dik Hadi hanyalah kekaguman. Dan semuanya pun menjadi berpikir tentang kebesaran Tuhan. Bagaimana seorang buta bisa menjadi seorang dewa jazz yang tak tertandingi.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Semua berpikir tentang segala usaha yang ditempuh Dik Hadi hingga sampai pada tahap ini. Pastilah itu sangat berat.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Dik Hadi memang luar biasa. Dan semua orang menjadi tersadar bahwa selama ini yang mereka lakukan belum ada apa-apanya. Mereka semua masih terlalu banyak mengeluh. Mereka semua hanya menuntut segala yang instan.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Mereka semua belum setegar Dik Hadi.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Dan Dik Hadi telah resmi mengubah tiap orang di kedai kopi tersebut sejak malam itu.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1706274943665607114-4361186127942026991?l=ghazibinarandi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ghazibinarandi.blogspot.com/feeds/4361186127942026991/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1706274943665607114&amp;postID=4361186127942026991' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1706274943665607114/posts/default/4361186127942026991'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1706274943665607114/posts/default/4361186127942026991'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ghazibinarandi.blogspot.com/2009/04/musisi-jazz.html' title='Musisi Jazz'/><author><name>Ghazi Binarandi</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_iAVSjyKnELc/SYHVilPWNjI/AAAAAAAAAGo/k9Xh8Q8MgxM/S220/DSC_0884.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1706274943665607114.post-1199700814131292520</id><published>2009-03-28T22:50:00.003+07:00</published><updated>2009-03-28T22:56:54.995+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Catatan'/><title type='text'>Catatan Singkat dari Rumah Sakit</title><content type='html'>Rumah sakit berbeda dari tempat-tempat lainnya.&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Kata dosenku, bangunan rumah sakit harus selalu lebih kokoh daripada bangunan lainnya. Karena jika terjadi bencana, rumah sakit harus tetap berdiri tegar agar tetap dapat melayani korban-korban yang pastinya akan banyak membutuhkan perawatan medis.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Rumah sakit bisa dianggap sebagai penolong. Atau rumah sakit adalah penyelamat dari maut. Tapi tolong pernyataan ini jangan disalahartikan.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Rumah sakit juga bisa jadi dewa kematian. Buktinya banyak yang mati di sini.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Suasananya pun seringkali mendukung. Sunyi. Sepi. Atau gelap. Kecuali rumah sakit mahal atau rumah sakit untuk orang-orang kaya.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;*&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Hari ini aku berada di rumah sakit dan merasakan suasana yang berbeda di sini. Rumah sakit memang berbeda.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Tapi aku menikmatinya.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1706274943665607114-1199700814131292520?l=ghazibinarandi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ghazibinarandi.blogspot.com/feeds/1199700814131292520/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1706274943665607114&amp;postID=1199700814131292520' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1706274943665607114/posts/default/1199700814131292520'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1706274943665607114/posts/default/1199700814131292520'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ghazibinarandi.blogspot.com/2009/03/catatan-singkat-dari-rumah-sakit.html' title='Catatan Singkat dari Rumah Sakit'/><author><name>Ghazi Binarandi</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_iAVSjyKnELc/SYHVilPWNjI/AAAAAAAAAGo/k9Xh8Q8MgxM/S220/DSC_0884.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1706274943665607114.post-5993065145860681165</id><published>2009-03-15T05:07:00.004+07:00</published><updated>2009-03-15T05:53:56.169+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Negeri Senja'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Catatan'/><title type='text'>Catatan di Negeri Senja: Enam Bulan</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_iAVSjyKnELc/Sbw1fVRms0I/AAAAAAAAAHY/QTDXaK4PRRY/s1600-h/inside-the-cave-pinoltepec.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 151px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_iAVSjyKnELc/Sbw1fVRms0I/AAAAAAAAAHY/QTDXaK4PRRY/s200/inside-the-cave-pinoltepec.jpg" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5313180472793543490" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Negeri Senja memang penuh dengan kejutan.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Sudah sekitar enam bulan kami bertahan di Negeri Senja. Makanan kami dapatkan dengan cara berburu. Akhir-akhir bahkan kami sudah mulai mencoba menanam ubi-ubian. Pohon di Negeri Senja cukup sedikit. Itu sempat menjadi masalah buat kami karena kami tidak bisa membangun tempat peristirahatan karenanya. Untungnya ada gua-gua besar yang terletak di pesisir yang letaknya membelakangi laut. Menjadikannya sedikit lebih aman karena ombak menjadi terhalang dan tidak bisa masuk.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Katanya kebutuhan primer manusia itu ada tiga: sandang, pangan, papan. Tinggal sandang yang belum kita bahas. Selama ini kita memang sedikit bermasalah dengan hal itu. Terkadang kami mencoba membuat pakaian dari kulit rusa yang kami buru. Tapi satu rusa hanya bisa menghasilkan dua pakaian saja. Terkadang tiga. Sedangkan jumlah kami cukup banyak. Dan rusa di Negeri Senja jarang sekali ditemukan. Kami juga pernah mencoba membuat pakaian dari dedaunan, cukup efektif walau sedikit rapuh. Akhirnya pakaian seadanya yang kita bawa itulah yang benar-benar menjadi pegangan kami.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Negeri Senja tidak seburuk yang kubayangkan. Memang di sini tidak bisa menonton televisi atau memakan makanan seenaknya. Tapi itu membuatmu lebih menikmati perjuangan dalam hidup.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Dan lama kelamaan--secara mengejutkan--aku merasa mulai mencintai Negeri Senja. Tidak. Aku memang sudah jatuh cinta dengan Negeri Senja.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Orang-orang yang ikut dengan kereta api ke Negeri Senja itu juga semuanya jauh lebih menyenangkan dari bayanganku sebelumnya. Awalnya aku mengira orang-orang yang pergi ke Negeri Senja itu adalah orang-orang yang sudah tidak punya semangat hidup sehingga mereka semua mencoba memalingkan diri dari kehidupan nyata dan beralih kepada kehidupan yang baru.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Total jumlah kami semua ada seratus enam orang. Penumpang lima gerbong kereta api menuju Negeri Senja. Hingga akhirnya benar-benar terdampar di Negeri Senja.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Di antara kami ada seorang pemimpin yang kami pilih secara aklamasi. Namanya Grot. Tapi itu bukan nama sebenarnya, nama aslinya Sigit. Memang banyak sekali orang yang memilih untuk mengganti nama mereka ketika di Negeri Senja. Alasan mereka bervariasi, tapi yang jelas semuanya seakan menunjukkan bahwa "ini adalah kehidupan baru kami, seharusnya kami juga meninggalkan segala sesuatu yang lama, termasuk nama". Aku sendiri memilih untuk menggunakan nama asliku.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Grot berasal dari daerah pinggiran ibukota. Rumahnya merupakan permukiman liar di pinggir suatu sungai. Dulu pekerjaannya adalah guru yang merangkap sekaligus sebagai tukang ojek dan tukang cukur rambut. Tiga pekerjaan ini dia ambil bukan karena dia gila bekerja atau karena dia mata duitan. Ini memang dilakukannya untuk memenuhi kebutuhannya sehari-hari. Maklumlah, dia punya delapan anak. Awalnya dia adalah seorang pria yang mencintai keluarganya dengan amat sangat. Tapi ketika istrinya ingin kawin lagi dan menuntut cerai semuanya menjadi berubah. Ia kecewa bukan main. Dan sialnya lagi hak asuh anaknya malah jatuh ke tangan mantan istrinya. Kasihan Grot. Makanya ia memutuskan untuk pergi ke Negeri Senja.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Grot badannya tinggi kekar. Tapi lemah di hadapan wanita. Sudah berkali-kali ia ditinggal wanita dan tidak berani melawan apa-apa. Tapi satu kelebihan utama dari Grot, ia adalah seorang pembaca situasi yang ulung. Hampir tiap keputusannya adalah memang jalan yang terbaik yang bisa dia ambil. Makanya kami semua merasa beruntung telah menjadikkannya sebagai pemimpin, atau Pengarah--begitu kami menyebutnya.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Grot selalu ramah kepada siapapun dan kenal baik dengan setiap orang. Ia juga punya satu kelebihan istimewa, ia dapat menghafal setiap detil kejadian dalam jangka waktu yang lama. Kemampuan ini diakuinya sudah dimilikinya sejak remaja.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Negeri Senja masih menyimpan banyak orang lagi, dengan keunikannya masing-masing. Dan mereka semua mencoba untuk bertahan hidup di alam ganas Negeri Senja.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:small;"&gt;*gambar diambil dari johnbokma.com&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1706274943665607114-5993065145860681165?l=ghazibinarandi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ghazibinarandi.blogspot.com/feeds/5993065145860681165/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1706274943665607114&amp;postID=5993065145860681165' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1706274943665607114/posts/default/5993065145860681165'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1706274943665607114/posts/default/5993065145860681165'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ghazibinarandi.blogspot.com/2009/03/catatan-di-negeri-senja-enam-bulan.html' title='Catatan di Negeri Senja: Enam Bulan'/><author><name>Ghazi Binarandi</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_iAVSjyKnELc/SYHVilPWNjI/AAAAAAAAAGo/k9Xh8Q8MgxM/S220/DSC_0884.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_iAVSjyKnELc/Sbw1fVRms0I/AAAAAAAAAHY/QTDXaK4PRRY/s72-c/inside-the-cave-pinoltepec.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1706274943665607114.post-3556241999206620185</id><published>2009-03-14T15:43:00.005+07:00</published><updated>2009-03-14T16:28:19.534+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Sastra'/><title type='text'>Cukup Tunjukkan Padaku</title><content type='html'>&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:medium;"&gt;Tunjukkan padaku alasan mengapa membunuh itu salah. Atau jangan harap kau masih bisa menghisap cerutu itu sepuluh detik lagi. Aku hanya ingin tahu, dan katanya keingintahuan bukanlah dosa. Memang membunuh itu dosa, tapi kalau kau saja tak bisa memberikanku alasan kenapa itu menjadi dosa, aku bisa jadi ragu. Kau adalah kunci dari kehidupanmu sendiri.&lt;/span&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:medium;"&gt;Tunjukkan padaku alasan mengapa menolong itu benar. Aku tahu jawabannya, tapi aku hanya ingin tahu jawaban darimu.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Tunjukkan padaku alasan mengapa anak kecil tidak suka makan. Dan mengapa tanpa sadar mereka akan menjadikan makan sebagai tujuan utama mereka di setiap harinya ketika mereka sudah dewasa kelak? Apakah ini pengaruh orang tua yang sudah menjadi tradisi turun temurun? Apakah nurani manusia awalnya berkata bahwa makan itu salah, sebelum para orang tua mencekoki mereka dengan berbagai perintah bahwa makan itu harus? Sehingga makan menjadi kebutuhan manusia yang paling utama? Bahkan melebihi seks.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Tunjukkan padaku alasan mengapa menuntut ilmu itu perlu? Orang memang bisa membuat pesawat atau membangun jembatan setelah menuntut ilmu. Tetapi bukannya dengan menuntut ilmu mereka juga jadi bisa membuat bom atom dan tank untuk saling membunuh? Siapa yang bisa jamin setiap orang yang menuntut ilmu itu baik semua?&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Tunjukkan padaku alasan mengapa kita semua diwajibkan ke dokter setelah sakit? Memangnya dokter tahu segalanya? Bukankah dokter biasanya bakal memberi obat kepada kita padahal sebenarnya obat itu adalah racun? Bagaimana kalau perkiraan si dokter itu salah? Tidak percayakah kita akan sistem kekebalan yang dimiliki tubuh kita?&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Tunjukkan padaku alasan mengapa orang menciptakan pemanas selagi kayu bakar masih bisa dipergunakan. Mengapa orang menciptakan internet ketika dunia nyata saja masih terlalu luas untuk ditelusuri tiap tempatnya.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Tunjukkan padaku alasan mengapa orang menggunakan mobil ketika jarak yang ditempuhnya hanya sepanjang dua puluh tombak. Atau mengapa orang selalu menggunakan parfum padahal mereka tahu keringat akan menyamarkan bau parfum mereka itu nantinya.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Tujukkan padaku alasan mengapa cantik itu putih, tinggi, dan berambut panjang. Mengapa pula orang-orang memperdulikan itu.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Tunjukkan padaku alasan mengapa orang-orang berebut ingin menjadi presiden. Padahal pekerjaan itu hanya akan menguras banyak tenaga dengan taruhan tanggung jawab yang tinggi pula.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Tunjukkan padaku alasan mengapa menyendiri itu salah? Padahal banyak hal yang bisa ditemukan setelah menyendiri.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Tunjukkan padaku alasan mengapa orang-orang ingin pergi ke bulan. Aku juga ingin pergi ke bulan, tapi kalau tawaran itu datang padaku sekarang juga pasti akan kutolak.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Tunjukkan padaku alasan mengapa harimau itu buas dan ular itu berbahaya. Mereka hanya tidak tahu dan menganggapmu sebagai gangguan. Kalau kau membunuh mereka karena mereka menyerangmu seharusnya kau yang salah. Mereka punya otak, tapi tak punya akal. Kau punya keduanya.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Tunjukkan padaku alasan mengapa perang selalu terjadi di sana sini. Mengapa mereka tidak bosan-bosannya membunuh. Bahkan untuk alasan loyalitas pada negara. Sepenting itukah mengabdi kepada sesuatu yang hanya berbuat kerusakan?&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:large;"&gt;Tunjukkan padaku alasan mengapa mencintai itu penting. Aku yakin bakal banyak jawaban dari pertanyaan ini.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Tunjukkan padaku isi hatimu. Agar aku tahu. Agar aku mengerti. Agar aku bisa turut merasa.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Aku ingin turut hadir di sana.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1706274943665607114-3556241999206620185?l=ghazibinarandi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ghazibinarandi.blogspot.com/feeds/3556241999206620185/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1706274943665607114&amp;postID=3556241999206620185' title='5 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1706274943665607114/posts/default/3556241999206620185'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1706274943665607114/posts/default/3556241999206620185'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ghazibinarandi.blogspot.com/2009/03/cukup-tunjukkan-padaku.html' title='Cukup Tunjukkan Padaku'/><author><name>Ghazi Binarandi</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_iAVSjyKnELc/SYHVilPWNjI/AAAAAAAAAGo/k9Xh8Q8MgxM/S220/DSC_0884.JPG'/></author><thr:total>5</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1706274943665607114.post-84945932874609008</id><published>2009-02-13T16:45:00.002+07:00</published><updated>2009-02-13T17:04:46.623+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Catatan'/><title type='text'>Tidur Total</title><content type='html'>&lt;div&gt;Tidurku pulas sekali.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;Malam ini aku tidur pulas sekali. Sudah lama aku tidak tidur layaknya malam ini. Malam ini aku tidur "hingga habis". Tidak ada bekas-bekas mimpi yang belum tuntas. Tidak ada sisa rasa kantuk yang terus merasuk. Tidak ada kelopak mata yang dibuka dengan paksa. Aku bangun secara suka rela.&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Setiap &lt;span class="Apple-style-span" style="font-style: italic;"&gt;homunculus&lt;/span&gt; di kepala berhenti bekerja, hanya cukup menayangkan secara asal setiap memori yang bisa terbuka di kepalaku. Hingga aku merasakan mimpi. Kilasan memori random. Seperti perintah &lt;span class="Apple-style-span" style="font-style: italic;"&gt;shuffle&lt;/span&gt;.&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Malam ini aku tidur pulas sekali. Sudah lama aku tidak tidur layaknya malam ini. Aku tidur tanpa beban. Bangun dengan kesiapan untuk memulai hari yang baru. Sebuah hari lain yang baru.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Malam ini aku tidur pulas sekali. Walaupun aku tidur hanya sebentar, tapi aku merasa itu sudah lebih dari semestinya. Sebuah tidur yang "bernilai".&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Malam ini aku tidur pulas sekali. Sudah lama aku tidak bangun karena aku sudah selesai tidur. Belakangan ini aku selalu bangun karena deringan alarm yang memaksaku begitu. Hingga pagiku kuawali dengan gerutu.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Malam ini aku tidur pulas sekali. Dan itu bukan berarti tanpa konsekuensi sama sekali.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Aku nyaris telat Kelas Kimia hari ini.&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1706274943665607114-84945932874609008?l=ghazibinarandi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ghazibinarandi.blogspot.com/feeds/84945932874609008/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1706274943665607114&amp;postID=84945932874609008' title='3 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1706274943665607114/posts/default/84945932874609008'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1706274943665607114/posts/default/84945932874609008'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ghazibinarandi.blogspot.com/2009/02/tidur-total.html' title='Tidur Total'/><author><name>Ghazi Binarandi</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_iAVSjyKnELc/SYHVilPWNjI/AAAAAAAAAGo/k9Xh8Q8MgxM/S220/DSC_0884.JPG'/></author><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1706274943665607114.post-498761804201645285</id><published>2008-12-31T21:50:00.002+07:00</published><updated>2008-12-31T21:58:20.868+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Renungan'/><title type='text'>Tahun Baru, Apalagi yang Baru?</title><content type='html'>&lt;span class="Apple-style-span" style=" white-space: pre-wrap; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: arial;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;Hari ini aku mendengar banyak bunyi terompet ditiup. Semakin malam, semakin sering. Wajar saja. Orang-orang sedang merayakan pergantian tahun.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style=""&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: arial;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style=" white-space: pre-wrap;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: arial;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style=" white-space: pre-wrap; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: arial;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;Menjelang pergantian tahun ini aku mendadak punya sebuah pikiran yang tak pernah terlintas di benakku sebelumnya. Dan sebagian di antaranya akan kubagikan pada kalian yang ingin ikut berpikir bersamaku.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style=" white-space: pre-wrap;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: arial;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style=" white-space: pre-wrap; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: arial;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;Pergantian tahun ada karena adanya kalender, sedangkan kalender adalah sebuah produk manusia. Jika kalender tidak ada maka apa yang akan terjadi? Dan pikiranku itu langsung berakar menjadi bermacam-macam ide, filosofi, khayalan, gagasan, lamunan, ataupun guyonan.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style=""&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: arial;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style=" white-space: pre-wrap;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: arial;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style=" white-space: pre-wrap; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: arial;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;*&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style=" white-space: pre-wrap; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: arial;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;Aku membayangkan masa-masa awal berdirinya manusia di muka bumi ini. Aku tidak bilang ini cerita tentang Nabi Adam, tapi ini lebih ke arah cerita tentang manusia-manusia purbakala yang sering diceritakan di buku sejarah sebagai "nenek moyang" manusia modern. Mereka belum mengenal tulisan atau aksara. Mereka makan dengan berburu. Tempat tinggal mereka selalu berpindah-pindah (karena hewan buruan mereka lama kelamaan akan habis). Dan mereka masih hidup dalam komunitas kecil. Setidaknya itu yang diceritakan oleh buku-buku sejarah dan guru sejarahku.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style=" white-space: pre-wrap;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: arial;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style=" white-space: pre-wrap; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: arial;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;Bisa dibayangkan kehidupan mereka pada saat itu. Tidak ada hukum yang mengikat. Tidak ada aparat yang menindak. Kehidupan mereka masih sangat bebas pada saat itu. Norma, adat, atau ketentuan-ketentuan lainnya tidak mereka kenal. Kecuali mungkin nurani. Jadi tidaklah aneh jika pada saat itu hari demi hari mereka lalui tanpa perjuangan keras demi menggapai apa yang mereka inginkan. Jika ada yang menghalangi apa yang mereka inginkan, jalan keras bisa mereka pergunakan. Ingat, ketiadaan hukum pada saat itu membuat pembunuhan dan tindak kekerasan lainnya menjadi sesuatu yang wajar pada saat itu. Tak perlu belajar keras atau mengasah bakat untuk mendapatkan pasangan hidup atau mencari makan (ini adalah dua tujuan terbesar manusia pada umumnya dalam kehidupan ini, bahkan hingga saat ini). Apalagi volume otak mereka belum sebesar volume otak manusia modern.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style=" white-space: pre-wrap;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: arial;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style=" white-space: pre-wrap; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: arial;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;Ditambah lagi dengan fakta belum adanya kalender dan penunjuk waktu apapun pada saat itu (kecuali matahari, tentu saja mereka sudah bisa membedakan siang dan malam) membuat wajar jika mereka tidak menyadari berjalannya waktu layaknya kita. Mereka melewati hari demi hari, hingga tanpa disadari mereka menjadi semakin tua dan pada saat terakhir mereka mati. Itu saja.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style=" white-space: pre-wrap;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: arial;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style=" white-space: pre-wrap; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: arial;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;*&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style=" white-space: pre-wrap; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: arial;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;Aku mengajak kalian semua untuk loncat ke masa di mana manusia sudah lebih modern. Namun belum mengenal sistem kalender.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style=" white-space: pre-wrap;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: arial;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style=" white-space: pre-wrap; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: arial;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;Di masa ini penunjuk waktu yang berlaku masih belum berubah, hanya matahari yang membawa perubahan antara siang dan malam. Tapi di masa ini mungkin mereka sudah mengenal jam.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style=" white-space: pre-wrap;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: arial;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style=" white-space: pre-wrap; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: arial;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;Tapi keadaan tidak akan banyak berubah. Siang berganti malam. Mereka tidur lalu bangun lagi. Menjalani siang yang akan kembali berganti menjadi malam. Lalu tidur dan bangun. Kembali beraktivitas di siang hari yang akan kembali berjumpa dengan malam. Begitu seterusnya sampai mereka meninggal. Sulit mencari waktu-waktu yang dapat mereka jadikan sebagai momen untuk menetapkan target-target tertentu. Mereka hanya melihat kekuatan fisik sebagai patokan. Mereka mulai bekerja ketika otot-otot mereka membesar. Mereka akan menjadi "ketua suku" atau semacamnya ketika yang tua sudah terlalu lemah dan merasa tak mampu lagi. Dan lama kelamaan mereka juga akan merasa tua dan lemah. Akhirnya jabatan "ketua suku" itu akan mereka wariskan kepada yang lebih muda. Lalu mereka berhenti bekerja karena mulai sakit-sakitan. Hingga akhirnya mereka menemui kematian.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style=" white-space: pre-wrap;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: arial;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style=" white-space: pre-wrap; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: arial;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;Hari demi hari masih dilalui dengan sama. Nyaris konstan.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style=" white-space: pre-wrap;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: arial;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style=" white-space: pre-wrap; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: arial;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;*&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style=" white-space: pre-wrap; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: arial;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;Kali ini dunia kedatangan nama besar seorang Julius Caesar. Seorang pemimpin militer sekaligus politikus Romawi pada saat itu. Ialah orang yang menyebarluaskan pemakaian kalander Julian, yang nantinya akan berkembang hingga menjadi kalender Masehi yang banyak digunakan di seluruh dunia, hingga saat ini.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style=" white-space: pre-wrap;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: arial;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style=" white-space: pre-wrap; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: arial;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;Sedikit atau banyak. Dimanipulasi atau tidak. Namanya tercatat di sejarah sebagai orang yang berperan besar dalam penggunaan kalender di dunia.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style=" white-space: pre-wrap;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: arial;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style=" white-space: pre-wrap; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: arial;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;Kalender sama saja menerjemahkan "bergulirnya waktu" ke dalam bahasa yang dimengerti manusia. Ini membuat manusia menjadi mudah untuk melihat atau memperkirakan kapan mereka menikah, kapan mereka menjadi raja, kapan mereka pensiun, atau kapan mereka akan dihukum mati. Manusia menjadi lebih terbuka dengan waktu.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style=" white-space: pre-wrap;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: arial;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style=" white-space: pre-wrap; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: arial;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;*&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style=" white-space: pre-wrap; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: arial;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;Di sebuah ruangan pribadi seorang direktur perusahaan percetakan di Oslo. Ketika sang direktur menerima sebuah surat di mejanya, ia lantas bertanya kepada asistennya, "Sejak kapan surat ini sampai di mejaku?" Kebetulan sang direktur baru saja pulang setelah pergi untuk kunjungan bisnis ke sebuah daerah di pelosok Norwegia.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style=" white-space: pre-wrap;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: arial;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style=" white-space: pre-wrap; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: arial;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;"Itu sudah ada di sana sejak lima hari yang lalu, Pak," jawab si asisten.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style=" white-space: pre-wrap;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: arial;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style=" white-space: pre-wrap; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: arial;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;Direktur itu mengernyitkan dahinya dan kembali bertanya, "Lima hari yang lalu? Kapan itu?"&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style=" white-space: pre-wrap;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: arial;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style=" white-space: pre-wrap; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: arial;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;"Hari Sabtu, tanggal 23."&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style=" white-space: pre-wrap;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: arial;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style=" white-space: pre-wrap; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: arial;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;"Oh, oke, oke. Itu memang waktunya surat ini sampai," ujar sang direktur. "Coba kau baca ini." Sang direktur menyodorkan surat itu kepada asistennya.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style=" white-space: pre-wrap;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: arial;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style=" white-space: pre-wrap; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: arial;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;Si asisten membaca sejenak isi surat tersebut. "Surat ini meminta anda untuk memberi balasan paling lambat tanggal 8 bulan depan."&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style=" white-space: pre-wrap;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: arial;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style=" white-space: pre-wrap; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: arial;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;"Oke, terima kasih."&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style=" white-space: pre-wrap;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: arial;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style=" white-space: pre-wrap; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: arial;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;Dan berakhirlah percakapan singkat itu.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style=" white-space: pre-wrap;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: arial;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style=" white-space: pre-wrap; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: arial;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;*&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style=" white-space: pre-wrap; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: arial;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;Dialog di atas telah menyadarkan kita betapa berartinya sistem penanggalan pada saat ini. Orang-orang berjanjian, menanyakan waktu, dan memberi instruksi berdasarkan penanggalan tersebut. Tanpa penanggalan yang bisa dilakukan manusia adalah membuat janji "seribu hari lagi" tanpa dapat mengira-ngira dengan pasti kapan sebenarnya "seribu hari lagi". Kau hanya akan bisa menerawang (bahwa seribu hari selama satu hari dikali seribu), tanpa bisa mengetahui pasti bahwa seribu hari lagi akan jatuh pada saat ini, musim ini, dan bertepatan dengan ulang tahun si anu.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style=" white-space: pre-wrap;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: arial;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style=" white-space: pre-wrap; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: arial;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;Detik berganti detik, menit berganti menit. Jam berganti. Hari. Bulan. Tahun. Tahun baru.  Orang biasa merayakan pergantian tahun. Entah hanya bertujuan untuk berhura-hura atau untuk menjadikan tahun baru sebagai ajang untuk menginstrospeksi diri, dan menyambut tahun yang baru sebagai awal yang baru.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style=" white-space: pre-wrap;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: arial;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style=" white-space: pre-wrap; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: arial;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;Kadang sistem kalender memang berjalan efektif, tapi kadang juga tidak. Tapi ini merupakan salah satu fasilitas. Masalah kita memanfaatkan fasilitas ini atau tidak, itu adalah urusan kita.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style=" white-space: pre-wrap;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: arial;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style=" white-space: pre-wrap; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: arial;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;Hidup memang selalu mengenai pilihan. Iya atau tidak, ini atau itu, ambil atau tolak.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style=" white-space: pre-wrap;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: arial;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style=" white-space: pre-wrap; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: arial;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;2008 berganti 2009. Sebuah awal yang baru untuk kita semua. Selamat tahun baru.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1706274943665607114-498761804201645285?l=ghazibinarandi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ghazibinarandi.blogspot.com/feeds/498761804201645285/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1706274943665607114&amp;postID=498761804201645285' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1706274943665607114/posts/default/498761804201645285'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1706274943665607114/posts/default/498761804201645285'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ghazibinarandi.blogspot.com/2008/12/tahun-baru-apalagi-yang-baru.html' title='Tahun Baru, Apalagi yang Baru?'/><author><name>Ghazi Binarandi</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_iAVSjyKnELc/SYHVilPWNjI/AAAAAAAAAGo/k9Xh8Q8MgxM/S220/DSC_0884.JPG'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1706274943665607114.post-759776035495545169</id><published>2008-11-15T18:42:00.003+07:00</published><updated>2008-11-21T18:07:34.368+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Catatan'/><title type='text'>Dunia Ini</title><content type='html'>Hari ini aku berada pada dunia penuh keajaiban, peraturan, dan kebetulan. Satu demi satu, perlahan-lahan, semuanya mulai mendatangiku, mengetuk pintu jiwaku sambil mengucapkan salam dengan santunnya. Aku senang kedatangan tamu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di negara tempatku dibesarkan ada sebuah kepercayaan aneh: jika kupu-kupu masuk ke rumah kita, itu adalah pertanda bahwa rumah kita akan kedatngan seorang tamu. Jika logika ingin dipermainkan di sini, tentu kebenaran kepercayaan ini tidak dapat sama sekali dipertanggung jawabkan. Kepercayaan ini mungkin hanyalah sebuah kotoran hidung di mata logika. Tak penting dan hanya mengganggu saja. Tapi keberadaannya benar-benar ada. Dan kita tidak bisa mengabaikannnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin beberapa kepercayaan kuno timbul karena keajaiban, peraturan, atau kebetulan. Seperti hal-hal yang mendatangiku pada hari, secara bertubi-tubi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keajaiban, peraturan, atau kebetulan. Adakah relasi di antara ketiganya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku mulai tersadar akan suatu hal yang sebenarnya sangat sederhana: kita semua hidup di dunia yang penuh dengan kesederhanaan. Peraturannya jelas, jika ingin teratur, hiduplah secara teratur. Ikuti norma-norma yang berlaku, dan jangan mencoba untuk menyimpang walaupun untuk sekali. Cukup jadilah anak SD yang akan menurut jika disuruh untuk duduk dengan manis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi kemudian timbul "peraturan" yang lain. Di mana mendobrak peraturan menjadi kunci menuju "jalan yang lebih baik". Jangan ikuti peraturan, jadilah dirimu sendiri dalam pengertian yang sebebas-bebasnya. Jangan batasi kreativitasmu hanya karena itu bertentangan dengan peraturan yang berlaku. Dan seketika bermunculanlah gerakan-gerakan penentang peraturan yang ini dan yang itu. Dan timbullah kekacauan di mana-mana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alhasil, terbentuklah dua peraturan yang sama sekali bertolak belakang: ikuti peraturannya dan jangan ikuti peraturannya. Sebuah permainan negasi. Maka wajar jika timbul kekacauan karenanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin setalah itu kita hanya dapat berharap kepada keajaiban yang memunculkan kebetulan setelahnya.  Seraya berdoa kepada Yang Maha Kuasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Dan hujan pun turun lagi.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari ini aku berada pada dunia penuh keajaiban, peraturan, dan kebetulan. Aku pun masih mencari-cari kunci menuju masa depanku yang terasa semakin mendekat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku harap kunci itu dapat segera kutemukan.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1706274943665607114-759776035495545169?l=ghazibinarandi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ghazibinarandi.blogspot.com/feeds/759776035495545169/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1706274943665607114&amp;postID=759776035495545169' title='7 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1706274943665607114/posts/default/759776035495545169'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1706274943665607114/posts/default/759776035495545169'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ghazibinarandi.blogspot.com/2008/11/dunia-ini.html' title='Dunia Ini'/><author><name>Ghazi Binarandi</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_iAVSjyKnELc/SYHVilPWNjI/AAAAAAAAAGo/k9Xh8Q8MgxM/S220/DSC_0884.JPG'/></author><thr:total>7</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1706274943665607114.post-276826013591129760</id><published>2008-10-19T00:01:00.004+07:00</published><updated>2008-10-19T00:21:12.679+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Catatan'/><title type='text'>Lukisan Langit Malam</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_iAVSjyKnELc/SPoa90OZVTI/AAAAAAAAAGM/ftMpxX3dFZ0/s1600-h/bulan-purnama.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer;" src="http://1.bp.blogspot.com/_iAVSjyKnELc/SPoa90OZVTI/AAAAAAAAAGM/ftMpxX3dFZ0/s200/bulan-purnama.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5258545164201841970" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Malam ini adalah malam bulan purnama, dan aku melihatnya tepat ketika tengah malam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bulan purnama begitu bulat, nyaris sempurna. Keanggunannya membangkitkan rasa pesona yang luar biasa, membuat siapapun menjadi terpikat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sudah lama aku tertarik dengan melihat bulan purnama, tapi malam ini adalah bulan purnama terindah yang pernah kulihat. Sinarnya berpijar terang, membuat "bingkai" di sekelilingnya menjadi ikut berpendar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Langit malam itu tampak seperti lukisan. Lukisan yang benar-benar riil. Lukisan yang benar-benar indah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi lukisan mana yang dapat menjadi lebih baik dari benda aslinya? Seindah-indahnya kuas digoreskan kepada sebidang kanvas putih, hasilnya tak mungkin menyerupai benda aslinya. Hasilnya tak mungkin hidup. Dan seketika itu membuatku berpikir, "Ini adalah mahakarya."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lukisan alam memang selalu lebih baik. Lukisan alam memang selalu lebih memikat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan tanda-tanda itu selalu ada di sekitar kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Malam ini adalah malam bulan purnama. Mungkinkah ada suatu pertanda yang sedang ditujukan kepadaku sekarang?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku tak pandai membaca pertanda, makanya aku banyak diajarkan dan diingatkan. Terutama tentang kompleksnya kehidupan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Malam ini aku mendapatkan kembali para kurcaci-kurcaci kerdilku yang sudah lama menghilang. Mereka semua muncul di hadapan sang bulang purnama. Sang bulan purnama yang mengembalikan mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kini aku merasa lega sekarang. Seperti bulatnya bulan purnama. Yang menyinari sekitarnya untuk mempercantik keindahan langit malam. Untuk membuat elok dunia malam, yang ternyata tak melulu soal kejahatan atau kesuraman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lukisan langit malam ini tampak begitu elok.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1706274943665607114-276826013591129760?l=ghazibinarandi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ghazibinarandi.blogspot.com/feeds/276826013591129760/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1706274943665607114&amp;postID=276826013591129760' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1706274943665607114/posts/default/276826013591129760'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1706274943665607114/posts/default/276826013591129760'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ghazibinarandi.blogspot.com/2008/10/lukisan-langit-malam.html' title='Lukisan Langit Malam'/><author><name>Ghazi Binarandi</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_iAVSjyKnELc/SYHVilPWNjI/AAAAAAAAAGo/k9Xh8Q8MgxM/S220/DSC_0884.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_iAVSjyKnELc/SPoa90OZVTI/AAAAAAAAAGM/ftMpxX3dFZ0/s72-c/bulan-purnama.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1706274943665607114.post-4432547568643347604</id><published>2008-09-30T05:01:00.003+07:00</published><updated>2008-09-30T05:25:25.762+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Catatan'/><title type='text'>Ketupat Penuh Makna</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_iAVSjyKnELc/SOFVxmm68BI/AAAAAAAAAFk/_qHc2ZcxLbA/s1600-h/ketupat.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer;" src="http://4.bp.blogspot.com/_iAVSjyKnELc/SOFVxmm68BI/AAAAAAAAAFk/_qHc2ZcxLbA/s200/ketupat.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5251572951156453394" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Tak terasa, tiba-tiba Ramadhan ini sudah mau berakhir saja. Cepat sekali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seringkali kita meninggalkan berbagai macam momen yang sebenarnya sangat berharga untuk kita jalani, tapi karena kesalahan kita momen tersebut tidak dapat kita nikmati. Suatu kerugian yang sangat besar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika kita meninggalkan Ramadhan, kita selalu bertemu dengan Syawal, di mana hari pertama di bulan Syawal merupakan hari raya Idul Fitri, hari lebaran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di Indonesia, lebaran selalu khas dengan tradisi ketupat, hampir tiap rumah -atau memang setiap rumah- di Indonesia "wajib" menyediakan ketupat di saat hari lebaran. Aku sendiri tidak mengetahui dari mana tradisi ini berasal. Tapi satu hal yang jelas, tradisi ketupat melibatkan interaksi dari banyak kalangan masyarakat. Kenapa bisa begitu?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Proses pembuatan ketupat tidaklah sama dengan proses pembuatan nasi biasa. Dalam membuat ketupat diperlukan waktu yang lama untuk mencari janur kuning, memotong-motongnya hingga ukurannya pas, sampai menganyamnya. Proses ini biasanya dilakukan secara bersama-sama sehingga semangat gotong-royong khas Indonesia benar-benar terlihat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini jelas sangat penting. Di masa sekarang ini suasana gotong-royong sudah sangat jarang terlihat. Sayang sekali, padahal ini adalah karakter bangsa Indonesia yang merupakan warisan dari nenek moyang kita dulu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;****&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika kita meninggalkan Ramadhan tentu kita akan bertemu dengan lebaran, hari kemenangan. Tapi apakah kita sudah benar-benar menang dalam perang hawa nafsu yang kita alami selama sebulan ini? Sudahkah kita dapat mengendalikan hawa nafsu kita dengan sepenuhnya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ramadhan boleh saja meninggalkan kita, tapi seharusnya bekas-bekasnya harus tetap melekat pada diri kita. Karena sebenarnya Ramadhan adalah proses pelatihan diri kita untuk menghadapi bulan-bulan berikutnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;****&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketupat lebaran mungkin akan menjadi sangat dinanti-nanti di lebaran nanti. Ketupat lebaran memang selalu berbeda dengan ketupat-ketupat biasanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketupat lebaran menyimpan beribu makna, beribu pesan. Pesan kemenangan, pesan untuk saling memaafkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketupat lebaran, walau bukan itu yang utama. Ah, aku rindu Ramadhan berikutnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Minal aidin wal faidzin, mohon maaf lahir batin.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1706274943665607114-4432547568643347604?l=ghazibinarandi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ghazibinarandi.blogspot.com/feeds/4432547568643347604/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1706274943665607114&amp;postID=4432547568643347604' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1706274943665607114/posts/default/4432547568643347604'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1706274943665607114/posts/default/4432547568643347604'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ghazibinarandi.blogspot.com/2008/09/ketupat-penuh-makna.html' title='Ketupat Penuh Makna'/><author><name>Ghazi Binarandi</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_iAVSjyKnELc/SYHVilPWNjI/AAAAAAAAAGo/k9Xh8Q8MgxM/S220/DSC_0884.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_iAVSjyKnELc/SOFVxmm68BI/AAAAAAAAAFk/_qHc2ZcxLbA/s72-c/ketupat.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1706274943665607114.post-7640227622427076929</id><published>2008-09-29T05:04:00.006+07:00</published><updated>2009-01-29T23:28:13.679+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Negeri Senja'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Catatan'/><title type='text'>Langkah Pertama di Negeri Senja</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_iAVSjyKnELc/SOAD01DWPHI/AAAAAAAAAFc/EAGx-cA5cyY/s1600-h/footprints.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer;" src="http://4.bp.blogspot.com/_iAVSjyKnELc/SOAD01DWPHI/AAAAAAAAAFc/EAGx-cA5cyY/s200/footprints.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5251201371643198578" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;"BRAK!"&lt;/span&gt; Terdengar suara pintu menjeblak terbuka, akhirnya pinta gerbong kereta api itu menganga juga. Setelah sekian lama diam membisu, para penumpang yang lain pun menjadi penasaran ingin tahu siapa yang membuka pintu tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kini suasana dalam kereta api itu menjadi bertambah dingin, pengaruh dari udara Negeri Senja (yang ternyata dingin bukan main) yang masuk karena pintu membuka. Setiap orang berlindung di lapisan selimut wol yang tebal, beberapa yang tidak mempunyai selimut langsung mencari segala cara untuk menghangatkan diri dengan melapisi baju mereka dengan baju-baju lain yang mereka bawa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku penasaran kepada keadaan di luar, juga kepada siapa yang membuka pintu. Tak seorang pun penumpang di gerbong itu yang melihat orang yang membuka pintu tersebut. Semuanya tidak menyadari hal itu sampai pintu benar-benar terbuka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya beberapa orang mencoba untuk turun, aku termasuk salah satunya. Sebagian turun karena sudah tidak tahan lagi dengan kondisi kereta yang kian terasa membeku, sebagian lagi turun karena sudah terlalu bosan berada di dalam kereta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Negeri Senja ternyata hanya begini-begini saja," ujar salah seorang penumpang yang ikut turun. Dari tampangnya terlihat jelas campuran raut kecewa sekaligus puas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya semua penumpang turun. Dan kami semua membentuk sebuah lingkaran besar, tidak disengaja, ini semua terjadi secara naluriah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Negeri Senja tampak begitu sepi sekaligus indah, begitu mempesona sekaligus menyeramkan, begitu cantik sekaligus angkuh. Negeri Senja terlihat sangat penuh rahasia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi kami semua akhirnya bisa juga menjejakkan kaki kami ke Negeri Senja, penyebabnya tentu saja pintu yang tiba-tiba saja membuka dengan misterius, tanpa seorang pun tahu siapa yang membukanya. Andai pintu itu tidak membuka secara tiba-tiba, tampaknya tak seorang pun dari kami berani untuk membukanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kadang banyak kejadian-kejadian ganjil yang terjadi di sekitar kita justru malah mengantarkan kita ke kejadian-kejadian lain yang lebih ganjil lagi. Kita tidak akan pernah tahu apa yang akan terjadi selanjutnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selanjutnya kami semua berpikir bagaimana cara untuk mendapatkan makanan di Negeri Senja.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1706274943665607114-7640227622427076929?l=ghazibinarandi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ghazibinarandi.blogspot.com/feeds/7640227622427076929/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1706274943665607114&amp;postID=7640227622427076929' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1706274943665607114/posts/default/7640227622427076929'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1706274943665607114/posts/default/7640227622427076929'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ghazibinarandi.blogspot.com/2008/09/langkah-pertama-di-negeri-senja.html' title='Langkah Pertama di Negeri Senja'/><author><name>Ghazi Binarandi</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_iAVSjyKnELc/SYHVilPWNjI/AAAAAAAAAGo/k9Xh8Q8MgxM/S220/DSC_0884.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_iAVSjyKnELc/SOAD01DWPHI/AAAAAAAAAFc/EAGx-cA5cyY/s72-c/footprints.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1706274943665607114.post-8567204985044766197</id><published>2008-09-20T20:36:00.005+07:00</published><updated>2008-09-20T21:04:15.412+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Memori'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Renungan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Catatan'/><title type='text'>Pengamen Bertopeng</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_iAVSjyKnELc/SNUC2FMimsI/AAAAAAAAAFU/iWrLWDU-oJw/s1600-h/Balinese-Topeng-Tua.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer;" src="http://2.bp.blogspot.com/_iAVSjyKnELc/SNUC2FMimsI/AAAAAAAAAFU/iWrLWDU-oJw/s200/Balinese-Topeng-Tua.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5248104068901149378" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Malam ini udara tidak sedingin biasanya di kota Bandung. Akhir-akhir ini Bandung memang panas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku berjalan menyusuri jalanan kota Bandung. Melintasi toko demi toko, warung demi warung, dan pengemis demi pengemis. Semuanya dilalui tanpa ada perasaan apapun, bagaikan melewatkan sebuah tayangan televisi yang tak pernah kutonton. Jalan-jalan disinari berbagai lampu penerangan karena cahaya bulan dan bintang sudah dianggap tidak mampu lagi memberi sinar yang cukup untuk segala aktivitas malam masyarakat kota yang makin lama makin gila ini. Kota ini sedang menuju taraf kegilaan yang semakin parah, sama seperti kota-kota lainnya di Indonesia, atau kota-kota lainnya di dunia yang sudah menjadi gila terlebih dahulu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Satu toko kutengok. Aku ada urusan di sana. Menemani seorang teman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Urusanku tidaklah lama, hanya beberapa menit saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan dari kejauhan terlihat seorang pengamen bertopeng, memakai pakaian layaknya ondel-ondel, menari-nari mengikuti irama musik yang bersumber dari mesin pemutar kaset kuno yang tergantung di lehernya. Pakaiannya membuat ukuran tubuhnya terlihat dua kali lebih besar. Topengnya membuat anak kecil manapun akan takut ketika melihatnya. Alih-alih membuat orang terhibur, segala dandanannya hanya akan membuat orang segan untuk mendekatinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Si pengamen bertopeng mendekati toko yang berada jalanan tersebut satu per satu. Dan semua toko memberinya recehan. Tujuannya jelas bukan untuk menghargai apresiasi seni yang telah ditunjukkan pengamen bertopeng itu, hanya sekedar untuk mengusirnya. Memang dandanan pengamen bertopeng itu membuat siapapun akan berpikir dua kali ketika ingin mengunjungi toko yang sedang "kedatangan" si pengamen bertopeng.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya toko demi toko ia lewati, receh demi receh ia dapatkan. Entah sudah berapa banyak, dan sampailah dia kepada toko yang sedang kukunjungi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia menari-nari di depan sana seperti orang sedang menahan kencing, tidak ada gerakan-gerakan yang mampu membuat orang lain terpukau. Hanya gerakan menggerakkan badan ke kanan atau ke kiri yang seharusnya bisa dilakukan oleh semua orang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan seketika aku berpikir, siapa yang jahat? Si pengamen bertopeng atau keadaan yang memang memaksa?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Si pengamen bertopeng membuat pemilik toko manapun akan "terpaksa" merogoh koceknya untuk memberinya sedikit receh untuk "mengusirnya". Atau tidak tokonya tidak akan laku dikunjungi orang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka seharusnya si pengamen bertopeng bisa dikatakan jahat. Karena dia mencari cara agar setiap orang "harus" memberikan uang kepadanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi sesaat aku berpikir kembali. Di sisi lain ini adalah ide yang brilian untuk mendapatkan uang. Sebuah inovasi, di luar etika, yang sangat ampuh untuk dunia pengamenan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Atau paling tidak bukan si pengamen bertopeng yang jahat, tapi memang keadaannya memaksa demikian. Dia sudah tidak punya cara lain untuk mendapatkan uang, jadi ini adalah satu-satunya cara. Dan ini lebih baik dibandingkan menjadi pengemis yang hanya bisa duduk terdiam sambil menunggu belas kasihan orang lain menyelematkannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dunia memang semakin kejam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;****&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak masalah baru yang kutemui akhir-akhir ini. Beberapa darinya lebih kompleks dari masalah-masalah yang pernah kutemui sebelumnya. Aku jadi semakin mengerti akan kompleksnya hidup, walau masih belum se-"ahli" orang-orang yang lebih dewasa dariku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan kasus si pengamen bertopeng mungkin adalah salah satu contoh betapa kompleksnya masalah hidup, di mana masalah tersebut juga tidak dapat dihindari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Si pengamen salah atau tidak, dia membuat orang lain kesal atau tidak, yang jelas itu adalah masalah mereka masing-masing. Tidak ada kebetulan di dunia ini. Semuanya sudah terencana, semuanya sudah tertulis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ternyata selain semakin gila, dunia ini juga semakin kejam saja.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1706274943665607114-8567204985044766197?l=ghazibinarandi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ghazibinarandi.blogspot.com/feeds/8567204985044766197/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1706274943665607114&amp;postID=8567204985044766197' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1706274943665607114/posts/default/8567204985044766197'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1706274943665607114/posts/default/8567204985044766197'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ghazibinarandi.blogspot.com/2008/09/pengamen-bertopeng.html' title='Pengamen Bertopeng'/><author><name>Ghazi Binarandi</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_iAVSjyKnELc/SYHVilPWNjI/AAAAAAAAAGo/k9Xh8Q8MgxM/S220/DSC_0884.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_iAVSjyKnELc/SNUC2FMimsI/AAAAAAAAAFU/iWrLWDU-oJw/s72-c/Balinese-Topeng-Tua.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1706274943665607114.post-7544335158694010873</id><published>2008-09-14T23:50:00.003+07:00</published><updated>2008-09-15T00:15:57.722+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Memori'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Renungan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Catatan'/><title type='text'>Belajar Menulis</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_iAVSjyKnELc/SM1Gu892jMI/AAAAAAAAAFE/U4zUeIf_R0c/s1600-h/hand_writing_samarth.gif"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer;" src="http://1.bp.blogspot.com/_iAVSjyKnELc/SM1Gu892jMI/AAAAAAAAAFE/U4zUeIf_R0c/s200/hand_writing_samarth.gif" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5245926913409977538" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Sudah lama aku mempertanyakan ini, kenapa tulisanku selalu kaku?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika aku melihat buku tamu aku malu untuk mengisinya. Bukan karena aku tidak mengerti cara mengisinya, tapi karena tulisanku selalu menjadi yang terkaku dari semua orang yang mengisi buku tamu pada halaman itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku jadi iri kepada para dokter, mereka dapat menulis dengan begitu lugas dan tanpa beban, walau sebagian besar orang justru menganggap tulisan mereka jelek dan tidak bisa dibaca.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Makanya hari ini aku mengulang pelajaran menulisku yang telah kudapatkan ketika masih berada di Taman Kanak-kanak. Untuk menemukan jawaban dari pertanyaan: apa yang salah?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;****&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertama aku melihat daftar tulisan orang-orang lain. Semuanya ditulis dengan lancar dan lugas. Seharusnya ini tidaklah aneh karena mereka semua yang mengisi daftar tulisan tersebut sudah lebih dari lima belas tahun mahir menulis. Jadi jika menulis adalah permainan catur, mungkin seharusnya mereka sudah menyandang gelar Grand Master.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu aku menambah daftar tulisan itu dengan tulisan milikku sendiri. Hasilnya langsung terlihat, tulisanku benar-benar terbanting oleh tulisan yang lain. Benar-benar kaku, seakan-akan ditulis dengan penuh beban. Padahal pada saat itu aku tidak sedang memikirkan wanita atau kalkulus. Yang kupikirkan hanyalah tentang bagaimana caranya agar aku bisa menulis dengan selugas mungkin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu aku bertanya pada salah seorang saudara sepupuku yang juga mengisi daftar tulisan tersebut tentang bagaimana caranya menulis dengan selugas itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia tidak menjawab, ia hanya mencontohkan bagaimana ia menulis. Benar-benar indah, pena menggores kertas dengan begitu lembut, goresannya sedikit menimbulkan bunyi yang renyah didengar telinga. Aku suka dengan tulisan yang ditulis melalui hati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku mencoba menirukannya, percobaan pertama gagal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lagi kucoba menirukannya, yang kedua lebih baik, tapi aku masih menganggapnya gagal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu kulihat lagi bagaimana caranya ia menggoreskan penanya pada kertas. Benar-benar lembut. Jika kertas tersebut diibaratkan dengan kulit seorang wanita sedangkan pena tersebut adalah pedang, mungkin menulis seharusnya layaknya menggoreskan luka pada kulit wanita dengan pedang tanpa harus membuat wanita tersebut kesakitan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bekas yang ditinggalkan tanpa jejak. Begitu misterius. Begitu indah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku terus latihan malam ini juga, sampai suatu saat aku akhirnya merasa menemukan jawabannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku menekan penaku dengan terlalu bertenaga, padahal kekuatan tidak selalu ditunjukkan melalui tenaga, tapi bisa juga disalurkan melalui kelembutan yang kadang lebih mematikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku sadar bahwa aku tidak perlu untuk menjadi terlalu kuat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin kepribadianku terlalu keras kepala selama ini, mungkin aku terlalu merasa bahwa hanya pendirianku saja yang benar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku sadar bahwa aku juga perlu kritik. Aku juga perlu dukungan, aku juga perlu masukan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang jelas aku perlu kalian semua.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;****&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekarang aku merasa tulisanku sudah lebih baik, kapan-kapan kalau ada kesempatan aku ingin menunjukkannya kepada kalian semua.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1706274943665607114-7544335158694010873?l=ghazibinarandi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ghazibinarandi.blogspot.com/feeds/7544335158694010873/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1706274943665607114&amp;postID=7544335158694010873' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1706274943665607114/posts/default/7544335158694010873'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1706274943665607114/posts/default/7544335158694010873'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ghazibinarandi.blogspot.com/2008/09/belajar-menulis.html' title='Belajar Menulis'/><author><name>Ghazi Binarandi</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_iAVSjyKnELc/SYHVilPWNjI/AAAAAAAAAGo/k9Xh8Q8MgxM/S220/DSC_0884.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_iAVSjyKnELc/SM1Gu892jMI/AAAAAAAAAFE/U4zUeIf_R0c/s72-c/hand_writing_samarth.gif' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1706274943665607114.post-8214511623306729028</id><published>2008-09-13T21:30:00.006+07:00</published><updated>2009-01-29T23:27:36.382+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Renungan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Negeri Senja'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Catatan'/><title type='text'>Ramadhan yang Lain</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_iAVSjyKnELc/SMvVecpZvpI/AAAAAAAAAE8/UvntNzTN3CA/s1600-h/full+moon.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer;" src="http://4.bp.blogspot.com/_iAVSjyKnELc/SMvVecpZvpI/AAAAAAAAAE8/UvntNzTN3CA/s200/full+moon.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5245520910065712786" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Akhir-akhir ini tampaknya hari demi hari terasa lebih panjang dari biasanya. Dan terasa lebih padat. Walau begitu beberapa di antaranya terasa begitu rapuh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekali lagi peran waktu terasa begitu angkuh, akhir-akhir ini aku merasa benar-benar tertekan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kereta api sudah sampai ke Negeri Senja, tapi kabut di sana masih belum saja mereda. Suasana masih mencekam dan membuat siapapun ragu untuk turun dari kereta. Kami semua, hingga saat ini, masih diam dalam kereta, menunggu salah seorang turun dan menyaksikan apa yang terjadi padanya sebagai bahan pertimbangan untuk menentukan langkah selanjutnya. Kami semua memang harus ekstra hati-hati di sini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;****&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat ini bulan Ramadhan, bulan yang dianggap suci oleh umat Muslim seluruh dunia. Begitu pun juga dengan aku. Dan Ramadhan kali ini kujalani dengan begitu berbeda. Aku rasakan satu hal: Ramadhan kali ini begitu "berisi".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin Ramadhan kali ini tidak kujalani dengan begitu taat seperti ketika kujalani empat-lima tahun yang lalu. Ketika aku masih merasakan begitu nikmatnya menjadi Muslim yang taat. Aku tahu aku benar-benar rindu suasana Ramadhan seperti itu, tapi sulit sekali untuk kembali ke masa itu. Segalanya berubah, walau aku sedang berusaha mencoba mengembalikan beberapa hal kepada tempatnya yang semula.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seringkali Ramadhan diumpamakan sebagai fase kepompong oleh ustad-ustad yang sering memberikan ceramah pengantar ibadah tarawih. Dan aku menganggap perumpamaan itu begitu tepat, Ramadhan memang fase kepompong. Dan kita harus melewatinya dan keluar dari sana sebagai "kupu-kupu yang cantik". Sayang sekali bagi mereka yang memilih untuk merusak kepompong mereka dan gagal keluar sebagai kupu-kupu. Memangnya sampai kapan mereka memilih untuk menjadi ulat yang begitu gemuk dan menjijikkan itu?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Segala fasilitas sudah disediakan untuk berubah, maka seharusnya berubah menjadi mudah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tetapi banyak rintangan yang masih tetap menghadang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Segala ujian harus dilalui dengan tabah, itu juga yang sedang kucoba lakukan, walau terasa begitu sulit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku rindu melewati Ramadhan sebagai Muslim yang taat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;****&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Segarusnya aku sudah dewasa sekarang, makanya aku berusaha mengatur segala sesuatu dengan begitu terorganisasi. Aku tak mau membuat blunder sekecil apapun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku sudah mencoba untuk kembali ke arah yang begitu kurindukan, sebagai Muslim yang taat -bukan- sebagai Muslim yang mencoba untuk menjadi taat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menikmati segalanya dengan begitu harmonis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Segalanya memang harus benar-benar direncanakan. Dan aku sudah mempunyai sebuah rencana. Rencana untuk masa depan yang sampai saat ini masih kurahasiakan.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1706274943665607114-8214511623306729028?l=ghazibinarandi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ghazibinarandi.blogspot.com/feeds/8214511623306729028/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1706274943665607114&amp;postID=8214511623306729028' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1706274943665607114/posts/default/8214511623306729028'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1706274943665607114/posts/default/8214511623306729028'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ghazibinarandi.blogspot.com/2008/09/ramadhan-yang-lain.html' title='Ramadhan yang Lain'/><author><name>Ghazi Binarandi</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_iAVSjyKnELc/SYHVilPWNjI/AAAAAAAAAGo/k9Xh8Q8MgxM/S220/DSC_0884.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_iAVSjyKnELc/SMvVecpZvpI/AAAAAAAAAE8/UvntNzTN3CA/s72-c/full+moon.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1706274943665607114.post-8782088430704216680</id><published>2008-08-30T23:45:00.005+07:00</published><updated>2009-01-29T23:27:08.364+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Renungan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Negeri Senja'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Catatan'/><title type='text'>Sudah Sampai atau Belum?</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_iAVSjyKnELc/SLl-HSb-SQI/AAAAAAAAAD4/xCaIuvU9dP4/s1600-h/fog.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer;" src="http://3.bp.blogspot.com/_iAVSjyKnELc/SLl-HSb-SQI/AAAAAAAAAD4/xCaIuvU9dP4/s200/fog.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5240358305095633154" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Kenapa selalu ada semacam ketakutan ketika kita akan memulai sesuatu yang baru?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hidup tidaklah mungkin lepas dari perubahan. Perubahan pasti akan datang, jadi tidak ada gunanya untuk menghindar. Dan perubahan pasti akan menghasilkan sesuatu yang baru.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tiap-tiap dari kita akan menjumpai perubahan tersebut seperti "naik ke tingkat selanjutnya". Bagaikan permainan gim yang punya tingkat kesulitan mulai dari yang termudah sampai yang tersulit, tentu setiap yang akan naik tingkat akan bertemu dengan "raja" yang akan mencegah kita untuk naik tingkat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin dalam kehidupan "raja" tersebut adalah ketakutan yang bisa saja menggagalkan niat kita untuk berubah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Satu hal yang pasti: berubah tidaklah mudah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kebanyakan dari kita biasanya sudah merasa nyaman dengan kondisi kita yang saat ini, walaupun sebenarnya kita sedang berada dalam kondisi yang amat terpuruk. Tapi kebanyakan dari kita justru menghindar untuk berubah karena takut terpuruk lebih dalam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jelas saja keberanian merupakan salah satu hal yang terpenting di dunia ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena keberanian memegang kunci dari segalanya di sini. Kunci gembok yang akan mengantarkan kita ke kehidupan baru ada pada keberanian kita sendiri, dan keberanian tidak akan muncul dengan sendirinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sepenting itukah keberanian?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku tak tahu. Tapi kalau berdasarkan insting dan perasaanku, keduanya justru mengatakan keberanian jauh lebih penting daripada hal itu. Keberanian memegang peranan yang sangat besar di kehidupan ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;****&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seharusnya aku sudah memasuki fase baru dalam hidupku di mana banyak bagian dari hidupku yang berubah dan tak berjalan seperti biasanya lagi. Tapi anehnya aku masih merasa perubahan ini tak sebesar yang kukira sebelumnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika aku memutuskan untuk naik kereta menuju Negeri Senja, aku sudah siap untuk menanggung segala risiko, tapi ini jauh dari yang kupikirkan sebelumnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Negeri Senja ini masih benar-benar misterius.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku bahkan tak tahu bahwa aku sudah sampai ke sana atau belum. Mungkin saja keretanya masih terus melaju, tapi getarannya sudah tak terasa lagi, dan aku masih berada di dalam gerbong, takut untuk keluar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari jendela yang bisa kulihat hanyalah sebuah kabut tebal yang benar-benar membuat mata buta akan keadaan di luar. Namun tampaknya di luar sedang ada badai yang sangat besar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Negeri Senja ini masih misterius, entah sampai kapan aku akan tetap diam dalam gerbong kereta di sini, menunggu untuk turun karena tahu bahwa aku benar-benar sudah sampai di Negeri Senja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Negeri Senja mungkin saja masih jauh, walau terasa sudah dekat, atau bahkan terasa sudah sampai di sana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ah, tampaknya aku masih harus meneruskan perjalananku.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1706274943665607114-8782088430704216680?l=ghazibinarandi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ghazibinarandi.blogspot.com/feeds/8782088430704216680/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1706274943665607114&amp;postID=8782088430704216680' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1706274943665607114/posts/default/8782088430704216680'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1706274943665607114/posts/default/8782088430704216680'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ghazibinarandi.blogspot.com/2008/08/sudah-sampai-atau-belum.html' title='Sudah Sampai atau Belum?'/><author><name>Ghazi Binarandi</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_iAVSjyKnELc/SYHVilPWNjI/AAAAAAAAAGo/k9Xh8Q8MgxM/S220/DSC_0884.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_iAVSjyKnELc/SLl-HSb-SQI/AAAAAAAAAD4/xCaIuvU9dP4/s72-c/fog.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1706274943665607114.post-9054205890284615325</id><published>2008-08-30T12:35:00.003+07:00</published><updated>2008-08-30T12:45:17.289+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Sastra'/><title type='text'>Siapa?</title><content type='html'>Yang lama seharusnya sudah usang, tapi masih saja tidak pantas untuk dibuang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lembaran baru mungkin sudah harus dibuka, tapi aku masih ragu dalam melangkah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hanya satu pertanyaan: siapa?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dua puluh empat jam dikali ribuan, menghasilkan angka dengan jumlah yang selalu membuat mataku melotot sesaat. Dua puluh empat jam ini masih bisa terus bertambah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Siapa?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pintu hatiku masih tertutup. Tertutup karena tidak dibuka. Belum dibuka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Tok, tok, tok.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seseorang mengetuk pintu hatiku. Aku tak tahu siapa dia. Kulayangkan satu pertanyaan. Hanya satu pertanyaan: siapa?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Siapa kamu yang mengetuk? Mengusikku di tengah kedamaian dalam suasana sunyi nan tenang ini. Pantaskah itu?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Siapa?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sungguh aku bertanya dan sungguh dia tak menjawab. Tentu saja, karena aku bertanya dalam hati. Tentu dia tidak bisa telepati. Aku juga tidak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Siapa?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Coba kuulik semuanya dan yang kudapat hanyalah sebuah nama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa artinya sebuah nama, jika nama itu tak menunjukkan makna. Lebih baik kutunggu angin mengantarkanku ke stasiun berikutnya.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1706274943665607114-9054205890284615325?l=ghazibinarandi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ghazibinarandi.blogspot.com/feeds/9054205890284615325/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1706274943665607114&amp;postID=9054205890284615325' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1706274943665607114/posts/default/9054205890284615325'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1706274943665607114/posts/default/9054205890284615325'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ghazibinarandi.blogspot.com/2008/08/siapa.html' title='Siapa?'/><author><name>Ghazi Binarandi</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_iAVSjyKnELc/SYHVilPWNjI/AAAAAAAAAGo/k9Xh8Q8MgxM/S220/DSC_0884.JPG'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1706274943665607114.post-7321276974069758881</id><published>2008-08-25T15:44:00.002+07:00</published><updated>2008-08-25T15:56:34.278+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Sastra'/><title type='text'>Pertanda Alam</title><content type='html'>Hari ini datang lagi, pastilah kusambut. Aku bagaikan kesurupan karenanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Detak jantung yang tak secepat cahaya, kedipan mata yang tak setangkas sayap lalat. Tatapan mata yang tak setajam milik elang, terlebih lagi aku harus menggunakan alat bantu berupa kaca mata. Selalu saja ada yang lebih tinggi, tapi ia tak selalu di atas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pendengaran yang hanya bisa digunakan dengan berkonsentrasi penuh, jika tidak suaramu akan kalah dengan derum mesin komputer ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ah, selalu saja ada yang lebih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari ini datang lagi. Jadwalnya memang hari ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pagi datang membawa sisa-sisa angin malam yang menusuk paru-paru. Membuat siapapun akan menggigil kedinginan karenanya. Angin malam yang angkuh, ia seolah berkata, "Wahai manusia, kalian bukanlah beruang kutub."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku bertanya pada alam dan berharap ada yang menjawab.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku bertanya pada alam, penting sekali karena aku benar-benar bertanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertanda-pertanda menyiratkan jawaban, tapi tidak untuk yang bodoh. Untuk menemukan jawabannya, aku harus jadi pintar terlebih dahulu. Dan aku seharusnya adalah makhluk yang pintar. Setidaknya jika dibandingkan dengan tapir atau onta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alam telah berbicara. Mereka telah menunjukkan pertanda-pertanda milik keagungan-Nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Masihkah kalian mau sombong?"&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1706274943665607114-7321276974069758881?l=ghazibinarandi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ghazibinarandi.blogspot.com/feeds/7321276974069758881/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1706274943665607114&amp;postID=7321276974069758881' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1706274943665607114/posts/default/7321276974069758881'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1706274943665607114/posts/default/7321276974069758881'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ghazibinarandi.blogspot.com/2008/08/pertanda-alam.html' title='Pertanda Alam'/><author><name>Ghazi Binarandi</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_iAVSjyKnELc/SYHVilPWNjI/AAAAAAAAAGo/k9Xh8Q8MgxM/S220/DSC_0884.JPG'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1706274943665607114.post-4685784918052076154</id><published>2008-08-24T15:59:00.003+07:00</published><updated>2008-08-24T16:17:42.183+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Sastra'/><title type='text'>Raungan Pujangga Kesepian</title><content type='html'>Ke mana perginya para pujangga-pujangga kecilku? Yang senandungnya selalu memenuhi telingaku di kala sepi. Membangunkanku dari suasana yang sunyi nyaris mati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pulanglah kalian. Aku rindu kalian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak peduli berapa mili liter air mata harus kuteteskan lagi. Atau kubayar saja dengan keringat bau pesing pertanda pengorbanan tak berujung?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ke mana perginya kalian? Kenapa kalian menjauh?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku seperti sebuah kotak. Bukan kotak korek api, bukan pula kotak kado dari sinterklas. Aku hanyalah kotak peti mati. Kosong. Entah apa yang seharusnya mengisinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedang apa kalian selama ini wahai pujangga-pujangga kecilku? Maukah kalian kembali lagi ke sini? Menari-nari lagi di dalam tempurung otakku, sambil membisikkanku dengan nyanyian-nyanyian paling merdu yang pernah kudengar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalian pergi, aku sepi. Kalian menjauh, aku hanya bisa mengeluh. Membilas apa yang seharusnya kubasuh, untuk mendapatkan kembali kalian, yang akan mengantarkanku ke jalan untuk bertemu dengannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sadarkah aku? Atau sadarkah kalian?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selama ini kalianlah yang mengantarkanku ke tempat ini, dan sekarang kalian pergi. Meninggalkanku sendiri. Jadinya aku hanya bisa meratapi sambil menangis. Aku ditinggal pergi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku jadi tersesat di belantara penuh binatang buas ini wahai pujangga-pujangga kecilku! Bawa aku lari dari sini! Selamatkan aku!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Satu, satu, dan satu. Seharusnya kita bersatu. Kalian tak pernah meninggalkan aku, ternyata kalian selalu bersamaku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Dan aku baru saja sadar.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selama ini aku sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan akulah yang selama ini memilih untuk mati. Hingga tiba waktunya untuk bangkit kembali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kini, dengan senang hati aku menyambut kalian lagi. Selamat datang kembali.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1706274943665607114-4685784918052076154?l=ghazibinarandi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ghazibinarandi.blogspot.com/feeds/4685784918052076154/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1706274943665607114&amp;postID=4685784918052076154' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1706274943665607114/posts/default/4685784918052076154'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1706274943665607114/posts/default/4685784918052076154'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ghazibinarandi.blogspot.com/2008/08/raungan-pujangga-kesepian.html' title='Raungan Pujangga Kesepian'/><author><name>Ghazi Binarandi</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_iAVSjyKnELc/SYHVilPWNjI/AAAAAAAAAGo/k9Xh8Q8MgxM/S220/DSC_0884.JPG'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1706274943665607114.post-705615240845737241</id><published>2008-08-07T10:23:00.004+07:00</published><updated>2008-08-07T10:41:07.548+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Memori'/><title type='text'>Saat Maut Begitu Dekat</title><content type='html'>Udara Bandung memang dingin, tapi aku tak pernah menyangka semuanya akan menjadi dingin juga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kejadiannya beruntut, dan aku baru sadar di saat paling akhir. Ketika maut berada begitu dekat denganku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertama tiba di kota ini aku langsung disambut dengan pilek yang datang menyerangku. Belum sembuh pilek ini datanglah penyakit lain. Dan dalam beberapa waktu aku merasa begitu terpencil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan kemarin aku nyaris mati. Dan hanya diselamatkan oleh sebuah helm pinjaman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untung hari ini aku masih hidup, aku jadi masih bisa memikirkan segalanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Benar kalau orang bilang hidup itu misteri, karena misteri yang ini begitu tersembunyi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekarang saatnya aku akan menatap ke depan dan mencoba melupakan tragedi kemarin.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1706274943665607114-705615240845737241?l=ghazibinarandi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ghazibinarandi.blogspot.com/feeds/705615240845737241/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1706274943665607114&amp;postID=705615240845737241' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1706274943665607114/posts/default/705615240845737241'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1706274943665607114/posts/default/705615240845737241'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ghazibinarandi.blogspot.com/2008/08/saat-maut-begitu-dekat.html' title='Saat Maut Begitu Dekat'/><author><name>Ghazi Binarandi</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_iAVSjyKnELc/SYHVilPWNjI/AAAAAAAAAGo/k9Xh8Q8MgxM/S220/DSC_0884.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1706274943665607114.post-2199822827975238026</id><published>2008-07-28T20:51:00.003+07:00</published><updated>2008-07-28T22:34:18.157+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Memori'/><title type='text'>Kejutan Untuk Hari Ini</title><content type='html'>Hari-hariku menjelma menjadi sebuah kotak kado ulang tahun, penuh dengan kejutan yang begitu tak terduga. Semuanya berlalu begitu saja. Seacuh para selebritis, sejanggal salju di negara tropis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa hari yang lalu aku memberi senyum kepada orang yang baru pertama kali kutemui. Aku tak tahu siapa dia, jangankan nama, bertemu saja baru pertama kali. Dan tanpa sadar bibirku melebar dan menghadiahinya dengan sebuah senyum yang bersahabat. Beruntung dia membalasnya. Aku sadar bahwa dunia ini harus diisi dengan lebih banyak senyum.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi kejadian kali ini seribu kali lebih aneh, sejuta kali lebih ganjil. Sebuah tonjokan dilayangkan ke arah daguku oleh orang yang tak kukenal!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dunia ini makin aneh, tapi aku tak pernah menyangka bakal seaneh ini. Di saat zaman membuat hubungan antar sesama manusia semakin menjauh. Menimbulkan jarak yang begitu terbentang lebar. Mengajak orang lain berkenalan secara tiba-tiba pada zaman sekarang ini pun sudah bisa menimbulkan bermacam-macam pikiran dan praduga. Entah kita akan disangka tukang hipnotis atau malah dikira penculik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi tak pernah kukira bakal seaneh ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku baru bertemu dengannya. Dan aku tak merasa pernah melihatnya sebelumnya. Dan pertemuanku diawali dengan bersarangnya kepalannya tepat di dagu kananku. Dan kenapa dia melakukannya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apakah aku pernah berbuat salah kepadanya? Apakah aku pernah tidak sengaja menghardiknya? Apakah aku pernah membuat dia kehilangan salah seorang anggota keluarganya? Sepertinya tidak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan seketika pikiranku kembali bercabang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkinkah di antara kepalannya terselip jarum yang sudah terinfeksi HIV? Ataukah maksud dia menonjokku adalah untuk mengusir nyamuk yang sedang bersantai sambil mengisap darahku? Ataukah aku adalah seorang agen rahasia yang baru kehilangan ingatannya dan dia adalah mantan mitraku?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ah, banyak sekali kemungkinan, tapi aku malas untuk memikirkannya lebih jauh. Untuk hari ini kurasa cukup kejutannya. Yang ini sudah membuatku cukup kaget dan shok.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemungkinan yang paling masuk akal adalah bahwa dia sudah gila, makanya dia menonjok orang lain tanpa memedulikan fakta bahwa orang itu baru dia temui hari ini. Dan mungkin juga aku sudah sama gilanya seperti dia, karena sempat terlintas di pikiranku untuk membalasnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yah, dunia memang semakin gila.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1706274943665607114-2199822827975238026?l=ghazibinarandi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ghazibinarandi.blogspot.com/feeds/2199822827975238026/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1706274943665607114&amp;postID=2199822827975238026' title='3 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1706274943665607114/posts/default/2199822827975238026'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1706274943665607114/posts/default/2199822827975238026'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ghazibinarandi.blogspot.com/2008/07/kejutan-untuk-hari-ini.html' title='Kejutan Untuk Hari Ini'/><author><name>Ghazi Binarandi</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_iAVSjyKnELc/SYHVilPWNjI/AAAAAAAAAGo/k9Xh8Q8MgxM/S220/DSC_0884.JPG'/></author><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1706274943665607114.post-3411547979390607602</id><published>2008-07-27T21:10:00.005+07:00</published><updated>2008-07-27T21:44:26.381+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Sastra'/><title type='text'>Kenapa Tidak Boleh Menengok?</title><content type='html'>Aku tahu peraturannya, dan aku sadar akan apa yang dipertaruhkan olehnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Jalan lurus ke depan dan jangan sekali-kali menengok.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku ingat peraturannya. Jalan lurus dan jangan menengok. Cukup jalan lurus. Jangan menengok. Hanya jalan lurus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan aku akan mematuhi peraturannya karena di ujung jalan itu telah menunggu seorang bidadari yang siap menyambutku dengan segala keanggunannya, segala kecantikannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aturannya ada dua. Jalan lurus dan jangan menengok. Lalu kenapa ini menjadi sulit? Aku terbiasa jalan lurus sambil hanya fokus menatap ke depan. Tanpa menengok. Lalu kenapa ini menjadi sulit?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi kenapa harus ada peraturan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;jangan menengok&lt;/span&gt;? Memang ada apa di samping kiri dan kananku? Apakah di sana sedang berdiri bidadari lain yang lebih anggun dan lebih cantik? Atau di sana terdapat sebuah perang besar sehingga bantuanku akan sangat berarti untuk menolong para korban tak bersalah?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Kenapa aku tidak boleh menengok?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa salahnya dengan hanya menengok? Menengok tak akan membuat sebuah bom waktu menjadi meledak atau membunuh siapa pun juga. Dan aku &lt;span style="font-style: italic;"&gt;hanya ingin&lt;/span&gt; menengok saat ini. Lalu apa salahnya dengan menengok?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini yang membuatku tidak senang. Aku digantungkan dengan sebuah peraturan yang tidak jelas gunanya untuk apa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Kenapa aku tidak boleh menengok?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Andai saja peraturannya hanyalah jalan lurus, tentu aku akan menjalaninya tanpa menengok, walaupun menengok diperbolehkan. Tapi larangan membuat rasa ingin tahuku terusik. Ia meraung-raung ingin mencari jawaban dari pertanyaan kenapa. Seperti tikus tanah yang terus menggali-gali mencari jalan cahaya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan kenapa aku tidak boleh menengok? Leherku seperti terkena encok rasanya.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1706274943665607114-3411547979390607602?l=ghazibinarandi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ghazibinarandi.blogspot.com/feeds/3411547979390607602/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1706274943665607114&amp;postID=3411547979390607602' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1706274943665607114/posts/default/3411547979390607602'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1706274943665607114/posts/default/3411547979390607602'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ghazibinarandi.blogspot.com/2008/07/kenapa-tidak-boleh-menengok.html' title='Kenapa Tidak Boleh Menengok?'/><author><name>Ghazi Binarandi</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_iAVSjyKnELc/SYHVilPWNjI/AAAAAAAAAGo/k9Xh8Q8MgxM/S220/DSC_0884.JPG'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1706274943665607114.post-4116599721984242730</id><published>2008-07-25T04:59:00.005+07:00</published><updated>2008-07-25T23:18:22.432+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Sastra'/><title type='text'>Penanti Perubahan</title><content type='html'>Tubuh ini tak punya tujuan. Bergerak ke sana kemari, hanya mengikuti arah angin malam. Atau angin siang. Hanya berpindah jika ada rangsangan, bagaikan makhluk bersel satu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang sekarang juga tak ada bedanya. Masih sama seperti yang dulu-dulu. Masih tetap tak punya tujuan. Masih bingung menentukan arah, masih tak tahu mau ke mana. Masih mengikuti arah angin, seperti nyiur yang melambai-lambai. Tubuh ini masih tetap tak punya tujuan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang kubutuhkan hanya tujuan. Hanya tujuan. Dan yang tidak ada sekarang juga hanya tujuan, hanya tujuan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan hari ini juga sama. Aku dan ketidakpastianku. Bercengkrama berdua, tidak menyisakan ruang untuk siapa pun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ah, tolong aku. Lepaskan aku dari jerat yang maha tidak jelas ini! Selamatkan aku darinya, agar aku bisa kembali bebas lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berikan aku yang kubutuhkan. Berikan aku tujuan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berikan aku yang kubutuhkan. Berikan aku yang kuinginkan. Berikan aku segala yang ada di dalam impian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berikan aku makna untuk hidup. Walau makna hidup itu masih abstrak, samar, dan melayang-layang. Tak apa, sekalian aku belajar terbang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang sekarang pun masih tetap sama. Masih mengikuti arah matahari terbit. Lalu bingung di kala sang mentari tenggelam. Lalu datanglah hari yang baru, dan di kala itulah waktuku untuk menyambut segalanya yang benar-benar beda. Untuk membuat perubahan. Untuk memberi kemajuan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku tidak mau terus seperti ini. Hari ini harus berbeda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan akulah yang akan membuat perubahan itu sendiri. Makanya panggil aku "sang pembuat perubahan" pada tiap hari baru. Karena itulah aku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setidaknya itu yang berada dalam niat. Menunggu untuk secepatnya dikukuhkan.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1706274943665607114-4116599721984242730?l=ghazibinarandi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ghazibinarandi.blogspot.com/feeds/4116599721984242730/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1706274943665607114&amp;postID=4116599721984242730' title='5 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1706274943665607114/posts/default/4116599721984242730'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1706274943665607114/posts/default/4116599721984242730'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ghazibinarandi.blogspot.com/2008/07/penanti-perubahan.html' title='Penanti Perubahan'/><author><name>Ghazi Binarandi</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_iAVSjyKnELc/SYHVilPWNjI/AAAAAAAAAGo/k9Xh8Q8MgxM/S220/DSC_0884.JPG'/></author><thr:total>5</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1706274943665607114.post-5911048098698954818</id><published>2008-07-22T17:06:00.002+07:00</published><updated>2008-07-22T17:07:21.103+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Memori'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Renungan'/><title type='text'>Cinta Murni dari Stadion</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Ahad, 20 Juli 2008. Stadion Siliwangi, Bandung.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari itu suasana stadion penuh sesak. Sangat penuh dan sangat sesak. Tertulis di koran-koran bahwa kapasitas stadion tersebut hanya 22.000 orang, tapi aku tak terlalu yakin dengan jumlah tersebut begitu melihat penuhnya isi stadion. Kursi stadion mungkin hanya mampu menampung 22.000 orang, tapi banyak orang yang rela menonton tanpa perlu kursi. Mereka berdiri sepanjang pertandingan yang lamanya mencapai dua jam lebih. Bahkan ada yang sudah mengisi stadion sejak enam jam sebelumnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Mungkin ini bisa mencapai 25.000, atau lebih," pikirku tanpa didasari perhitungan terukur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan dari 25.000 orang tersebut, aku hanyalah satu di antaranya. Benar-benar tidak ada apa-apanya. Sesaat aku merasa begitu kecil. Makanya aku pantas malu di hadapan Yang Maha Besar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;****&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari itu adalah pertarungan antara Persib dan Persija, duel yang dianggap sebagai salah satu yang terpanas di Indonesia. Bukan hanya karena keduanya merupakan tim papan atas, tapi juga karena unsur permusuhan tingkat tinggi yang diusung kedua kelompok suporter masing-masing. Maung dan macan. Keduanya sebenarnya hewan yang sama, tapi tak ada yang menganggapnya begitu. Permusuhan yang begitu mendarah daging.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak ada baju oranye hari itu, kecuali bagi mereka yang membawanya untuk dibakar. Dan yel-yel terkeras yang mereka teriakan adalah yel-yel untuk mengejek (atau mungkin lebih tepat disebut mengutuk) kelompok suporter ibukota itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan pertandingan pun dimulai setelah tiga jam aku menunggu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Peluit ditiup dan para penonton berteriak histeris. Yel-yel terus diteriakkan, ejekan terus dilontarkan terhadap tim lawan. Semuanya untuk menyemangati tim kesayangan mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sayang pertandingan harus berakhir rusuh. Tidak puasnya beberapa oknum suporter akan keputusan wasit membuat mereka berbuat anarkis. Tempat duduk dibakar, pagar pembatas dirusak, dan pintu dijebol. Wasitkah yang salah?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesaat aku tidak habis pikir dengan para perusak tersebut, kenapa mereka berbuat anarkis? Bukankah hasil pertandingan tak akan berubah walaupun seluruh suporter di sana mengamuk? Apa yang mereka pikirkan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gerombolan orang-orang bodoh, tak berpendidikan, atau otak udang. Mereka adalah salah satu darinya. Setidaknya itulah yang kupikirkan pada saat itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;****&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi ternyata masalahnya tidak sesederhana itu. Atau justru masalahnya sangat sederhana. Entah yang mana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini adalah wujud kecintaan tulus, yang tanpa pamrih, dan hanya mengharap balasan. Walaupun kadang balasan itu tidak berupa balasan yang baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini adalah wujud dari cinta yang begitu sederhana. Suporter mencintai klub, lalu klub menyuguhkan permainan untuk mereka, dan suporter membalasnya dengan memberi dukungan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Cinta yang saling membalas.&lt;/span&gt; Seperti hari itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari itu Persib kalah. Dan banyak yang mengutuk hasil tersebut. Tapi mereka pun kembali pulang ke rumah dan melupakan hal itu. Minggu depannya ketika Persib kembali bermain, mereka akan kembali menonton dan memberi dukungan lagi seperti biasanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cinta tak selalu berbalas dengan baik. Kadang balasannya kurang bisa kita terima, atau bahkan kejam. Seperti para suporter sepak bola yang memberi dukungan maksimal kepada tim kesayangan mereka, namun ternyata tim kesayangan mereka tetap kalah dan menampilkan permainan yang buruk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bukankah ini yang didambakan setiap orang? Ketika kita mencintai dengan sepenuh hati dan tidak peduli akan balasan yang akan kita terima. Ketika cinta sejati muncul, entah cinta itu berbalas atau tidak. Cinta yang benar-benar tulus, yang sekarang sudah menjadi barang yang paling langka di dunia yang penuh dengan tuntutan balas budi ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari itu di stadion Siliwangi. Aku masih merenungi hal tersebut, sekaligus mendamba-dambakannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Cinta yang begitu tulus. Cinta yang begitu murni.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku pulang dari stadion dengan membawa pelajaran yang berharga. Dan terus memikirkannya sambil berjalan pulang dengan tertatih-tatih karena tulang ekorku sakit luar biasa akibat lima jam lebih duduk di kursi semen.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1706274943665607114-5911048098698954818?l=ghazibinarandi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ghazibinarandi.blogspot.com/feeds/5911048098698954818/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1706274943665607114&amp;postID=5911048098698954818' title='4 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1706274943665607114/posts/default/5911048098698954818'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1706274943665607114/posts/default/5911048098698954818'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ghazibinarandi.blogspot.com/2008/07/cinta-murni-dari-stadion.html' title='Cinta Murni dari Stadion'/><author><name>Ghazi Binarandi</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_iAVSjyKnELc/SYHVilPWNjI/AAAAAAAAAGo/k9Xh8Q8MgxM/S220/DSC_0884.JPG'/></author><thr:total>4</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1706274943665607114.post-264510257038002776</id><published>2008-07-16T09:32:00.003+07:00</published><updated>2008-07-16T10:01:56.079+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Catatan'/><title type='text'>Bagaikan Burung Dalam Sangkar</title><content type='html'>Banyak yang menumpuk di pikiran akhir-akhir ini, memaksaku menyisakan tempat untuk mereka yang kejelasannya saja masih dalam tanda tanya. Tapi tetap saja mereka telah mengusik pikiran-pikiranku dengan sejumput khayalan, kenangan, atau hanya sekedar omong kosong. Dan di saat kusadar, aku telah terbenam terlalu dalam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau hidup ini adalah permainan catur, maka aku ibarat sedang melawan Gary Kasparov. Langkah yang harus kuambil kini sangatlah sulit. Benar-benar rumit. Aku bahkan tidak yakin bahwa inilah yang dinamakan "langkah". Karena semuanya berlalu bagaikan angin malam atau angin siang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari jendela kamarku aku dapat melihat seekor burung poksai dalam sangkar, peliharaan keluarga kami. Pernah kulihat burung itu menggigil kedinginan karena saat itu hujan deras. Burung kedinginan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Burung itu tak punya pilihan selain tetap pasrah dalam keadaan menggigil. Ia tidak bisa kabur dan mencari tempat yang lebih hangat karena sangkar itu tertutup rapat. Sementara burung-burung lain mencoba bermigrasi ke tempat yang lebih hangat di kala musim penghujan tiba, ia hanya dapat diam di sangkar. Bertengger pada batang kayu yang ada di sana, terus bersiul-siul dengan indahnya. Entah apa yang dipikirkannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apakah arti dari siulan itu? Iramanya begitu merdu dan nyaman di dengar di telinga. Tapi malang bagi burung itu telah memiliki suara seindah itu, suaranya menjadikannya alasan utama bagi para manusia untuk mendengarkannya lebih banyak. Dalam sangkar, bukan alam bebas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku tak bisa bahasa burung, tentu saja, kau juga tidak bisa. Tapi adakah yang mengerti rasa perih yang tersirat dalam siulannya? Aku tidak mengerti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau burung itu sedang merana sekarang, ia pantas merasakan hal yang demikian. Terkurung dan tak bisa keluar. Aku pernah merasakannya, dan aku sedang merasakannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhir-akhir ini aku banyak berpikir tentang hal-hal yang ini dan itu. Tentang masalah yang bahkan permasalahannya saja belum jelas kuketahui. Tentang yang ada, atau tentang yang tiada. Tentang segalanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terbelenggunya aku akhir-akhir ini tidak sama dengan terkurungnya si burung poksai dalam sangkarnya. Aku yang memilih terbelenggu, tapi burung poksai itu tak pernah memilih untuk dikurung. Tapi aku dan si burung poksai juga punya sedikit kesamaan. Kami sama-sama tak berdaya melawan nasib.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini terlalu menyita waktu. Menyita pikiran. Menyita segalanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau aku bank, aku pasti sudah bangkrut. Kalau aku penjara, aku pasti sudah penuh.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1706274943665607114-264510257038002776?l=ghazibinarandi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ghazibinarandi.blogspot.com/feeds/264510257038002776/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1706274943665607114&amp;postID=264510257038002776' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1706274943665607114/posts/default/264510257038002776'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1706274943665607114/posts/default/264510257038002776'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ghazibinarandi.blogspot.com/2008/07/bagaikan-burung-dalam-sangkar.html' title='Bagaikan Burung Dalam Sangkar'/><author><name>Ghazi Binarandi</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_iAVSjyKnELc/SYHVilPWNjI/AAAAAAAAAGo/k9Xh8Q8MgxM/S220/DSC_0884.JPG'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1706274943665607114.post-9220366874351802907</id><published>2008-07-13T10:06:00.005+07:00</published><updated>2008-07-13T18:26:09.245+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Catatan'/><title type='text'>Inspirasi yang Membunuh</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://bp0.blogger.com/_iAVSjyKnELc/SHnmSAA5geI/AAAAAAAAADw/uX8LQf_xfMw/s1600-h/cigarette.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer;" src="http://bp0.blogger.com/_iAVSjyKnELc/SHnmSAA5geI/AAAAAAAAADw/uX8LQf_xfMw/s200/cigarette.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5222458439828603362" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;"Setiap ada foto Chairil Anwar, pasti dia sedang merokok," kata ibuku. Entah perkataannya benar atau tidak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi yang jelas Chairil Anwar memang seorang perokok berat. Dan banyak orang mengatakan ini wajar, dia kan seorang seniman. Memang apa hubungannya seorang seniman dengan kebiasaan merokok?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemarin aku pergi ke sebuah toko buku yang banyak menjual buku-buku import. Di sana ada beberapa buku karya Pramoedya Ananta Toer (entah kenapa aku selalu menemukan buku-buku Pram di toko buku import, dan sangat sulit mencarinya di toko buku lokal, bukankah dia orang Indonesia?) dan kulihat foto Pram dengan gaya khasnya: sedang merokok. Ternyata seniman yang satu ini juga pecandu nikotin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;****&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku mencoba menelusuri hubungan yang tepat antara rokok dan seniman. Dan semakin aku mencari, aku semakin menemukan bahwa bukan hanya seorang seniman yang sering dihubung-hubungkan dengan rokok. Detektif, koboi, kepala polisi, dan sesekali agen rahasia. Hampir tiap tokoh yang dianggap misterius di setiap komik Jepang selalu diceritakan bahwa dia adalah seorang perokok berat. Koboi pun sama, bahkan untuk cerita anak-anak seperti Lucky Luke.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin untuk sebagian orang rokok merupakan sarana untuk mengasingkan diri dari dunianya selama sesaat. Makanya banyak orang yang berkata bahwa rokok menghilangkan stres, rokok membuat tenang, rokok menjernihkan pikiran, dan seterusnya. Dengan kata lain rokok adalah alat tepat untuk melamun, kendaraan yang dapat membawa kita ke dunia imajinasi yang hanya kita sendiri yang mengerti akannya. Pantas banyak seniman yang menyukai ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fungsi rokok hampir mirip dengan kopi, cermin, mandi, atau sikat gigi. Atau benda apa saja yang biasa kita jadikan "teman" di kala kita asik melamun dan berimajinasi. Benda-benda itu membawa kita ke alam imajinasi dan membantu kita menemukan inspirasi. Dua hal yang sangat dibutuhkan oleh seorang seniman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;****&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku bercita-cita untuk menjadi seorang seniman, namun aku tak pernah bercita-cita untuk merokok. Walaupun aku sangat membutuhkan sarana untuk mengasingkan diri sejenak dari duniaku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak yang bilang rokok mempercepat kematian, tapi bukan itu alasanku untuk tidak merokok. Bagiku tidak masalah aku mati hari ini atau besok, atau tahun depan, atau bahkan seratus tahun lagi. Tidak merokok pun aku masih tetap menghirup asap rokok dari orang-orang yang merokok di sekitarku. Lagipula usia manusia tidak bisa ditentukan hanya oleh sebatang rokok saja. Seseorang bisa saja mati muda walaupun tidak merokok dan selalu bergaya hidup sehat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika nanti aku tidak merokok dan aku telah menjadi seorang seniman besar, tren "seniman adalah perokok" yang marak sekarang ini bisa saja runtuh. Dan kalau tren itu runtuh maka aku berarti punya andil dalam menghilangkan rokok dari dunia ini. Dan jika itu berhasil maka aku punya cita-cita untuk mengganti kebiasaan merokok dengan kebiasaan menyikat gigi. Bukankah ini lebih baik?&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1706274943665607114-9220366874351802907?l=ghazibinarandi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ghazibinarandi.blogspot.com/feeds/9220366874351802907/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1706274943665607114&amp;postID=9220366874351802907' title='3 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1706274943665607114/posts/default/9220366874351802907'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1706274943665607114/posts/default/9220366874351802907'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ghazibinarandi.blogspot.com/2008/07/mendapatkan-inspirasi-sambil-perlahan.html' title='Inspirasi yang Membunuh'/><author><name>Ghazi Binarandi</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_iAVSjyKnELc/SYHVilPWNjI/AAAAAAAAAGo/k9Xh8Q8MgxM/S220/DSC_0884.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://bp0.blogger.com/_iAVSjyKnELc/SHnmSAA5geI/AAAAAAAAADw/uX8LQf_xfMw/s72-c/cigarette.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1706274943665607114.post-49084661900150958</id><published>2008-07-12T12:10:00.007+07:00</published><updated>2008-07-12T21:06:07.051+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Renungan'/><title type='text'>Kembali Ke Belakang Sejenak dan Masih Itu-itu Saja</title><content type='html'>Sudah menjadi kodrat dari setiap manusia untuk berpikir. Oleh karena aku juga manusia maka sudah seharusnya jika aku juga berpikir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari-hariku akhir-akhir ini membawaku kepada kebosanan yang teramat sangat. Libur yang sangat panjang ternyata juga berarti hilangnya sebuah rutinitas yang biasa kujalani sehari-hari, yang pada awalnya juga kuanggap sebagai sebuah &lt;span style="font-style: italic;"&gt;k&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;egiatan konstan yang dapat membunuhku secara perlahan-lahan dalam kebosanan&lt;/span&gt;. Kini setelah lepas dari rutinitas yang membosankan itu ternyata aku justru merasakan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;kebosanan dalam bentuk yang lain&lt;/span&gt;. Liburan panjang kali ini membuatku miskin inspirasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari ini juga sama. Aku seperti mencari-cari kegiatan untuk dilakukan tapi tidak menemukan sesuatu yang benar-benar menarik. Hingga akhirnya tersirat sebuah pertanyaan yang ingin sekali kudengar jawabannya: apakah hidup manusia memang selalu berada di dekat kebosanan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi aku bukan tipe orang yang menyerah pada keadaan begitu saja. Selama masih ada fasilitas yang dapat kugunakan untuk menciptakan kreasi, aku tetap akan berjuang terus untuk menciptakan warna-warna baru dalam hidupku. Warna-warna yang akan selalu menghiasi hidupku dengan kebahagiaan. Warna-warna yang akan membantuku menemukan jawaban akan kehidupan yang sejati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;****&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku coba mulai dengan mengevaluasi hidupku yang sudah berlangsung lumayan lama ini. Dimulai dari saat pertama kali aku berkenalan dengan apa yang membuat setiap manusia punya arti hidup, yaitu impian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku ingat impian pertamaku adalah menjadi seorang pembalap mobil. Rasanya siapapun yang menjadi pembalap mobil akan terlihat gagah. Tak peduli jika wajahmu sangat jelek sekalipun, karena kau akan memakai helm yang akan menutupinya. Belum lagi kau akan memakai seragam dengan banyak iklan dari sponsor (entah kenapa aku selalu menganggap iklan menambah daya tarik dari baju si pembalap), walau sekarang aku tak bisa membayangkan kegerahan yang dirasakan si pembalap dalam baju ekstratebal itu, pasti keringat deras sudah membanjiri baju dalam mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah lepas dari impian pertamaku, aku mulai mencari impian-impianku yang lain. Presiden, pembalap motor, komikus, penulis, dan superhero. Seringkali aku berganti-ganti impian kala itu, sebanyak aku berganti-ganti acara televisi yang kutonton. Tapi aku tidak pernah sama sekali berkeinginan menjadi dokter. Apa menariknya menggeluti suatu profesi yang semua orang menginginkannya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku melewati masa kecilku senormal yang kuinginkan. Aku sekolah di sebuah SD negeri yang fasiltasnya selalu pas-pasan. Berteman dengan anak penjaga warung, anak supir taksi, anak tukang becak, keponakan seorang narapidana, dan masih banyak lagi macamnya. Walau kadang ada juga yang mengaku bahwa dia adalah anak seorang direktur, entah itu benar atau tidak yang jelas pada saat itu aku ragu. Tapi aku tak peduli akan semua itu. Yang penting aku nyaman berteman dengan mereka lalu apa masalahnya? Pentingkah aku menanyakan status sosial mereka satu per satu saat berkenalan? Tentu saja tidak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selama SD aku belum bisa mengatur hidupku dengan sebaik-baiknya. Kehidupanku masih dibimbing sepenuhnya oleh kedua orang tuaku. Jika mereka suruh aku belajar maka yang kulakukan pada menit berikutnya adalah belajar. Jika mereka suruh aku makan maka yang kulakukan di menit berikutnya adalah makan. Mungkin pada saat itu aku seperti robot yang punya hati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di SD negeri tempatku bersekolah kau akan menemukan berbagai macam guru. Mereka akan mengajarkan kita lagu Hymne Guru untuk menunjukkan kekuasaan mereka di kelas dan betapa berjasanya mereka. Seorang guru mengajarkan sebuah lagu untuk menyanjung guru?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku bisa dibilang berprestasi cukup baik selama masih SD. Aku selalu berhasil meraih peringkat tiga besar dalam kelas. Walau saat kelas satu dan kelas dua aku tidak pernah berhasil sekalipun untuk menjadi yang pertama. Sedikit membuatku putus asa saat itu karena aku selalu kalah peringkat dari anak seorang guru. Hingga akhirnya aku mampu meraihnya di kelas tiga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin prestasiku yang cukup baik ini yang membuatku selalu ingin punya pendapat sendiri. Dan hasilnya aku menjadi sedikit pemberontak di kelas. Aku pernah berdebat yang sangat panjang dengan seorang guru dan baru bisa dihentikan oleh bel pertanda kelas selesai hanya karena merasa tak setuju dengan jawaban yang beliau berikan. Aku pernah merasa lebih pintar dari salah seorang guru padahal ketika itu aku baru kelas lima SD! Tapi bagaimanapun juga aku tak pernah sampai ke arah yang terlalu melenceng, paling tidak prestasiku di sekolah selalu kujaga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari SD lanjut ke SMP. SMP-ku berbeda jauh dengan SD-ku. Kini aku bersekolah di sebuah SMP swasta yang berlabel Islam. Menanamkan banyak dasar-dasar agama dalam kehidupanku. Tapi aku tak pernah jadi terlalu fanatik. Hanya saja prestasiku di SMP sangatlah labil. Aku tidak bisa menjaga prestasiku seperti ketika di SD. Sifat pemberontak yang sudah ada pada diriku timbul lagi bahkan semakin menjadi-jadi. Tapi akhirnya aku bisa lulus dengan cukup baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku belum mau berhenti sekolah, atau tepatnya aku tidak akan diizinkan oleh kedua orang tuaku untuk berhenti sekolah. Jadilah aku melanjutkan pendidikanku ke jenjang SMA, masih dalam label yang sama: swasta Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di SMA aku mulai belajar untuk berpacu pada target. Dan ternyata ini sangat berat. Bukan main perjuanganku untuk mencapai target masuk jurusan IPA saat itu. Bahkan tadinya kukira targetku tak akan tercapai lantaran nilai fisikaku yang tak memenuhi syarat. Dan entah keajaiban apa yang menyelamatkanku, nilai fisikaku disulap menjadi naik beberapa poin. Akhirnya target pertama tercapai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya tiga tahun juga sudah terlewati lagi. Dan aku lulus kembali. Meninggalkan masa SMA yang penuh dengan kesusahpayahan, kesedihan, kebahagiaan, penderitaan, pengharapan, dan cinta. Tiga tahun yang merupakan awal perkenalanku dengan seseorang yang membuat hidupku terjungkir-balik. Yang jelas tiga tahun ini adalah tiga tahun yang paling berkesan untukku sampai saat ini. Entah bagaimana dengan tahun-tahun berikutnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;****&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari ini aku berniat mandi di kamar mandi milik orang tuaku. Suatu hal yang biasa akhir-akhir ini mengingat aku mulai menyadari kamar mandi di sana lebih besar dan lebih nyaman, walau aku lebih suka desain kamar mandiku sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi aku tidak jadi mandi di sana setelah melihat seekor kecoak tergeletak terlentang di sana. Mati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku baru ingat pagi tadi adalah jadwal penyemprotan untuk memberantas nyamuk demam berdarah. Dan sasarannya tidak selalu tepat. Kadang kecoak juga ikut mati walau ia bukan sasaran sebenarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya aku mandi di kamar mandiku sendiri. Mungkin sudah seharusnya begitu. Sebenarnya aku bisa saja mengambil bangkai kecoak tersebut dan membuangnya ke tempat sampah, lalu aku bisa mandi dengan tenang. Hanya saja aku malas melakukannya. Dan akhirnya aku terpaksa untuk mengganti niatku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seekor kecoak mati ternyata bisa merubah kehidupanku, secuil kehidupanku, tapi kecoak itu tetap punya arti dalam hidupku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal sekecil apapun bisa saja terjadi dalam hidupmu, dan yang mana saja bisa merubah hidupmu. Hidup ini kan tak selalu konstan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku masih berpikir. Memikirkan segalanya, untuk mencoba mencari jawaban. Dan jika saat ini ada orang yang datang padaku dan bertanya, "Sedang di mana kamu? Sedang apa?", aku akan langsung menjawab dengan tegas, "Aku masih di sini, masih terdiam sambil memikirkan jawaban dari pertanyaan yang itu-itu saja."&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1706274943665607114-49084661900150958?l=ghazibinarandi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ghazibinarandi.blogspot.com/feeds/49084661900150958/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1706274943665607114&amp;postID=49084661900150958' title='3 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1706274943665607114/posts/default/49084661900150958'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1706274943665607114/posts/default/49084661900150958'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ghazibinarandi.blogspot.com/2008/07/kembali-ke-belakang-sejenak-dan-masih.html' title='Kembali Ke Belakang Sejenak dan Masih Itu-itu Saja'/><author><name>Ghazi Binarandi</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_iAVSjyKnELc/SYHVilPWNjI/AAAAAAAAAGo/k9Xh8Q8MgxM/S220/DSC_0884.JPG'/></author><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1706274943665607114.post-2600567155805599722</id><published>2008-07-09T21:09:00.002+07:00</published><updated>2008-07-09T21:10:38.893+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Sastra'/><title type='text'>Yang Ada Pada Akhirnya</title><content type='html'>Hal-hal terkompleks dalam hidupku baru saja kulewati secara bertubi-tubi. Entah berapa banyak lagi yang akan datang untuk kembali menyerang. Makin banyakkah? Atau malah makin sedikit?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Impian ada untuk memberi manusia tujuan. Agar manusia dapat menjalani hidup sesuai dengan arahan. Impian ada agar manusia bisa hidup sebagaimana mestinya. Impian ada untuk menciptakan warna dalam kehidupan manusia. Impian ada untuk memberi kehidupan dalam diri tiap insan manusia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Manusia tanpa impian adalah mati. Sementara impian hanya bisa digapai dengan perjuangan. Jadi inti kehidupan hanyalah sebuah perjuangan. Bergulat. Bersaing. Menang atau kalah. Mati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setiap insan punya tujuan. Yang tertekan dalam hati tiap-tiap mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku sungguh terkesan. Tidak ada yang patut santai di muka bumi ini. Tidak juga siapapun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhir-akhir ini cinta mulai kembali bersemi. Tapi yang paling terakhir, cinta menguncup kembali. Aku tak tahu cintaku sedang dalam musim apa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cintaku masih tak terang ada di mana. Cintaku masih di persimpangan. Butuh rambu yang lebih banyak untuk menuntunnya ke jalan yang benar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang ini membuatku terjatuh kembali. Jatuh dengan sebenar-benarnya jatuh. Jatuh yang telak. Yang menimbulkan kesakitan, tapi juga memberi kita pelajaran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku jatuh cinta. Dengan sedalam-dalamnya jatuh. Dengan sedalam-dalamnya cinta.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1706274943665607114-2600567155805599722?l=ghazibinarandi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ghazibinarandi.blogspot.com/feeds/2600567155805599722/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1706274943665607114&amp;postID=2600567155805599722' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1706274943665607114/posts/default/2600567155805599722'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1706274943665607114/posts/default/2600567155805599722'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ghazibinarandi.blogspot.com/2008/07/yang-ada-pada-akhirnya.html' title='Yang Ada Pada Akhirnya'/><author><name>Ghazi Binarandi</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_iAVSjyKnELc/SYHVilPWNjI/AAAAAAAAAGo/k9Xh8Q8MgxM/S220/DSC_0884.JPG'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1706274943665607114.post-2024317602270223785</id><published>2008-07-09T09:10:00.004+07:00</published><updated>2008-07-09T09:39:25.141+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Renungan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Catatan'/><title type='text'>Kedai Kopi Hari Itu</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://bp3.blogger.com/_iAVSjyKnELc/SHQkr6f6m1I/AAAAAAAAADg/WO_wxxPvBk4/s1600-h/coffee.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer;" src="http://bp3.blogger.com/_iAVSjyKnELc/SHQkr6f6m1I/AAAAAAAAADg/WO_wxxPvBk4/s200/coffee.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5220838204885343058" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Beberapa hari yang lalu aku pergi ke sebuah kedai kopi. Meskipun aku bukanlah pecandu kafein. Makanya aku jarang pergi ke kedai kopi. Minum kopi instan kemasan sachet di rumah saja jarang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedai kopi belakangan ini memang banyak sekali bermunculan di mana-mana. Dan itu menambah satu pertanyaan lagi untukku: memang apa bedanya minum kopi di rumah dan di kedai kopi?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin dari seluruh pengunjung kedai kopi di sana pada hari itu hanya aku saja yang tidak mengerti akan kenikmatan meminum kopi. Bagiku kopi itu pekat dan pahit. Kalaupun kita temukan kopi yang rasanya manis dan sangat nikmat, yang membuatnya demikian adalah campuran susu dan gulanya. Kopinya sendiri hanya mendonasikan rasa pahit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi di kedai kopi itu aku sadar. Kopi yang kupesan hari itu sangat nikmat. Memang yang membuatnya nikmat masih susu dan gulanya. Hanya saja tidak mungkin minuman itu akan jadi senikmat itu kalau hanya terdiri dari campuran susu dan gula. Itu sama saja dengan meminum segelas susu panas. Dan susu panas tak pernah senikmat kopi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku tersadar akan pentingnya peranan kopi dalam membuat minuman tersebut jadi nikmat. Kopilah yang memberikan karakter dalam minuman tersebut. Rasa pahit yang diberikan membuat kau tidak hanya merasakan manis yang berlebihan. Dan kombinasinya, jika dicampur oleh profesional, akan menyuguhkan sebuah minuman dalam kemasan yang sangat unik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kopi yang paling nikmat bukan kopi yang paling manis. Tapi juga bukan yang paling pahit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Layaknya kehidupan kopi juga menggambarkan keseimbangan. Terkadang kau merasakan manisnya, namun kau juga tak pernah luput dari rasa pahitnya. Dan rasa pahitnya itu ditimbulkan oleh kafein, yang katanya dapat meningkatkan konsentrasi jika dikonsumsi tidak berlebihan. Sama seperti kehidupan, di mana kau bisa mendapatkan pelajaran setelah merasakan pengalaman pahit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hidup memang tak selalu manis. Hidup memang tak selalu pahit. Cobalah untuk mengambil pelajaran dari keduanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kopi itu telah menyadarkanku. Akan manis pahitnya kehidupan. Yang tak pernah selalu konstan. Justru karena ini kita harus berjuang. Karena hidup tanpa perjuangan sama saja mati.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1706274943665607114-2024317602270223785?l=ghazibinarandi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ghazibinarandi.blogspot.com/feeds/2024317602270223785/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1706274943665607114&amp;postID=2024317602270223785' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1706274943665607114/posts/default/2024317602270223785'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1706274943665607114/posts/default/2024317602270223785'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ghazibinarandi.blogspot.com/2008/07/kedai-kopi-hari-itu.html' title='Kedai Kopi Hari Itu'/><author><name>Ghazi Binarandi</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_iAVSjyKnELc/SYHVilPWNjI/AAAAAAAAAGo/k9Xh8Q8MgxM/S220/DSC_0884.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://bp3.blogger.com/_iAVSjyKnELc/SHQkr6f6m1I/AAAAAAAAADg/WO_wxxPvBk4/s72-c/coffee.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1706274943665607114.post-4954930981063268095</id><published>2008-06-27T00:34:00.007+07:00</published><updated>2008-06-29T21:50:39.301+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Renungan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Catatan'/><title type='text'>Permen Mint</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_iAVSjyKnELc/SGPdnJgdgcI/AAAAAAAAADY/g9PyEaZQs74/s1600-h/mint+candy.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer;" src="http://3.bp.blogspot.com/_iAVSjyKnELc/SGPdnJgdgcI/AAAAAAAAADY/g9PyEaZQs74/s200/mint+candy.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5216256458061873602" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Hari ini aku mendapatkan pelajaran berharga. Gurunya adalah permen mint.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tiga orang berada dalam mobil itu. Ada tiga permen mint di sana. Dan kami bertiga langsung memakannya, masing-masing orang mendapat satu permen.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku kurang begitu suka dengan permen mint, walau aku sangat suka dengan permen. Tapi hari ini aku memutuskan untuk memakan permen itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang kurasakan pada saat permen itu pertama kali menyentuh permukaan lidahku adalah rasa manisnya. Sama seperti permen-permen lainnya, permen ini &lt;span style="font-style: italic;"&gt;juga&lt;/span&gt; manis karena setiap permen &lt;span style="font-style: italic;"&gt;harus&lt;/span&gt; manis. Pernah kujumpai permen rasa asam, tapi lidah tetap tidak bisa dibohongi, rasa manisnya tetap mendominasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasa mint memang selalu menjadi favorit di industri makanan. Berbagai produk es krim, permen, biskuit, selai, dan berbagai hal lainnya pernah mengeluarkan versi mint mereka masing-masing, walau kepopuleran mint masih kalah jauh dengan strawberi, vanila, dan cokelat yang lebih diminati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah cukup lama mengemut permen mint tersebut langsung kurasakan kelegaan yang membebaskan. Layaknya orang baru sembuh dari pilek, aku langsung bisa menghirup udara penuh dengan benar-benar lancar. Rasanya bagaikan surga baru pindah dari telapak kaki ibu ke tenggorokanku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi tidak dengan hidungku. Ia justru menderita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Inilah kenapa aku kurang begitu suka dengan permen mint. Rasanya melegakan, tapi juga menyakitkan. Aliran udara yang masuk ke dalam tubuhku serasa mengalir sambil mengiris sesuatu -entah apa itu- dalam hidungku. Dan udara dingin kota Bandung membuatnya semakin bertambah parah. Ditambah dengan fakta bahwa aku sedang berada dalam mobil kecil yang menggunakan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;air conditioner&lt;/span&gt;, memaksaku menghisap entah berapa mili udara kering yang sangat menyiksa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi tetap saja sensasi lega yang diberikan permen mint, bukan mint, pada tenggorokanku mengalahkan rasa tak nyaman pada hidungku. Inilah keadilan. Inilah keseimbangan. Imbalan dan ganjaran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan segalanya terjadi di muka bumi ini. Pada kehidupan ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Permen mint telah mengajariku cara untuk lebih memaknai hidup ini. Entah kenapa permen mint yang tadi. Padahal ini bukanlah hari pertamaku memakan permen mint.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Manis yang diberikan permen mint pada kecapan pertama di lidahmu sama saja dengan segala kenikmatan yang ada di kehidupan ini. Semuanya menggoda, tapi jangan selalu terbuai. Karena itu semua hanyalah kenikmatan artifisial.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang aslinya ada di suatu tempat. Di mana Tuhanmu juga berada di situ.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1706274943665607114-4954930981063268095?l=ghazibinarandi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ghazibinarandi.blogspot.com/feeds/4954930981063268095/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1706274943665607114&amp;postID=4954930981063268095' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1706274943665607114/posts/default/4954930981063268095'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1706274943665607114/posts/default/4954930981063268095'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ghazibinarandi.blogspot.com/2008/06/permen-mint.html' title='Permen Mint'/><author><name>Ghazi Binarandi</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_iAVSjyKnELc/SYHVilPWNjI/AAAAAAAAAGo/k9Xh8Q8MgxM/S220/DSC_0884.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_iAVSjyKnELc/SGPdnJgdgcI/AAAAAAAAADY/g9PyEaZQs74/s72-c/mint+candy.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1706274943665607114.post-2877942600463436536</id><published>2008-06-22T21:10:00.007+07:00</published><updated>2009-01-29T23:26:40.869+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Fiksi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Negeri Senja'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Catatan'/><title type='text'>Kereta Api dan Takdir</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_iAVSjyKnELc/SF5npBzPIGI/AAAAAAAAADI/2lRVR8PAF90/s1600-h/rail_1.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer;" src="http://4.bp.blogspot.com/_iAVSjyKnELc/SF5npBzPIGI/AAAAAAAAADI/2lRVR8PAF90/s200/rail_1.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5214719373097246818" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Kereta api adalah kendaraan unik. Dia tidak bisa jalan seenaknya. Dia terikat pada arah yang ditentukan oleh relnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari dulu aku suka kereta api. Menaikinya serasa jadi pengelana yang mau berpergian jauh. Entah ke mana, mungkin ke negeri antah berantah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sayang nasib kereta api dewasa ini tak terlalu baik. Seakan-akan menghilang ditelan peradaban yang memberi terlalu banyak ruang untuk berkembangnya alat transportasi lain seperti mobil, pesawat terbang, dan motor. Padahal kereta api adalah kendaraan paling merakyat. Sekali jalan, dia bisa mengangkut ribuan orang. Gerbongnya pun bisa dibuat jadi banyak. Tapi ada satu kelemahan kereta api yang mengganjalnya untuk bersaing lebih ketat dengan pesawat terbang dan kapal laut. Dan kelemahan ini adalah faktor utama penyebab tersingkirnya kereta api dalam kompetisi ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kelemahan kereta api adalah dia tidak bisa menghasilkan banyak uang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;****&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dulu stasiun selalu penuh sesak. Sekarang keadaannya bagaikan orang lagi terdesak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak yang ingin kutanyakan tentang stasiun ini. Mengapa catnya hijau? Mengapa orang-orang hanya makan di restoran Jepang dan toko donat yang itu-itu saja? Mengapa kalau Lebaran tiba orang-orang jadi banyak yang datang?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi tidak kutanyakan. Bukannya tidak mau, tapi kepada siapa aku harus menanyakannya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;****&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Aku mau pergi ke tempat yang jika aku pergi ke sana aku tidak akan bisa kembali lagi," ujarku pada penjaga loket.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Si penjaga loket terdiam sejenak. "Maksud adik?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Aku ingin ke Negeri Senja."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang-orang di sekitarku menertawaiku terbahak-bahak. Aku senang-senang saja. Berarti lawakanku dianggap lucu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Maaf. Tapi aku tidak jadi ke Negeri Senja karena stasiunnya bukan di sini. Aku ingin membeli tiket ke Bali saja."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Tapi kita tidak menjual tiket untuk ke Bali, dik."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kenapa begitu?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Karena Bali dan Jakarta dipisahkan oleh laut yang membentang luas. Kereta api tidak bisa melewati laut."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Omong kosong. Di Jepang ada kereta api yang melewati bawah laut. Aku baca itu di buku."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Si penjaga loket terdiam lagi, lalu menghembuskan sebuah napas berat. "Mungkin orang-orang Jepang mampu membuat yang seperti itu. Tapi sampai saat ini kereta api di Indonesia belum bisa seperti itu."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan aku pun terdiam. Bingung ingin menyalahkan siapa. Orang Jepang yang sudah terlampau pintar, orang Indonesia yang tidak berusaha untuk menjadi sepintar orang Jepang, atau si penjaga loket yang tidak membantuku berpikir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;****&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kereta api memang membutuhkan rel untuk bisa terus jalan. Dan kadang relnya tidak mencapai ke tempat-tempat yang ingin kita jangkau, sehingga kita harus mengubur impian kita untuk pergi ke tempat-tempat tersebut dengan kereta api.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rel kereta api bagaikan takdir. Dan kereta apinya adalah usaha. Tujuan tidak bisa digapai jika relnya belum dibuat. Dan jika relnya sudah jadi, itu akan menjadi percuma kalau kereta apinya tidak memadai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Manusia memang harus selalu berjuang untuk menggapai segala apa yang mereka cita-citakan, tapi kadang takdir berkata lain. Sehingga nasib mereka pun menjadi berbeda dari yang ada di impian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Makanya cobalah untuk pasrah dalam segala keadaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena tak semua yang kita mau bakal terwujud jadi nyata.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;****&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Makanya aku bilang kereta api adalah kendaraan unik. Tidak ada duanya. Dan mungkin saja lima puluh tahun lagi kendaraan tersebut akan punah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Koran hari itu menunjukkan bahwa harga terbang dengan salah satu maskapai penerbangan milik negara tetangga dari Medan ke negeri jiran hanya Rp. 3.000,00 saja. Entah benar atau ada unsur penipuan di dalamnya. Yang jelas jika informasi ini benar harga tiket pesawat terbang lintas negara menjadi sama saja dengan ongkos naik ojek dengan jarak paling jauh 500 meter saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pantas saja. Kereta api tidak segila itu dan tampaknya tidak akan pernah. Dia bahkan tak pernah memasang iklan di koran, bukannya tak mau, tapi tak sanggup. Kasihan benar si kumpulan gerbong yang unik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kereta api adalah usaha, dengan relnya sebagai takdir. Mungkin sudah takdir kereta api untuk kalah bersaing dengan pesawat terbang kini, namun tidak untuk mundur sepenuhnya. Kereta api masih bisa bangkit, dan bergelut kembali dalam kompetisi memperebutkan tahta alat transportasi yang paling diminati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Layaknya takdirku untuk berpikir kembali akan segalanya. Tentang dia.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1706274943665607114-2877942600463436536?l=ghazibinarandi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ghazibinarandi.blogspot.com/feeds/2877942600463436536/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1706274943665607114&amp;postID=2877942600463436536' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1706274943665607114/posts/default/2877942600463436536'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1706274943665607114/posts/default/2877942600463436536'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ghazibinarandi.blogspot.com/2008/06/kereta-api-dan-takdir.html' title='Kereta Api dan Takdir'/><author><name>Ghazi Binarandi</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_iAVSjyKnELc/SYHVilPWNjI/AAAAAAAAAGo/k9Xh8Q8MgxM/S220/DSC_0884.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_iAVSjyKnELc/SF5npBzPIGI/AAAAAAAAADI/2lRVR8PAF90/s72-c/rail_1.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1706274943665607114.post-584949538797641394</id><published>2008-06-19T22:11:00.009+07:00</published><updated>2009-01-29T23:26:10.939+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Renungan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Negeri Senja'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Catatan'/><title type='text'>Perjalanan ke Negeri Senja</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_iAVSjyKnELc/SFqDTwaeEiI/AAAAAAAAAC4/ksyjtNSSKo4/s1600-h/sunset1.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer;" src="http://2.bp.blogspot.com/_iAVSjyKnELc/SFqDTwaeEiI/AAAAAAAAAC4/ksyjtNSSKo4/s320/sunset1.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5213623894071448098" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Malam itu aku berada di stasiun Gambir, mengantar kepergian dua orang temanku yang mau berkelana ke luar kota untuk menuntut ilmu di sana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sudah lama aku tidak ke stasiun Gambir, tapi keadaannya masih begitu-begitu saja. Tidak banyak yang berubah, bahkan warna catnya pun masih tetap sama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memandang stasiun aku jadi teringat akan salah satu cerpen karya Seno Gumira Ajidarma yang menceritakan tentang kereta api misterius yang menuju ke sebuah tempat bernama Negeri Senja, sebuah negeri yang tidak seorang pun tahu seperti apa negeri itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Negeri Senja digambarkan sebagai negeri yang sangat misterius. Setiap orang yang pergi ke sana tidak akan bisa kembali lagi. Tidak ada yang tahu sedikit informasi pun tentang kondisi Negeri Senja, bahkan lokasinya pun tak ada yang tahu. Setiap orang yang mau pergi ke sana tidak perlu membayar uang sepeser pun, mereka hanya butuh membubuhkan tanda tangan mereka di lembar yang menyatakan persetujuan mereka untuk pergi ke Negeri senja dan bersedia untuk tidak kembali lagi. Makanya setiap orang yang terlihat akan berangkat ke Negeri Senja tampangnya selalu terlihat murung dan tidak bahagia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di Gambir tidak ada kereta api yang menuju ke Negeri Senja, tentu saja, Negeri Senja hanyalah fiksi. Namun bagaimana jika seandainya Negeri Senja benar-benar ada?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku tentu akan membayangkan perasaan orang-orang yang akan berangkat ke sana. Apa yang mereka rasakan? Sedihkah, atau justru gembira? Pasrah, atau malah berharap?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Negeri Senja sama saja dengan pertaruhan di dunia nyata. Kita tidak tahu apa yang bakal terjadi kelak, tapi kita dituntut untuk memilih: pergi atau tidak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita tidak tahu seperti apa Negeri Senja itu. Bisa jadi Negeri Senja adalah negeri yang sangat indah, jauh lebih indah dari tempat yang selama ini kita tinggali. Atau ternyata negeri itu sangat gersang, di mana tidak ada makhluk hidup yang mampu bertahan hidup di sana untuk waktu yang lama, dan kita hanya sendirian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;****&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari ini aku diwisuda. Berbagai rasa bercampur aduk dalam hatiku. Gembira sekaligus sedih. Bangga sekaligus malu. Ah, benar-benar kompleks.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang jelas wisuda ini menyatakan satu hal: kami semua tidak akan berkumpul seperti ini lagi setiap hari. Banyak di antara kami yang akan berpisah karena kami sekarang akan mulai bergerak ke arah yang telah ditentukan oleh masing-masing dari kami.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagiku pilihan yang telah kami tetapkan masing-masing sama saja dengan Negeri Senja. Tiap-tiap dari kami tidak tahu apakah pilihan tersebut memang yang terbaik untuk kami atau tidak. Segalanya masih misteri. Karena tidak ada yang tahu apa yang akan terjadi esok.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kami semua yang diwisuda pada hari itu mulai bergerak ke peron masing-masing, mencari-cari kereta yang menuju ke Negeri Senja. Tak ada yang kami tahu tentang Negeri Senja, kami hanya tahu sedikit gambaran akan kemisteriusannya. Tapi masing-masing dari kami punya keyakinan bahwa kami akan berhasil di sana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Biarlah kami tidak bisa kembali ke tempat asal kami. Kembali ke SMA mungkin terasa manis, tapi waktu pasti akan terus bergulir. Dan kami tidak mungkin diam di tempat sementara yang lain terus bergerak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mau atau tidak mau, suka atau tidak suka, kami memang harus pergi ke Negeri Senja. Yang bisa kami lakukan sekarang adalah menyiapkan perbekalan yang cukup.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kurasa perbekalanku sudah cukup. Aku siap berangkat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;****&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekarang aku berada di kereta api yang menuju Negeri Senja. Namun tampaknya perjalanan masih jauh. Bahkan ujung Negeri Senja pun belum terlihat. Segalanya masih tertutup kabut yang begitu tebal dan semua orang di kereta yang sama denganku hanya bisa meraba-raba saja tentang Negeri Senja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Air muka orang-orang yang berada dalam kereta yang sama denganku berbeda-beda. Itu justru membuat keadaan Negeri Senja makin sulit ditebak. Perjalanan masih panjang, padahal aku tak suka menunggu yang tidak pasti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Negeri Senja memang begitu misterius. Aku jadi semakin penasaran dengannya.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1706274943665607114-584949538797641394?l=ghazibinarandi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ghazibinarandi.blogspot.com/feeds/584949538797641394/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1706274943665607114&amp;postID=584949538797641394' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1706274943665607114/posts/default/584949538797641394'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1706274943665607114/posts/default/584949538797641394'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ghazibinarandi.blogspot.com/2008/06/perjalanan-ke-negeri-senja.html' title='Perjalanan ke Negeri Senja'/><author><name>Ghazi Binarandi</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_iAVSjyKnELc/SYHVilPWNjI/AAAAAAAAAGo/k9Xh8Q8MgxM/S220/DSC_0884.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_iAVSjyKnELc/SFqDTwaeEiI/AAAAAAAAAC4/ksyjtNSSKo4/s72-c/sunset1.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1706274943665607114.post-8780253602511448779</id><published>2008-06-17T22:39:00.004+07:00</published><updated>2008-06-17T23:01:16.365+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Sastra'/><title type='text'>Misteri Cinta</title><content type='html'>Kau datang bersama cinta. Membelenggu aku dalam keterikatan. Kau datang membawa rasa. Mengembang bagai adonan roti yang diberi fermipan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kenapa dibalik cinta ada derita. Benih yang tak kujaga hanya dapat busuknya saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Siapa suruh aku cinta kamu? &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Tidak ada.&lt;/span&gt; Memang tidak ada. Lantas jika itu membuatmu tak tenang, kenapa kau masih tetap cinta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ah, kurasa ini terlalu rumit. Tidak cukup hanya sekedar berkelit. Harus kabur dengan benar-benar pamit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kenapa kau tak balas saja pernyataan cintaku?&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Bagaimana aku bisa balas kalau kau saja tak menanyakan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kenapa kau membiarkan aku terus berharap?&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Mungkin itu yang masih menyelamatkanmu hingga kini. Dari lubang kehancuran.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kenapa aku benar-benar harus berdiri sendiri?&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Kau yang memilih begitu. Sekarang rasakan ganjaran dari pilihanmu itu.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkinkah esok akan membuat keadaan jadi lebih baik?&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Segalanya masih misteri, tapi pilihan masih di tanganmu.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Benarkah cintaku adalah kamu? Atau ternyata adalah &lt;span style="font-style: italic;"&gt;dia&lt;/span&gt;? Sungguh aku bingung. Belum lagi kalau nanti muncul orang lain yang mencuri segenap jiwaku lagi.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Lebih pantas jika aku diam.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang ada masih di persimpangan. Dan aku tersesat di dalamnya. Tolong aku.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1706274943665607114-8780253602511448779?l=ghazibinarandi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ghazibinarandi.blogspot.com/feeds/8780253602511448779/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1706274943665607114&amp;postID=8780253602511448779' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1706274943665607114/posts/default/8780253602511448779'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1706274943665607114/posts/default/8780253602511448779'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ghazibinarandi.blogspot.com/2008/06/misteri-cinta.html' title='Misteri Cinta'/><author><name>Ghazi Binarandi</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_iAVSjyKnELc/SYHVilPWNjI/AAAAAAAAAGo/k9Xh8Q8MgxM/S220/DSC_0884.JPG'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1706274943665607114.post-4501768348316044980</id><published>2008-06-15T22:56:00.002+07:00</published><updated>2008-06-15T23:08:36.464+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Memori'/><title type='text'>Putih Abu yang Terakhir</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_iAVSjyKnELc/SFU-Tw8d1iI/AAAAAAAAACw/MtTrKbWr4lo/s1600-h/grey+white+black.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer;" src="http://4.bp.blogspot.com/_iAVSjyKnELc/SFU-Tw8d1iI/AAAAAAAAACw/MtTrKbWr4lo/s320/grey+white+black.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5212140653028169250" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Masa itu akan berakhir. Tidak ada yang menginginkannya. Tidak ada pula yang mampu menghentikannya. Masa itu pasti berakhir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kenapa seragam SMA berwarna putih abu? Haruskah aku mematuhinya dengan suasana hati yang mengadu. Tidak setuju akan warnanya yang terlalu syahdu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Putih abu. Kelabu yang bertengger di bawah putih. Hati yang peluh, namun suci. Pantas. Terlalu berat menahan beban, akhirnya keluar sebagai pembangkang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sanggupkah aku terbang tinggi meninggalkan masa ini? Bukankah sayapku telah patah? Hancur? Akankah sayapku tumbuh kembali?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masa putih abu yang akan berakhir. Meninggalkan kita yang bergerak menuju kedewasaan. Pastinya akan sangat menyakitkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk yang terakhir kali, aku ingin mengenakan seragam ini kembali. Seraya mengenang masa-masa awalku yang bangga memperlihatkan seragamnya dan berkata, "Aku anak SMA!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ah, berakhir juga. Kukira masa ini akan selalu kukenang. Pasti akan selalu kukenang.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1706274943665607114-4501768348316044980?l=ghazibinarandi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ghazibinarandi.blogspot.com/feeds/4501768348316044980/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1706274943665607114&amp;postID=4501768348316044980' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1706274943665607114/posts/default/4501768348316044980'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1706274943665607114/posts/default/4501768348316044980'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ghazibinarandi.blogspot.com/2008/06/putih-abu-yang-terakhir.html' title='Putih Abu yang Terakhir'/><author><name>Ghazi Binarandi</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_iAVSjyKnELc/SYHVilPWNjI/AAAAAAAAAGo/k9Xh8Q8MgxM/S220/DSC_0884.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_iAVSjyKnELc/SFU-Tw8d1iI/AAAAAAAAACw/MtTrKbWr4lo/s72-c/grey+white+black.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1706274943665607114.post-1921412739839258457</id><published>2008-06-15T21:08:00.004+07:00</published><updated>2008-06-15T21:26:23.489+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Sastra'/><title type='text'>Cinta Gila</title><content type='html'>Kenapa segalanya jadi begini? Sedalam lautan mengemis cinta, yang kudapat hanyalah derita. Sia-siakah segala usaha selama ini?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk yang satu kulakukan seribu. Dan ternyata masih belum cukup. Terhalang oleh keinginan yang menggebu. Atau justru dia yang terlalu menutup?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ku terbuai dalam segala angan dan impian. Berenang ke sana kemari, hanya mendapat lelah. Aku tenggelam dalam apa yang selalu ada di muka bumi setiap masa, setiap saat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika Icarus terjatuh. Ketika kulit mulus Cleopatra hancur dikoyak ular berbisa. Ketika Columbus menjejakkan kaki di benua baru. Ketika dua menara kembar hancur lebur dihantam dua burung besi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cinta datang bersama derita. Tidak untuk sekedar mencerca, tapi hanya untuk meminta. Dan yang dicari adalah pengorbanan untuk yang paling dirasa, yang paling dijaga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kulakukan seribu untuk yang satu. Kuketuk pintu rumahmu, kumohon, bukalah itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak kau buka pintu itu. &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Bukan, tapi belum&lt;/span&gt;, ujarku optimis. Dan aku terjaga di depan pintu rumahmu, yang selalu tertutup. Menunggu sampai pintu itu terbuka sepenuhnya, dengan kau menyambutku bagai seorang puteri bertemu dengan pangerannya. Sungguh kutunggu masa itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang bilang aku gila. Aku memang tergila-gila padamu.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1706274943665607114-1921412739839258457?l=ghazibinarandi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ghazibinarandi.blogspot.com/feeds/1921412739839258457/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1706274943665607114&amp;postID=1921412739839258457' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1706274943665607114/posts/default/1921412739839258457'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1706274943665607114/posts/default/1921412739839258457'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ghazibinarandi.blogspot.com/2008/06/cinta-gila.html' title='Cinta Gila'/><author><name>Ghazi Binarandi</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_iAVSjyKnELc/SYHVilPWNjI/AAAAAAAAAGo/k9Xh8Q8MgxM/S220/DSC_0884.JPG'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1706274943665607114.post-4627843463597901162</id><published>2008-06-14T22:49:00.008+07:00</published><updated>2008-06-15T16:07:43.927+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Renungan'/><title type='text'>Ketika 13 dan 4 Kehilangan Daya Magisnya</title><content type='html'>Hampir semua orang di seluruh dunia menghindari angka 13, angka yang dianggap bakal membawa kesialan. Makanya jarang ada hotel yang menyediakan lantai 13 atau kamar 13. Sungguh ironis. Di zaman modern seperti sekarang ini ternyata masih banyak orang yang percaya takhayul.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beda lagi di Jepang dan Cina. Di sini angka yang paling dihindari justru adalah angka 4. Alasannya pun cukup menggelikan. Di Jepang, 4 dilafalkan sebagai "shi" yang bisa juga berarti mati. Sama juga di Cina. Bahasa Cina untuk angka 4 adalah "se" yang juga berarti mati. Kalau alasan ini bisa diterima logika berarti aku harus sering-sering menghindari kata "untung" karena aku takut dengan binatang melata. Laba-laba.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Atas nama logika dan kecerdasan berpikir yang seharusnya dimiliki oleh semua manusia di muka bumi ini. Dengan segenap kecemasanku terhadap pengaturan pola pikir macam ini yang hanya akan membodoh-bodohi bangsa. Tolong, stop penyebaran takhayul.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;13 dan 4 bukan angka sial.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lihat saja nomor peserta Ujian Nasional-ku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_iAVSjyKnELc/SFTbDiNo7gI/AAAAAAAAACo/K8QfdORYox0/s1600-h/crop+edit.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer;" src="http://1.bp.blogspot.com/_iAVSjyKnELc/SFTbDiNo7gI/AAAAAAAAACo/K8QfdORYox0/s400/crop+edit.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5212031522544610818" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;04-044-013-4.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan aku lulus. Ah, aku memang tak pernah percaya takhayul.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Alhamdulillahi &lt;span style="font-size:100%;"&gt;robbil 'alamiin.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt; Hanya syukur yang pantas kuucapkan. Tapi bukan syukur karena telah terlepas dari jerat kesialan angka 13 dan 4. 13 dan 4 sama sekali bukan angka sial.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt; 13 dan 4 justru adalah angka mujur, jika kau menganggapnya demikian.&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1706274943665607114-4627843463597901162?l=ghazibinarandi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ghazibinarandi.blogspot.com/feeds/4627843463597901162/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1706274943665607114&amp;postID=4627843463597901162' title='7 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1706274943665607114/posts/default/4627843463597901162'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1706274943665607114/posts/default/4627843463597901162'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ghazibinarandi.blogspot.com/2008/06/ketika-13-dan-4-kehilangan-daya.html' title='Ketika 13 dan 4 Kehilangan Daya Magisnya'/><author><name>Ghazi Binarandi</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_iAVSjyKnELc/SYHVilPWNjI/AAAAAAAAAGo/k9Xh8Q8MgxM/S220/DSC_0884.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_iAVSjyKnELc/SFTbDiNo7gI/AAAAAAAAACo/K8QfdORYox0/s72-c/crop+edit.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>7</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1706274943665607114.post-3007305182591821613</id><published>2008-06-13T20:43:00.004+07:00</published><updated>2008-06-13T20:58:33.842+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Renungan'/><title type='text'>Ketika Kenangan Mengusik</title><content type='html'>Hal terjauh dari kita adalah masa lalu. Karena kita tidak akan pernah bisa pergi kembali ke sana, walau dengan kendaraan apapun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara setiap memori, ingatan, dan kenangan akan selalu lekat pada kita. Dan itu membuat kita dapat menengok ke masa lalu, tapi tidak untuk kembali sepenuhnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rintangan hidup bagaikan sebuah permainan. Di mana tiap-tiap langkah mempunyai tingkat kesulitan yang berbeda-beda. Dan yang kurasakan tingkat kesulitan itu akan selalu bertambah. Seakan-akan hidup ini tidak akan pernah memberi kesempatan pada kehidupan untuk berleha-leha.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Dan kita tidak punya pilihan lain. Kita harus mengikut arus hidup itu untuk bertahan di dunia.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak ada gunanya untuk mencoba lari dari masalah. Siapa yang bisa jamin tidak akan datang masalah baru? Bahkan bisa saja masalah baru itu datang dengan bentuk yang lebih rumit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menghindar bukan jalan yang terbaik. Yang bisa kita, atau aku, lakukan adalah mengikuti arus, dan terhanyut di tempat yang sudah ditentukan takdir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kau punya banyak pilihan dalam hidup ini. Takdirmu tidak akan terwujud jika kau sendiri tidak berusaha mewujudkannya. Takdir bukanlah hadiah, tapi jaminan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan tidak ada yang bisa kulakukan kini. Aku hanya bisa berlari, dan terus berlari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_iAVSjyKnELc/SFJ8VqERNZI/AAAAAAAAACQ/81AObYmPMOk/s1600-h/edit_run.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer;" src="http://4.bp.blogspot.com/_iAVSjyKnELc/SFJ8VqERNZI/AAAAAAAAACQ/81AObYmPMOk/s400/edit_run.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5211364430332376466" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Seperti itu. Seperti aku. Seperti dulu.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1706274943665607114-3007305182591821613?l=ghazibinarandi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ghazibinarandi.blogspot.com/feeds/3007305182591821613/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1706274943665607114&amp;postID=3007305182591821613' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1706274943665607114/posts/default/3007305182591821613'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1706274943665607114/posts/default/3007305182591821613'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ghazibinarandi.blogspot.com/2008/06/ketika-kenangan-mengusik.html' title='Ketika Kenangan Mengusik'/><author><name>Ghazi Binarandi</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_iAVSjyKnELc/SYHVilPWNjI/AAAAAAAAAGo/k9Xh8Q8MgxM/S220/DSC_0884.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_iAVSjyKnELc/SFJ8VqERNZI/AAAAAAAAACQ/81AObYmPMOk/s72-c/edit_run.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1706274943665607114.post-4682027851373134975</id><published>2008-06-13T00:59:00.007+07:00</published><updated>2008-06-13T17:30:09.615+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pesan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Renungan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Catatan'/><title type='text'>Pelajaran dari Semut</title><content type='html'>Pagi ini aku banyak menemukan kekerabatan. Bukan antarmanusia, tapi antarsemut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kerumunan semut itu kulihat di berbagai tempat. Ada yang berada di lidah sendok yang masih berlumuran madu, di remahan makanan yang berserakan di lantai, di keramik-keramik, dan berbagai tempat lainnya yang sangat tersembunyi. Sangat banyak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku tahu semut merupakan salah satu hewan yang hidup dengan berkoloni. Tapi koloni macam apa? Apakah mereka menyebut tiap koloni sebagai "negara"? Adakah satu koloni dengan koloni yang lainnya saling bersahabat? Atau justru saling bermusuhan? Apakah tiap koloni dipinpim oleh satu semut yang menjabat sebagai presiden? Yang membimbing mereka menuju jalan terbaik, dan bukannya malah sekedar mengendalikan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada sebuah studi yang meneliti tentang kecerdasan kerumunan. Di mana mereka yang merupakan "anggota" kerumunan sangat bergantung pada populasinya karena sebagai individu mereka sangatlah rapuh. Seperti yang bisa dilihat pada semut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika kau melihat gerombolan semut yang berjalan, mereka akan terlihat sangat cerdas. Mereka tahu mana jalan yang harus ditempuh untuk mencapai makanan. Mereka tahu mana tempat yang aman untuk membangun sarang. Mereka tahu daerah mana yang tidak boleh didekati karena berbahaya. Mungkin ini terjadi karena dorongan insting, dan uniknya insting itu hanya bekerja jika semut-semut itu bergerombol layaknya satu individu utuh yang terdiri dari berjuta-juta sel.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai koloni, semut adalah jenius, namun sebagai individu semut hanyalah musuh paling rapuh. Cukup satu jari, kau sudah bisa menghabisinya, atau memain-mainkannya terlebih dahulu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perlu diketahui, dalam koloni semut tidak ada yang memimpin. Kecerdasan koloni semut terjadi karena interaksi, bukan bimbingan. Dan interaksi semut hanya berupa sentuhan dan bau. Sangat sederhana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Inilah yang dinamakan kecerdasan kelompok. Yang timbul dari makhluk sederhana dengan aturan yang sangat sederhana. Dan ini berjalan, bahkan dengan sangat efektif, jauh lebih efektif dari yang dilakukan kita sebagai manusia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Makhluk yang lebih kompleks dengan aturan-aturan yang sangat kompleks tidak mampu menghasilkan kecerdasan kelompok seefektif makhluk sederhana dengan aturan-aturan yang sangat sederhana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apakah yang membuat segala kekacauan dan ketidaksesuaian ini justru karena aturan yang terlampau kompleks tersebut? Tidak bisakah kita untuk lebih menyederhanakan aturan tersebut? Dengan mencontoh apa yang dilakukan oleh semut?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebenarnya sumber dari segala aturan di dunia hanya satu. Nurani. Tapi manusia yang punya akal tidak ingin hanya nurani yang bertindak, setidaknya akal juga harus ambil bagian. Sedangkan semut tidak punya akal, jadi wajar jika mereka hanya mengandalkan nurani hewani yang bernama insting.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan semut mampu hidup rukun, setidaknya selama mereka berada di meja makan atau tempat gula, dengan hanya mengandalkan insting. Jadi apakah akal manusia yang salah? Atau manusia sekarang terlalu mengandalkan akalnya tanpa memperdulikan nurani lagi?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kurasa jawaban ini musti kita renungi bersama.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1706274943665607114-4682027851373134975?l=ghazibinarandi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ghazibinarandi.blogspot.com/feeds/4682027851373134975/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1706274943665607114&amp;postID=4682027851373134975' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1706274943665607114/posts/default/4682027851373134975'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1706274943665607114/posts/default/4682027851373134975'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ghazibinarandi.blogspot.com/2008/06/pelajaran-dari-semut.html' title='Pelajaran dari Semut'/><author><name>Ghazi Binarandi</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_iAVSjyKnELc/SYHVilPWNjI/AAAAAAAAAGo/k9Xh8Q8MgxM/S220/DSC_0884.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1706274943665607114.post-5943629151727382042</id><published>2008-06-12T17:25:00.004+07:00</published><updated>2008-06-12T17:45:59.463+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Catatan'/><title type='text'>Penjara Ketidakpastian</title><content type='html'>&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Otak manusia sudah dirancang sedemikian rupa untuk terus berpikir dan mengingat. Setiap impuls listrik yang ada bisa merupakan sebuah informasi yang sangat berharga artinya untukmu. Ironis, yang kau jaga ternyata hanya berupa lecutan-lecutan listrik kecil.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana caranya untuk lupa? Hanya ada satu cara. Jangan mengingat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak orang yang mengeluh karena sulit melupakan sesuatu. Seharusnya ia justru jangan mengeluh untuk itu. Lebih baik pikirkan yang lain, sibukkan otak kita dengan berbagai kegiatan baru, dan akhirnya kita lupa akan sesuatu yang memang ingin kita lupakan. Bukan, kita tidak ingat akan sesuatu itu lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jangan bilang kau telah lupa. Katakan kau tidak ingat. Karena sebenarnya memori selalu tertanam dalam serabut otak yang jelek. Kecuali jika serabut itu rusak. Makanya jaga otakmu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak orang yang mendambakan pikiran yang merdeka. Memangnya separah apa kondisi mereka sampai-sampai tempat yang seharusnya merupakan area paling pribadi milik mereka pun telah terjajah? Bagaimana bisa mereka menyerahkan kendali sepenuhnya pada orang lain? Kurasa hipnotis pun tak bisa sampai ke arah sini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu dari mana timbul yang namanya perasaan? Adakah ia muncul karena dikontrol otak juga? Atau justru oleh jantung? Karena orang sering mengandaikan perasaan dikendalikan oleh jantung hati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi siapa yang mengendalikan segala keribetan ini? Yang membuat aku terus mengerang kepayahan. Tak sanggup mengontrol apa yang harusnya mudah. Mencoba rasional, namun malah terjebak dalam ngarai penuh ketidakrasionalan. Terjebak dalam sesuatu yang tak bisa dimengerti. Sesuatu yang tidak pasti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Pantas Einstein bilang yang pasti hanyalah ketidakpastian.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku terbelenggu dalam ketidakpastian. Aku terkurung dalam jurang ketidakrasionalan. Aku termenung dalam lautan penuh keragu-raguan.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1706274943665607114-5943629151727382042?l=ghazibinarandi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ghazibinarandi.blogspot.com/feeds/5943629151727382042/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1706274943665607114&amp;postID=5943629151727382042' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1706274943665607114/posts/default/5943629151727382042'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1706274943665607114/posts/default/5943629151727382042'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ghazibinarandi.blogspot.com/2008/06/penjara-ketidakpastian.html' title='Penjara Ketidakpastian'/><author><name>Ghazi Binarandi</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_iAVSjyKnELc/SYHVilPWNjI/AAAAAAAAAGo/k9Xh8Q8MgxM/S220/DSC_0884.JPG'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1706274943665607114.post-2274492992315016252</id><published>2008-06-09T14:00:00.003+07:00</published><updated>2008-06-09T14:28:13.487+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Sastra'/><title type='text'>Terjun Bebas</title><content type='html'>&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Tampaknya kecelakaan saat terjun payung adalah cara mati yang paling menyenangkan. Sambil menunggu kematian yang kaurasakan hanyalah sapuan angin yang menghantam tubuhmu dengan begitu kencang. Jatuh begitu cepat. Kau dibunuh oleh berat badanmu sendiri.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak ada sensasi yang semenarik dan sebebas ini. Degup jantungmu akan terus bertambah cepat seiring dengan jarakmu dengan daratan yang semakin dekat. Kaurasakan kekosongan dalam dadamu sambil bersiap-siap berjumpa maut. Begitu lepas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak perlu kaget. Tidak perlu terkejut. Seharusnya tidak perlu. Karena ini alasanmu untuk terjun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku tak pernah terjun. Makanya aku belum pernah merasakan kebebasan terbang. Ah, rasanya pasti sangat lepas. Kubayangkan aku yang mati sambil melihat indahnya dunia. Begitu menggoda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kenapa manusia tidak punya sayap? Agar manusia bisa merasakan bebasnya terbang layaknya burung merpati?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Burung merpati bisa terbang tanpa harus takut jatuh. Sama seperti ikan pari yang bisa menyelam tanpa harus takut kehabisan napas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan manusia beda. Seharusnya manusia bisa hidup tanpa harus takut mati. Karena mati adalah pasti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Kenapa manusia tidak punya sayap? Agar manusia bisa terjun jatuh bebas, dan mati di tengah rasa yang begitu lepas.&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1706274943665607114-2274492992315016252?l=ghazibinarandi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ghazibinarandi.blogspot.com/feeds/2274492992315016252/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1706274943665607114&amp;postID=2274492992315016252' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1706274943665607114/posts/default/2274492992315016252'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1706274943665607114/posts/default/2274492992315016252'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ghazibinarandi.blogspot.com/2008/06/terjun-bebas.html' title='Terjun Bebas'/><author><name>Ghazi Binarandi</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_iAVSjyKnELc/SYHVilPWNjI/AAAAAAAAAGo/k9Xh8Q8MgxM/S220/DSC_0884.JPG'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1706274943665607114.post-7197728914879231662</id><published>2008-06-08T22:23:00.005+07:00</published><updated>2008-06-08T23:17:40.677+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pengalaman'/><title type='text'>Inspirasi dalam Mimpi</title><content type='html'>&lt;blockquote&gt;&lt;/blockquote&gt;Akhir-akhir ini aku banyak mengalami keanehan dalam diriku. Keanehan yang tak biasa kutemui sebelumnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Biasanya aku selalu membuat tulisan yang terstruktur. Maksudnya adalah tulisan yang kubuat punya kerangka sebelumnya sehingga ketika aku ingin menulisnya dalam sebuah karangan utuh maka aku tinggal mengembangkan kerangkanya saja. Tapi akhir-akhir ini beda. Akhir-akhir ini aku justru lebih sering menulis sebuah tulisan-tak-terstruktur. Tulisan yang tak terlalu kupikirkan jadinya dan hanya kubiarkan mengalir saja. Bagiku ini lebih menarik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kebiasaan baruku ini membuat aku sering berpikir tentang tulisan-tulisanku di tempat-tempat yang tidak pas. Aku pernah mendapatkan inspirasi tentang bahan yang akan kutulis di dalam mobil ketika melintas di sebuah daerah yang baru kutahu bernama &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Dayeuh Kolot&lt;/span&gt; (kalau tidak salah ini adalah bahasa Sunda dari Kota Tua). Dan aku juga pernah memikirkannya di kebun bambu di dekat rumah salah seorang asisten rumah tangga dari kakaknya ibu saya. Ini serius. Itu semua kebanyakan terjadi secara mendadak. Tapi, percayalah, itu semua belum terlalu aneh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku mengalami sesuatu yang lebih aneh lagi akhir-akhir ini. Aku menemukan inspirasi tentang tulisanku di alam mimpi! &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Subhanallah.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku pernah membaca sebuah fakta bahwa otak manusia bekerja lebih keras saat tidur dibanding ketika menonton televisi. Entah fakta tersebut dapat dipercayai kebenarannya atau tidak yang jelas fakta ini cukup mencengangkan. Sebegitu santainyakah otak kita ketika menonton televisi?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan fakta itu masih menelurkan satu pertanyaan lainnya, sebegitu berfungsinyakah otak kita ketika tidur? Selama ini aku tahu bahwa walaupun kita tidur otak kita tetap bekerja dalam alam bawah sadar. Dan yang kutahu adalah &lt;span&gt;kita tidak berpikir dalam tidur kita&lt;/span&gt;. Tapi tampaknya aku salah dalam hal ini. Kalau aku benar, lalu apa namanya mimpi?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku tidak bohong, aku menemukan inspirasi untuk tulisanku di mimpi sebanyak dua kali. Yang pertama berupa semacam penggalan percakapan dalam sebuah cerita, yang kedua inspirasi itu berupa sebuah penggalan dari prosa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bodohnya aku tidak langsung mencatat syair-syair yang terungkap dalam mimpiku langsung ketika aku terbangun. Aku justru tercengang dalam waktu lama sehingga aku kini nyaris melupakannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada sedikit hal yang bisa kuingat dari penggalan prosa yang "kutemukan" dalam mimpiku. Penggalan prosa itu menggunakan kata-kata dengan rima yang serasi pada setiap akhirnya. Hanya sedikit memang, namun sangat bermakna karena itu "kutemukan" di alam mimpi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lebih istimewanya lagi aku jadi sadar akan sebuah -entahlah aku harus menyebutnya dengan apa- gaya sastra model baru yang tak pernah kupelajari atau kuterka dengan begitu jelas sebelumnya. Gaya itu kunamakan "balik kata".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Satu kalimat yang kutemui dalam mimpiku adalah "luas membentang".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sudah kukatakan sebelumnya bahwa penggalan prosa mimpiku itu menggunakan kata-kata yang berakhiran rima yang serasi. Dan akhiran yang "kupilih" pada saat itu adalah &lt;span style="font-style: italic;"&gt;-ang&lt;/span&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku teringat, dalam mimpiku, dengan kata "membentang" yang kebetulan adalah favoritku sekaligus kata yang sangat cocok dalam penggalan prosa ini. Tadinya, lagi-lagi dalam mimpiku, aku ingin menggunakan kalimat "membentang luas", namun akhirannya menjadi &lt;span style="font-style: italic;"&gt;-as&lt;/span&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan -masih dalam mimpi tentunya- kutemukan solusi itu! Kubalik saja katanya, dan alhasil kudapatkan kata "luas membentang". Biasanya aku jarang menggunakan solusi macam ini. Aku juga terheran-heran sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkinkah ini memang pikiranku yang masih tetap berjalan walau sedang tidur? Atau memang Allah ingin aku mengetahui tentang hal ini? Entahlah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang jelas, jika kau tanya aku, kurasa jawabannya adalah keduanya.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1706274943665607114-7197728914879231662?l=ghazibinarandi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ghazibinarandi.blogspot.com/feeds/7197728914879231662/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1706274943665607114&amp;postID=7197728914879231662' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1706274943665607114/posts/default/7197728914879231662'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1706274943665607114/posts/default/7197728914879231662'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ghazibinarandi.blogspot.com/2008/06/inspirasi-dalam-mimpi.html' title='Inspirasi dalam Mimpi'/><author><name>Ghazi Binarandi</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_iAVSjyKnELc/SYHVilPWNjI/AAAAAAAAAGo/k9Xh8Q8MgxM/S220/DSC_0884.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1706274943665607114.post-9093135480734153124</id><published>2008-06-05T08:12:00.005+07:00</published><updated>2008-06-05T08:27:15.616+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Sastra'/><title type='text'>Jerat Tak Terlihat</title><content type='html'>Tepat kata itu. Tepat pilihan kata itu. Sungguh memikat hati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dua memang selalu membingungkan. Bahkan lebih baik dibuat tiga sekalian. Agar jika yang satu sudah dapat, dua lainnya tidak mendapatkan secara bersama-sama. Sehingga mereka merasa senasib.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini bagaikan belenggu. Entah bagaimana cara melepasnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kau bukanlah bidadari. Kau adalah tukang hipnotis, yang ulung, yang mampu menjerat hatiku hingga jeratannya tak bisa kulepas lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku terjerat dalam ikatan kencang yang tak terlihat. Tak tahu bagaimana cara untuk melepasnya. Tampaknya lebih baik kubiarkan untuk terjerat lebih dalam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menikmati setiap ikatan. Ikut mengalir. Dalam ikatan tak terlihat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tepat kata itu. Tepat pilihan kata itu. Memikat. Memesona.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Longgarkanlah ikatan itu. Tapi mendekatlah. Agar aku bisa merasa terjerat dengan nyaman. Terjerat dalam ikatan tak terlihat. Namun jelas mengikat dan memikat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tepat kata itu. Tepat pilihan kata itu. Lagi-lagi tepat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari ini dadaku sakit. Agaknya terlalu banyak jatuh hati padamu.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1706274943665607114-9093135480734153124?l=ghazibinarandi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ghazibinarandi.blogspot.com/feeds/9093135480734153124/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1706274943665607114&amp;postID=9093135480734153124' title='3 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1706274943665607114/posts/default/9093135480734153124'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1706274943665607114/posts/default/9093135480734153124'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ghazibinarandi.blogspot.com/2008/06/jerat-tak-terlihat.html' title='Jerat Tak Terlihat'/><author><name>Ghazi Binarandi</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_iAVSjyKnELc/SYHVilPWNjI/AAAAAAAAAGo/k9Xh8Q8MgxM/S220/DSC_0884.JPG'/></author><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1706274943665607114.post-122710910130924385</id><published>2008-06-04T09:49:00.007+07:00</published><updated>2008-06-04T23:38:16.130+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Sastra'/><title type='text'>Entahlah Apa yang Ada</title><content type='html'>Katanya manusia adalah makhluk yang paling sempurna. Sesempurna kamu bagiku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tiga tahun sudah hati ini kubiarkan pilu. Menahan segala luka tentangmu. Aku tak ingin diobati. Aku hanya ingin tetap hidup di tengah semua ini. Agar aku tetap merasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Katanya manusia adalah makhluk yang paling sempurna. Sesempurna kamu bagiku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang berkata tentang cinta. Aku tak tahu apa itu cinta. Yang kutahu hanyalah rasa yang selalu ada. Menyertaiku ke mana-mana. Beritahu aku apa itu cinta, paling tidak pengertiannya saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Katanya manusia adalah makhluk yang paling sempurna. Sesempurna kamu bagiku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berikan aku cinta ketika aku sudah mengetahui apa itu cinta, dan ketika kau telah memberitahu aku tentang cinta. Katanya setiap jiwa butuh cinta. Dan jika tidak ada cinta lalu apa yang ada?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Katanya manusia adalah makhluk yang paling sempurna. Sesempurna kamu bagiku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak orang bicara cinta. Dan selalu tidak ada yang sama. Ada yang bilang cinta itu indah, namun ada juga yang bilang cinta itu busuk. Aku tak tahu mana yang benar. Makanya, beritahu aku apa itu cinta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Katanya cinta itu mencintai, katanya cinta itu dicintai. Katanya cinta itu ada, dan jika tidak ada cinta lalu apa yang ada? Akhirnya aku tahu walau masih banyak yang belum kuketahui.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Katanya manusia adalah makhluk yang paling sempurna. Sesempurna kamu bagiku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ah, terlalu banyak cinta. Banyak kebahagiaan dan banyak pengkhianatan. Yang jelas banyak yang merasa. Banyak yang ikut hadir untuk ikut ada.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan jika tidak ada cinta lalu apa yang ada?&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1706274943665607114-122710910130924385?l=ghazibinarandi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ghazibinarandi.blogspot.com/feeds/122710910130924385/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1706274943665607114&amp;postID=122710910130924385' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1706274943665607114/posts/default/122710910130924385'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1706274943665607114/posts/default/122710910130924385'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ghazibinarandi.blogspot.com/2008/06/entahlah-apa-yang-ada.html' title='Entahlah Apa yang Ada'/><author><name>Ghazi Binarandi</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_iAVSjyKnELc/SYHVilPWNjI/AAAAAAAAAGo/k9Xh8Q8MgxM/S220/DSC_0884.JPG'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1706274943665607114.post-3722636383207549016</id><published>2008-05-28T16:02:00.003+07:00</published><updated>2008-05-28T23:01:53.574+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Fiksi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kisah'/><title type='text'>Kisah Manusia yang Terdampar</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_iAVSjyKnELc/SD0hNg4sbfI/AAAAAAAAACI/O5C64QBgr00/s1600-h/kelapa.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer;" src="http://2.bp.blogspot.com/_iAVSjyKnELc/SD0hNg4sbfI/AAAAAAAAACI/O5C64QBgr00/s200/kelapa.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5205353260359904754" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span&gt;Tak ada yang tahu kapan kisah ini terjadi, dan karena apa. Tapi kisah ini bermula ketika seorang manusia terdampar di sebuah pantai yang luas. Sendirian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Manusia itu lelaki. Ia sangat suka pantai, tapi ia tidak suka terdampar di atasnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia bingung akan apa yang harus ia lakukan.&lt;/span&gt; Pertolongan tak kunjung datang, dan ia tak suka menunggu.&lt;span&gt; Ia menjadi semakin tak suka terdampar di pantai. &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Lama-lama aku bisa tidak suka pantai juga&lt;/span&gt;, pikirnya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seketika ia merasakan dahaga yang teramat sangat. Ia butuh air. Sangat butuh. Di pantai hanya ada air laut, dan ia tak mungkin meminum air laut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Aku bisa mati kehausan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia hanya bisa pasrah pada akhirnya. Padahal dulu ia adalah lelaki yang sangat tangguh. Pasrah tak pernah ada dalam kamusnya. Tapi untuk saat ini tidak ada pilihan lain. Ia harus menyusun ulang kamus buatannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lelaki itu berbaring di hamparan pasir putih itu. Bersiap-siap mati dalam sikap terhormat. &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Lebih baik begini&lt;/span&gt;, pikirnya. &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Aku akan tertidur pulas dan ketika terbangun aku sudah mati. Jadi aku tak perlu merasakan sakitnya mati.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sial untuknya. Sinar matahari yang terlalu terik membuat lelaki itu sulit untuk tertidur. &lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Aku butuh pohon untuk berlindung dari sinar matahari yang brengsek ini.&lt;/span&gt; Di pantai hanya ada pohon kelapa. &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Ah, daunnya terlalu sedikit.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Kenapa Tuhan malah menciptakan pohon kelapa di sini? Bukankah lebih baik Ia menciptakan pohon yang lebih rindang macam pohon mangga? Agar buahnya dapat kujadikan rujak sekalian?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lelaki itu termenung cukup lama. Sambil menyesali keputusan Tuhan tentang pohon kelapa itu. Ya, itu memang benar-benar pohon kelapa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Pohon kelapa. Ah. Tidak, Kaulah yang benar. Sungguh tepat Kau tempatkan pohon kelapa itu di sini. Daripada pohon mangga, aku tidak bisa membuat rujak. Dan kautahu itu, Tuhan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini pastilah keajaiban. Setidaknya lelaki itu tidak jadi mati dalam dahaga. Mungkin ia akan mati kelaparan, dan menurutnya itu lebih baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lelaki itu memanjat pohon kelapa itu dengan lincah. Dan mendapatkan buahnya. Puas bukan main melihat ia mampu mengambil lima buah kelapa yang ada di sana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Aku tidak jadi mati. Akan kutenggak airnya sebanyak-banyaknya, aku sangat haus sekarang.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lagi-lagi sial untuknya. Ia tak sadar bahwa kulit kelapa begitu keras.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Untuk apa Kau ciptakan pohon kelapa di sini jika Kau tak memberiku sebilah golok untuk membukanya? Haruskah kugunakan gigiku?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Si lelaki pun benar-benar tertunduk sekarang. Di sebuah tempat yang hanya ada pasir dan batu. Daratan dan lautan. Ia tak tahu apa yang harus ia lakukan untuk menembus kulit kelapa itu yang tebalnya paling hanya lima senti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lima senti yang berharga. Lima senti yang merupakan penentuan hidup atau mati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya si lelaki itu menyerah pada segalanya. Telah ia coba mulai dari batu karang sampai kuku-kukunya. Tak ada pengaruhnya. Justru kuku-kukunya yang patah. Dan rasa dahaganya tidak berkurang sama sekali. Malah bertambah di setiap sekon yang terasa sangat lambat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya, berakhirlah hidup lelaki itu. Karena ia tak mampu menembus kulit kelapa setebal lima senti itu. Karena lima senti itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hidupmu juga bisa setipis lima senti. Kau harus berhati-hati karenanya.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1706274943665607114-3722636383207549016?l=ghazibinarandi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ghazibinarandi.blogspot.com/feeds/3722636383207549016/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1706274943665607114&amp;postID=3722636383207549016' title='3 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1706274943665607114/posts/default/3722636383207549016'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1706274943665607114/posts/default/3722636383207549016'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ghazibinarandi.blogspot.com/2008/05/kisah-manusia-yang-terdampar.html' title='Kisah Manusia yang Terdampar'/><author><name>Ghazi Binarandi</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_iAVSjyKnELc/SYHVilPWNjI/AAAAAAAAAGo/k9Xh8Q8MgxM/S220/DSC_0884.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_iAVSjyKnELc/SD0hNg4sbfI/AAAAAAAAACI/O5C64QBgr00/s72-c/kelapa.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1706274943665607114.post-1864480799156292219</id><published>2008-05-26T14:15:00.006+07:00</published><updated>2008-05-26T16:07:00.684+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Sastra'/><title type='text'>Ukiran yang Tak Pernah Jadi</title><content type='html'>Kugunakan bolpoin biru itu. Warnanya sesuai dengan keadaan hatiku, yang semakin tak menentu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akan kutulis namamu dengan segenap jiwaku. Tulis. Tidak jadi. Aku berubah pikiran. Tulis. Coret. Tulis lagi. Coret lagi. Tulis lagi. Coret lagi. Tulis lagi. Tidak jadi. Kertasnya sudah penuh dengan coretan biru. Di mana namamu pernah tergores dengan tinta yang membuat hati menjadi pilu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kuganti dengan pensil kayu itu. Kucoret sedikit. Hitam kelam. Kadang terlihat jantan dan garang. Namun kini hanya terlihat gelap dan hampa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kutulis namamu. Tidak jadi. Kuhapus dengan karet itu. Butiran grafit yang pernah terangkai menjadi susunan namamu kini pindah ke karet lusuh itu. Kutulis lagi. Tidak jadi. Ini bodoh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lebih baik aku gunakan saja &lt;span style="font-style: italic;"&gt;laptop&lt;/span&gt; yang sedang menganggur itu. Mungkin itu ide yang baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kugunakan jenis hurufnya dengan yang terlembut sekaligus yang terkeras. Yang terindah sekaligus yang terjelek. Yang paling tegas sekaligus yang paling mudah terbawa. Kurasa &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Arial&lt;/span&gt; cocok. Tidak. Kuganti saja dengan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Times New Roman&lt;/span&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kuganti ukuran hurufnya dengan yang terbesar, sepanjang bidang cetaknya sanggup untuk menampungnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kutebalkan. Agar lebih bermakna. Tidak kumiringkan. Namamu bukanlah nama ilmiah. Tidak kuberi garis bawah. Ini bukanlah bagian yang wajib dihafal dalam catatan biologi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kutulis. Tidak jadi. Aku masih tak sanggup.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lebih baik kuukir namamu di sini. Di dalam hatiku. Agar kau dapat bersemayam di dalamnya, selamanya. Tanpa perlu wujud fisik.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1706274943665607114-1864480799156292219?l=ghazibinarandi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ghazibinarandi.blogspot.com/feeds/1864480799156292219/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1706274943665607114&amp;postID=1864480799156292219' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1706274943665607114/posts/default/1864480799156292219'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1706274943665607114/posts/default/1864480799156292219'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ghazibinarandi.blogspot.com/2008/05/ukiran-yang-tak-pernah-jadi.html' title='Ukiran yang Tak Pernah Jadi'/><author><name>Ghazi Binarandi</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_iAVSjyKnELc/SYHVilPWNjI/AAAAAAAAAGo/k9Xh8Q8MgxM/S220/DSC_0884.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1706274943665607114.post-1267686429233396607</id><published>2008-05-24T22:32:00.007+07:00</published><updated>2008-05-25T21:22:01.622+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Sastra'/><title type='text'>Satu Lagi</title><content type='html'>Satu lagi takdir terlaksana. Dan memang pasti terlaksana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Satu lagi bayi lahir. Satu lagi ibu melahirkan. Satu lagi keluarga yang berbahagia. Disertai dengan keluarga-keluarga lainnya yang memberi ucapan selamat.&lt;br /&gt;Satu lagi serangan jantung. Satu lagi kecelakaan mobil. Satu lagi tabrakan motor. Satu lagi pesawat terbang yang jatuh. Banyak yang mati. Seketika.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Satu lagi perang untuk saling menguasai. Satu lagi pahlawan harus gugur. Satu lagi prajurit yang merasakan kemenangan. Satu lagi tembakan meletus. Satu lagi korban tak bersalah jatuh. Disusul dengan korban-korban lainnya. Satu lagi tangisan terdengar. Tangisan perih yang mengiris hati. Cukup, hentikan sudah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Satu lagi penggembara berkelana. Satu lagi pelaut pergi berlayar. Satu lagi pilot mengudara. Satu lagi astronot ke angkasa luar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Satu lagi rokok dibakar. Dihisap. Satu lagi orang yang bakal terkena kanker paru-paru.&lt;br /&gt;Satu lagi &lt;span style="font-style: italic;"&gt;cheeseburger&lt;/span&gt;. Dan itu sudah yang kedelapan kali. Pantas anak itu bakal terkena serangan jantung mendadak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Satu lagi tokoh harus wafat. Meninggalkan orang-orang yang begitu mencintainya. Padahal orang-orang itu tidak mengenalnya. Hanya sekedar mengetahuinya. Namun pipi mereka semua berlinangan air mata.&lt;br /&gt;Satu lagi penjahat mati. Puluhan yang mengutukinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Satu lagi angin berhembus. Satu lagi daun rontok dari dahannya. Satu lagi ombak berdesir. Satu lagi karang yang hancur terhantam ombak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Satu lagi bunga yang mekar. Dan kuharap itu kamu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Satu lagi cintaku padamu bertambah lagi. Ah, cintaku padamu bertambah terus.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1706274943665607114-1267686429233396607?l=ghazibinarandi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ghazibinarandi.blogspot.com/feeds/1267686429233396607/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1706274943665607114&amp;postID=1267686429233396607' title='4 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1706274943665607114/posts/default/1267686429233396607'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1706274943665607114/posts/default/1267686429233396607'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ghazibinarandi.blogspot.com/2008/05/satu-lagi.html' title='Satu Lagi'/><author><name>Ghazi Binarandi</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_iAVSjyKnELc/SYHVilPWNjI/AAAAAAAAAGo/k9Xh8Q8MgxM/S220/DSC_0884.JPG'/></author><thr:total>4</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1706274943665607114.post-1174754691371583521</id><published>2008-05-23T22:47:00.008+07:00</published><updated>2008-05-24T14:16:00.375+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Catatan'/><title type='text'>Posting Gila untuk Orang-orang Gila</title><content type='html'>&lt;span style="font-size:130%;"&gt;"Di sisi lain ada Einstein yang mengatakan bahwa tidak ada waktu atau ruang, yang ada hanya kombinasi keduanya. Atau Columbus yang bersikukuh bahwa di sisi lain dunia terdapat benua, bukan jurang. Atau Edmund Hillary, yang yakin bahwa manusia bisa sampai ke puncak Everest. Atau the Beatles, yang menciptakan jenis musik yang sama sekali lain dan berpakaian seperti manusia dari masa yang berbeda. Orang-orang seperti itu - dan masih ada ribuan lagi - semuanya hidup dalam dunia mereka sendiri."&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Zedka dalam "Veronika Memutuskan Mati" karya Paulo Coelho. Ketika mendefinisikan pengertian "gila".&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku tersenyum berkali-kali sambil membaca kutipan itu. Menarik sekali definisi gila di sana. Lebih dari itu, gila sebenarnya adalah sinonim unik jika merujuk dari pengertian gila versi Zedka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang gila memang punya dua pertaruhan. Menjadi panutan baru karena orang lain suka dengan gaya "gila"-nya itu atau justru jatuh tenggelam karena dikucilkan masyarakat. Kebanyakan menjadi seperti yang kedua.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gila itu berarti berbeda. Orang dikatakan gila bukan karena ia salah. Sama sekali bukan begitu. Salah dan benar ditentukan oleh adat yang biasanya sudah disepakati oleh sebagian besar masyarakat di sana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu kenapa ada yang disebut normal? Bagiku ini adalah soal pengaruh. Jika si gila dapat memberi pengaruh kepada "orang-orang normal" di sekitarnya dan "orang-orang normal" itu suka akan pengaruh yang diberikan oleh si gila, maka "orang-orang normal" itu akan jadi gila juga. Dan kalau ini terjadi dalam skala luas, maka mereka yang tadinya disebut gila akan berganti meraih tahta sebagai yang "normal", sementara mereka yang menolak untuk menjadi ikut gila dan bersikukuh untuk tetap normal justru akan mendapat predikat sebagai "gila" yang baru. Terbalik jadinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini yang justru menjadi kecenderungan manusia. Mereka lebih memilih untuk menjadi normal. Tidak berani mengambil risiko "menjadi gila sejenak" untuk mengubah lingkungannya. Mengabaikan kemungkinan-kemungkinan yang mungkin ia dapatkan jika ia berani mengambil risiko itu. Orang memang lebih suka mencari jalan teraman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Padahal hampir semua tokoh dunia pernah mengecap pengalaman menjadi gila. Bahkan semuanya. Kita mungkin harus menyalin ulang semua dokumen jika Xerox tidak pernah berinisiatif menjadi perusahaan fotokopi pertama di dunia. Dan akan sangat disayangkan jika kita tidak pernah merasakan kesegaran Teh Botol di saat haus, untung saja Sosro melawan pendapat masyarakat kala itu yang menyatakan bahwa sebagian besar dari mereka tidak akan membeli teh dalam botol. Mengambil risiko menjadi gila.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dunia tidak mungkin menunggumu untuk berubah. Ia bersifat sangat dinamis. Banyak orang lain yang mau berubah sehingga ia pasti akan kena imbasnya. Lalu kenapa kau tidak jadi yang pertama?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekali lagi, ini soal pilihan, dan akan selalu begitu. Kadang kau bisa menjadi sosok panutan dengan cara-cara yang tak kausadari. Atau kausadari, namun kauhindari itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini, pastilah, yang dinamakan roda kehidupan. Bergerak dan tak pernah konstan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tertarik untuk menjadi gila? Ah, kau juga sudah gila. Lihat judulnya.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1706274943665607114-1174754691371583521?l=ghazibinarandi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ghazibinarandi.blogspot.com/feeds/1174754691371583521/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1706274943665607114&amp;postID=1174754691371583521' title='3 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1706274943665607114/posts/default/1174754691371583521'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1706274943665607114/posts/default/1174754691371583521'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ghazibinarandi.blogspot.com/2008/05/posting-gila-untuk-orang-orang-gila.html' title='Posting Gila untuk Orang-orang Gila'/><author><name>Ghazi Binarandi</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_iAVSjyKnELc/SYHVilPWNjI/AAAAAAAAAGo/k9Xh8Q8MgxM/S220/DSC_0884.JPG'/></author><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1706274943665607114.post-949614136663367114</id><published>2008-05-22T13:14:00.004+07:00</published><updated>2008-05-22T16:54:08.072+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Sastra'/><title type='text'>Hati yang Satu</title><content type='html'>Hati ini hanya satu. Dan pemiliknya hanya aku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jangan kaupaksa aku untuk membaginya. Tidak akan kau dapatkan apa-apa dariku. Walaupun hanya secuil. Kau tak akan mampu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kau boleh pukul aku, tampar aku, hina aku. Aku tak akan membalas. Toh, aku memang tak kuat. Hanya akan buang tenaga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untung &lt;span style="font-style: italic;"&gt;superhero&lt;/span&gt; hanyalah tokoh khayalan. Untung telepati hanyalah bualan. Untung aku tak pernah bertemu Matt Parkman. Atau aku pasti sudah hancur berantakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Jangan bodoh begitu. Tentu telepati hanyalah bualan. Kau kira apa arti kata "rahasia"? Tentu kau butuh berbagi tanpa paksaan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hati ini hanya satu. Dan aku mau hati ini bisa padu denganmu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Genggam tanganku. Mari kita berjalan bersama. Langkahku tak akan terlalu cepat. &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Kalau langkahku terlalu cepat, semakin cepat pula sampai ke tujuan, semakin sedikit waktuku bersamamu. Padahal aku ingin selamanya begini.&lt;/span&gt; Langkahmu juga tidak akan terlalu lambat. &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Kau selalu mau lebih dulu dari apa pun. Kecuali kereta api.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hati ini hanya satu. Satu yang benar-benar satu. Tidak bisa dibagi atau pun diberi. Tapi bisa untuk diselaraskan dengan hatimu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untung hati ini hanya satu. Aku jadi butuh kamu.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1706274943665607114-949614136663367114?l=ghazibinarandi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ghazibinarandi.blogspot.com/feeds/949614136663367114/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1706274943665607114&amp;postID=949614136663367114' title='3 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1706274943665607114/posts/default/949614136663367114'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1706274943665607114/posts/default/949614136663367114'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ghazibinarandi.blogspot.com/2008/05/hati-yang-satu.html' title='Hati yang Satu'/><author><name>Ghazi Binarandi</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_iAVSjyKnELc/SYHVilPWNjI/AAAAAAAAAGo/k9Xh8Q8MgxM/S220/DSC_0884.JPG'/></author><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1706274943665607114.post-2275426546173382196</id><published>2008-05-20T08:50:00.006+07:00</published><updated>2008-05-20T21:23:48.148+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pesan'/><title type='text'>Selotip Bangsa</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_iAVSjyKnELc/SDIzFP44w0I/AAAAAAAAACA/TER8GCuavaA/s1600-h/Red-white.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer;" src="http://1.bp.blogspot.com/_iAVSjyKnELc/SDIzFP44w0I/AAAAAAAAACA/TER8GCuavaA/s200/Red-white.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5202276684823839554" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Ketika gelas kaca diisi dengan campuran air panas dan dingin. Di saat titik perbedaan antara yang panas dan yang dingin terlalu ekstrem, maka si gelas pun tak akan kuasa menahan perbedaan itu. Ia akan pecah, dan airnya akan tumpah.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terlalu banyak perbedaan yang dimiliki bangsa ini. Dan terlalu sedikit yang bisa menyatukannya. Wadahnya tidak kuat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Rentang suhunya terlalu besar. Pantas gelas itu mulai retak.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Harus ada yang menghentikannya. Beberapa air sudah mulai keluar lewat retakan kecil yang mulai membesar. Jangan biarkan airnya keluar terlalu banyak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Tak ada yang kuasa menahannya. Kecuali air itu sendiri. Yang panas harus menerima yang dingin. Yang dingin harus menerima yang panas.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bangsa ini, sama. Banyak perbedaan, dan sedikit yang mau bersatu. Padahal seharusnya kita padu. Membentuk suatu gabungan yang utuh. Yang kokoh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Untuk yang sudah terlalu panas, dinginkanlah kepalamu. Cobalah untuk menerima yang lain dengan kepala dingin. Untuk yang terlalu dingin, cobalah untuk lebih hangat. Lebih panas. Lebih membakar.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sudah saatnya kita kembali bersatu. Atau tiba saatnya ketika gelas itu pecah. Dan pada saat itu tidak ada lagi yang bisa kita lakukan. Kita bebas, namun benar-benar lepas. Tak ada wadah. Tak ada penampung. Tak ada pengendali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Mungkin dengan selotip? Tapi itu akan percuma jika perbedaannya tetap tak mau saling mengalah.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sudah saatnya bangsa ini bersatu. Atau gelas itu harus diganti dengan gelas plastik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;Memperingati Hari Kebangkitan Nasional yang ke 100. Semoga bangsa ini bisa bangkit.&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1706274943665607114-2275426546173382196?l=ghazibinarandi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ghazibinarandi.blogspot.com/feeds/2275426546173382196/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1706274943665607114&amp;postID=2275426546173382196' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1706274943665607114/posts/default/2275426546173382196'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1706274943665607114/posts/default/2275426546173382196'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ghazibinarandi.blogspot.com/2008/05/selotip-bangsa.html' title='Selotip Bangsa'/><author><name>Ghazi Binarandi</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_iAVSjyKnELc/SYHVilPWNjI/AAAAAAAAAGo/k9Xh8Q8MgxM/S220/DSC_0884.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_iAVSjyKnELc/SDIzFP44w0I/AAAAAAAAACA/TER8GCuavaA/s72-c/Red-white.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1706274943665607114.post-2239417592563666565</id><published>2008-05-18T15:26:00.004+07:00</published><updated>2008-05-18T15:47:22.418+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Sastra'/><title type='text'>Bisikan Hati</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_iAVSjyKnELc/SC_sSP44wzI/AAAAAAAAAB4/8QOT3Eb-a7M/s1600-h/square_malevch.blck.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer;" src="http://2.bp.blogspot.com/_iAVSjyKnELc/SC_sSP44wzI/AAAAAAAAAB4/8QOT3Eb-a7M/s200/square_malevch.blck.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5201635892883145522" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Hidup telah mengajarkanku banyak hal. Sangat banyak. Tapi hanya sedikit kumengerti. Sangat sedikit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jangan pernah membayangkan hidupmu sebagai sebuah lingkaran, yang hanya bisa digambar dengan bantuan jangka. Bayangkan hidupmu sebagai sebuah persegi. Yang mempunyai empat sisi sama panjang. Yang mempunyai empat sudut sama besar. Tegas, karena punya empat siku. Kau berada di jalur yang lurus, tapi terkadang kau harus berbelok. Bukannya selalu memutar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hidup telah mengantarku ke jalan yang harus kulalui. Menuju tujuan yang harus kucapai. Kepada takdir yang telah tertulis. Sampai ke akhir yang selalu menunggu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dulu aku bisa berbisik pada nurani. Bertanya di kala sedih. Bercanda di saat bahagia. Dibimbing untuk mengerti makna hidup. Sehingga aku bisa turut serta hadir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kini aku sudah tidak peka lagi. Hatiku tumpul kini. Bagai tombak yang berkarat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di mana engkau saat ini? Bisakah kau kembali padaku? Ajari aku hidup kembali. Bawa jiwaku yang dulu lagi. Agar aku bisa tersenyum kembali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Antarkan aku mengarungi lautan kehidupan ini. Karena ombaknya sangat berbahaya.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1706274943665607114-2239417592563666565?l=ghazibinarandi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ghazibinarandi.blogspot.com/feeds/2239417592563666565/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1706274943665607114&amp;postID=2239417592563666565' title='5 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1706274943665607114/posts/default/2239417592563666565'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1706274943665607114/posts/default/2239417592563666565'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ghazibinarandi.blogspot.com/2008/05/bisikan-hati.html' title='Bisikan Hati'/><author><name>Ghazi Binarandi</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_iAVSjyKnELc/SYHVilPWNjI/AAAAAAAAAGo/k9Xh8Q8MgxM/S220/DSC_0884.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_iAVSjyKnELc/SC_sSP44wzI/AAAAAAAAAB4/8QOT3Eb-a7M/s72-c/square_malevch.blck.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>5</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1706274943665607114.post-5510128750422735865</id><published>2008-05-18T00:05:00.002+07:00</published><updated>2008-05-18T00:22:48.802+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pengalaman'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Nonfiksi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Catatan'/><title type='text'>Seberkas Pengorbanan</title><content type='html'>Ini bukan hanya masalah keringat. Tapi ini soal harga diri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bulutangkis, mungkin, adalah satu-satunya olahraga yang mampu mengangkat prestasi Indonesia di panggung internasional. Makanya masyarakatnya pun banyak yang "terpaksa" mencintai olahraga ini. Sama seperti aku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Andai saja aku lahir di Republik Demokratik Kongo dan besar di Mongolia, mari taruhan, pasti aku tidak akan mencintai olahraga ini layaknya sekarang. Bagiku bulutangkis hanyalah olahraga yang dimainkan dengan sangat cepat - terutama gandanya - sehingga membuat matamu juga harus ikut bergerak cepat dan otakmu pun harus menyesuaikan juga dengan ikut berpikir cepat. Bagiku ini sangat melelahkan. Namun ketangguhan negaraku dalam olahraga ini membuatku merasa wajib untuk ikut mencintainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keperkasaan Indonesia dalam bidang bulutangkis dan animo masyarakatnya terhadap olahraga ini pulalah yang membuat Indonesia kembali dipilih sebagai tuan rumah turnamen perhelatan bulutangkis sedunia, Thomas Cup dan Uber Cup. Tapi ini tidak membuat masyarakat Indonesia mudah untuk menonton ajang ini secara langsung. Tidak sama sekali. Kecuali kalau kau punya koneksi dengan "orang dalam" sponsor utamanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Butuh banyak perjuangan untuk mendapatkan sebuah kertas kecil berbahan licin dengan desain yang ringan untuk mata dan sudah dilubangi sebagai tanda dari kepolisian yang biasa disebut orang sebagai tiket.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari pertama dan kedua, aku berhasil mendapatkan kertas bernama tiket itu sehingga aku bisa masuk untuk menonton. Hatiku sedikit teriris ketika kertas kecil bernama tiket itu harus dirobek oleh petugas, seakan perjuanganku tidak dihargai. Hanya ditukar dengan sebuah cap yang langsung hilang ketika kau berwudhu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keberhasilanku mendapatkan tiket di hari pertama dan kedua membuatku optimis untuk mendapatkannya kembali di semifinal Thomas Cup. Untuk menghindari segala kemungkinan buruk yang terjadi, aku datang pagi-pagi sekali, jam sembilan aku sudah menjejakkan kakiku di kompleks Gelora Bung Karno.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku melangkah dengan cepat, pengaruh dari rasa tidak sabar dan kecemasan kalau ternyata loketnya sudah penuh. Dan ternyata kecemasanku beralasan. Banyak orang sudah berkerumun di sana. Mengantre layaknya semut menuju bangkai belalang, tidak beraturan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Total, delapan jam aku mengantre. Dan hasilnya nihil. Tiket itu gagal kudapatkan. Yang kudapatkan hanyalah aku dengan keadaan yang tak karuan ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kaosku seharusnya berwarna putih. Polos. Namun kini menjadi ada bercak-bercaknya. Campuran dari debu, abu rokok, benang-benang, dan daun yang menempel karena keringat. Tampaknya seluruh minum yang kuteguk pada hari itu langsung berubah menjadi keringat semua. Mulai dari teh botol sampai aqua. Mulai dari mizone sampai sedikit air wudhu yang tertelan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lelah bukan main badanku saat itu. Pegal-pegal di segala titik. Inikah pengorbanan yang harus diperjuangkan untuk sebuah nasionalisme?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku tak tahu. Yang jelas seluruh pemain tim Piala Thomas dan Uber Indonesia sudah berjuang secara maksimal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku pun tertidur pulas malamnya.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1706274943665607114-5510128750422735865?l=ghazibinarandi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ghazibinarandi.blogspot.com/feeds/5510128750422735865/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1706274943665607114&amp;postID=5510128750422735865' title='5 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1706274943665607114/posts/default/5510128750422735865'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1706274943665607114/posts/default/5510128750422735865'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ghazibinarandi.blogspot.com/2008/05/seberkas-pengorbanan.html' title='Seberkas Pengorbanan'/><author><name>Ghazi Binarandi</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_iAVSjyKnELc/SYHVilPWNjI/AAAAAAAAAGo/k9Xh8Q8MgxM/S220/DSC_0884.JPG'/></author><thr:total>5</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1706274943665607114.post-8462923646178255460</id><published>2008-05-15T13:20:00.005+07:00</published><updated>2008-05-15T13:53:15.997+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Sastra'/><title type='text'>Berikan Aku Segalanya</title><content type='html'>Berikan aku jeda untuk memecahkan ini yang sulit. Yang terlalu sempit. Dan sangat menghimpit. Membuat bumi sekalipun harus mengemis pada langit. Terlalu rumit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berikan aku tenggat untuk sedikit beristirahat. Aku sangat butuh rehat. Tidak usah terlalu panjang asal bisa melepaskan penat. Atau lebih baik aku minggat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berikan aku keleluasaan untuk menentukan ini. Untuk menemukan kebebasan yang kucari. Untuk mendapatkan kembali apa yang dinamakan independensi. Hingga hilang segala tendensi. Sampai aku menemukan kembali intuisi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berikan aku ruang untuk melepas lelahku. Aku tak ingin mengungkapkan yang palsu. Tapi aku juga tak ingin hanya diam membisu. Aku butuh pintu. Untuk keluar dari dunia yang sudah membatu. Untuk menemui kamu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berikan aku waktu untuk berpikir. Sungguh aku bukanlah orang yang kikir. Tapi aku juga bukanlah orang yang fakir. Aku hanya butuh sedikit butir. Untuk melupakan pengalaman dulu yang masih terasa getir. Menuju kenyataan yang selalu bergulir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berikan aku jalan untuk keluar. Yang bisa membuatku lebih membakar. Semangatku yang nyaris tak sadar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berikan aku cinta. Untuk membuatku terbang ke angkasa. Lalu jatuh dengan nelangsa. Tak peduli apa pun itu, yang penting aku ada. Hadir untuk ikut tertawa. Berikan aku segalanya. Walaupun aku harus ikut menderita.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1706274943665607114-8462923646178255460?l=ghazibinarandi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ghazibinarandi.blogspot.com/feeds/8462923646178255460/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1706274943665607114&amp;postID=8462923646178255460' title='7 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1706274943665607114/posts/default/8462923646178255460'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1706274943665607114/posts/default/8462923646178255460'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ghazibinarandi.blogspot.com/2008/05/berikan-aku-segalanya.html' title='Berikan Aku Segalanya'/><author><name>Ghazi Binarandi</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_iAVSjyKnELc/SYHVilPWNjI/AAAAAAAAAGo/k9Xh8Q8MgxM/S220/DSC_0884.JPG'/></author><thr:total>7</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1706274943665607114.post-3630733129414304991</id><published>2008-05-13T15:22:00.008+07:00</published><updated>2008-05-13T16:28:50.025+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Sastra'/><title type='text'>Bunga di Musim Salju</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_iAVSjyKnELc/SClcB_44wyI/AAAAAAAAABw/WyqBYYgn9wk/s1600-h/yellow+flower.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer;" src="http://3.bp.blogspot.com/_iAVSjyKnELc/SClcB_44wyI/AAAAAAAAABw/WyqBYYgn9wk/s200/yellow+flower.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5199788434175607586" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Tidak ada yang mampu menyamai kau. Jangan tanyakan itu pada anggrek dan aster, mereka pasti sudah layu. Kedinginan, menyerah dengan cuaca.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak ada yang mampu sekuat kau. Bertahan sendirian di tengah kepungan badai salju yang makin lama makin memburuk. Tapi kau mampu mengatasinya sendirian, mempertegas keindahanmu di tengah suasana serba putih ini. Mempertajam keanggunanmu yang selalu kukagumi ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kau tidak seperti lili. Yang indah bersama di tengah kerumunan jenisnya. Kau bersinar sendirian, bukan karena keadaan sekitarmu. Kau istimewa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kau tidak seperti mawar. Yang menawan karena pesona durinya. Membuatnya terlihat elok karena tak semua orang mampu menyentuhnya. Membuatnya terlihat penting karena semua orang rela mengorbankan sedikit darahnya untuk sekedar menyetuh. Sedangkan kau tak punya itu. Sehingga kau tak perlu melukai siapapun yang mencintaimu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kau begitu indah. Sayangnya aku tak &lt;span style="font-style: italic;"&gt;bisa&lt;/span&gt; memetik kau. Bukan. Aku tak &lt;span style="font-style: italic;"&gt;mampu&lt;/span&gt;. Jika kau kupetik, kau hilang. Keindahanmu bisa kubawa, tapi hanya akan bertahan sebentar. Dua hari paling lama. Lebih baik aku tinggalkan kau di sini. Sehingga keindahanmu bisa kupandang setiap hari. Sampai waktunya benar-benar tiba.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hidupmu tidak seperti putaran roda. Hidupmu bagaikan sebuah garis yang digoreskan dengan kuas dan tinta. Yang menebal di tengah dan menipis di ujung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak sabar kutunggu masa itu. Untuk memetikmu di musim semi berikutnya.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1706274943665607114-3630733129414304991?l=ghazibinarandi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ghazibinarandi.blogspot.com/feeds/3630733129414304991/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1706274943665607114&amp;postID=3630733129414304991' title='3 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1706274943665607114/posts/default/3630733129414304991'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1706274943665607114/posts/default/3630733129414304991'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ghazibinarandi.blogspot.com/2008/05/bunga-di-musim-salju.html' title='Bunga di Musim Salju'/><author><name>Ghazi Binarandi</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_iAVSjyKnELc/SYHVilPWNjI/AAAAAAAAAGo/k9Xh8Q8MgxM/S220/DSC_0884.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_iAVSjyKnELc/SClcB_44wyI/AAAAAAAAABw/WyqBYYgn9wk/s72-c/yellow+flower.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1706274943665607114.post-6561122745772206119</id><published>2008-05-10T22:43:00.007+07:00</published><updated>2008-05-11T08:50:13.150+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Sastra'/><title type='text'>Jatuh, Lumpuh, dan Luluh</title><content type='html'>Aku terbang. Bebas sekali rasanya. Seperti seorang napi yang baru keluar dari penjaranya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ku melayang setinggi-tingginya. Sangat jauh. Ke tempat yang tak terjangkau. Aku bahkan lupa di mana jalan pulang. Namun aku tak peduli. Yang kupikirkan hanyalah kesenangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ah, aku yang bodoh. Itu hanyalah kesenangan semu. Bagaimana caraku pulang? Bagaimana aku melanjutkan perjalanan? Bagaimana aku bisa mendapatkan makanan? Bagaimana aku bertahan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sayapku pun lelah. Terlalu lelah. Keduanya lumpuh. Tak berdaya. Habis sudah segalanya. Percuma sudah jerih payahku untuk ini. Aku tidak bisa terbang lagi, selamanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku mendarat. Tak tahu harus apa. Terbang sudah tak mampu, jalan pun tak kuat. Yang ku bisa hanyalah meratap. Bodoh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sayapku hancur. Berkeping-keping.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku coba untuk terbang lagi. Satu meter. Dua meter. Nyaris tiga...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Brak! Ternyata aku jatuh. Tentu saja. Bodoh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hanya ini saja yang utuh. Sayapku yang sudah luluh.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1706274943665607114-6561122745772206119?l=ghazibinarandi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ghazibinarandi.blogspot.com/feeds/6561122745772206119/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1706274943665607114&amp;postID=6561122745772206119' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1706274943665607114/posts/default/6561122745772206119'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1706274943665607114/posts/default/6561122745772206119'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ghazibinarandi.blogspot.com/2008/05/jatuh.html' title='Jatuh, Lumpuh, dan Luluh'/><author><name>Ghazi Binarandi</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_iAVSjyKnELc/SYHVilPWNjI/AAAAAAAAAGo/k9Xh8Q8MgxM/S220/DSC_0884.JPG'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1706274943665607114.post-3154014850263397057</id><published>2008-05-08T18:00:00.003+07:00</published><updated>2008-05-08T18:23:19.893+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Sastra'/><title type='text'>Terbang Kembali</title><content type='html'>Dulu aku bisa terbang. Bersenandung bersama layang-layang. Bergurau dengan bintang. Namun kini semua menghilang. Sebelum benar-benar matang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lenyap sudah segala kenangan. Meninggalkan hati dalam keadaan penasaran. Tertekan. Mencoba beralih dengan segan. Berpaling pada impian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hancur sudah. Lenyap.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ajari aku terbang lagi. Agar aku bisa bermain dengan para bidadari. Adu cepat dengan burung merpati. Tidur di atas awan nan suci. Hingga berpetualang menuju tempat yang tinggi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pelajaran ini sulit. Mahir harus melewati sakit. Terlilit. Dalam jeratan akar yang menembus kulit. Sangat sukar berkelit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku belum menyerah. Walau sudah habis semua darah. Kumasih punya gairah. Tak peduli badan ini sudah sangat jerah. Aku takkan pernah pasrah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya aku berhasil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terima kasih untuk pelajarannya. Aku sudah bisa terbang lagi. Semoga ini bisa kujaga. Semoga aku tak akan pernah melupakannya, pelajaran terbang hari ini.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1706274943665607114-3154014850263397057?l=ghazibinarandi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ghazibinarandi.blogspot.com/feeds/3154014850263397057/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1706274943665607114&amp;postID=3154014850263397057' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1706274943665607114/posts/default/3154014850263397057'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1706274943665607114/posts/default/3154014850263397057'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ghazibinarandi.blogspot.com/2008/05/terbang-kembali.html' title='Terbang Kembali'/><author><name>Ghazi Binarandi</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_iAVSjyKnELc/SYHVilPWNjI/AAAAAAAAAGo/k9Xh8Q8MgxM/S220/DSC_0884.JPG'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1706274943665607114.post-5987131115970047934</id><published>2008-05-07T21:12:00.004+07:00</published><updated>2008-05-07T21:35:53.193+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Sastra'/><title type='text'>Nyanyian Alam</title><content type='html'>Rintik gerimis di teras. Suara kodok yang jarang sekali terdengar. Nyanyian jangkrik yang indah. Suara-suara alam itu saling bersahutan. Menjawab satu sama lain. Membentuk irama yang merdu dan serasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nyanyian alam itu begitu indah. Tak perlu tamborin dan terompet. Tak butuh gong dan seruling. Hanya perlu tempat untuk mewujudkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana kalau tempat itu tidak ada kelak? Jika seluruh hutan ditebang, di mana lagi para jangkrik mau menyanyi? Di mana lagi tempat kodok bersenandung?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terima kasih, Tuhan. Telah memberikanku kesempatan untuk mendengarnya. Untuk menikmatinya. Untuk meresapinya. Untuk ikut mengalir di dalamnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Derapan jariku memijit tombol &lt;span style="font-style: italic;"&gt;keyboard&lt;/span&gt; ini kini telah menjadi bagian di dalamnya. Aku telah menjadi bagian dari suara alam. Membuat keagungan-Mu lebih terasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak ada yang bisa kulakukan kini. Aku masuk kamar lalu berdoa.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1706274943665607114-5987131115970047934?l=ghazibinarandi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ghazibinarandi.blogspot.com/feeds/5987131115970047934/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1706274943665607114&amp;postID=5987131115970047934' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1706274943665607114/posts/default/5987131115970047934'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1706274943665607114/posts/default/5987131115970047934'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ghazibinarandi.blogspot.com/2008/05/nyanyian-alam.html' title='Nyanyian Alam'/><author><name>Ghazi Binarandi</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_iAVSjyKnELc/SYHVilPWNjI/AAAAAAAAAGo/k9Xh8Q8MgxM/S220/DSC_0884.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1706274943665607114.post-5957815401084340002</id><published>2008-05-06T15:17:00.006+07:00</published><updated>2008-05-07T15:37:39.541+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Sastra'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Fiksi'/><title type='text'>Di Balik Hujan Itu</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_iAVSjyKnELc/SCFoxO3-WgI/AAAAAAAAAA0/mukS5qH0WsI/s1600-h/rain.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer;" src="http://2.bp.blogspot.com/_iAVSjyKnELc/SCFoxO3-WgI/AAAAAAAAAA0/mukS5qH0WsI/s320/rain.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5197550639978011138" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Langit mendung sejak pagi. Menampakkan kekelaman dalam warnanya yang kelabu. Membuat suasana hati ikut murung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cuacanya mulai tak menentu. Hujan. Tidak. Hujan. Tidak. Ah, pilihannya hanya dua tapi sangat membingungkan. Aku pun hanya bisa diam di rumah, mengurung diri disana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kepastiannya baru tiba ketika petang. Ketika angin keras mulai menerjang. Hujan turun deras dengan lantang. Membuat garis perbedaan antara berkah dan musibah semakin menipis, layaknya benang yang membentang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hujannya deras. Hujannya lebat. Alam pun ikut mendukung. Angin ikut berhembus. Petir ikut bergemuruh. Dedaunan ikut rontok. Membuat suasana semakin mencekam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku keluar rumah, membawa payung. Semilir angin berhembus tepat mengenai wajahku, membuat air hujan yang sedang turun tak henti-hentinya ikut menghantamnya. Membuat aku harus pasrah karena kebasahan. Kuyup.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kulepas payung ini dari genggamanku. Fungsinya sudah tidak berjalan lagi dengan kondisi seperti ini. Alam menang, ciptaan manusia kalah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Butir air hujan mengetuk-ngetuk kepalaku dengan keras. Mungkin ini teguran dari Sang Pencipta karena kesombonganku. Atau kebodohanku. Butirannya besar-besar. Terkesan padat. Hancur ketika menyentuh mukaku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seketika kemejaku langsung mengkerut. Menyesuaikan dengan bentuk tubuhku yang kurus ini. Rambutku langsung turun. Lendir dalam hidungku pun merengek ingin keluar. Bersin. Kedinginan. Pusing.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kulihat sekelilingku. Semuanya sama denganku. Kehujanan. Mereka bahagia. Anak-anak kecil berlarian ceria. Orang-orang dewasa kepanikan. Siput muncul. Kodok berlompatan. Tanpa disadari, sebuah senyum kecil tersungging dari bibirku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku jadi ingat masa-masa kecilku. Ketika hujan-hujanan adalah hobiku nomor satu. Tak peduli tentang konsekuensinya setelah itu. Yang penting aku bahagia, sesaat. Untuk selamanya begini.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1706274943665607114-5957815401084340002?l=ghazibinarandi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ghazibinarandi.blogspot.com/feeds/5957815401084340002/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1706274943665607114&amp;postID=5957815401084340002' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1706274943665607114/posts/default/5957815401084340002'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1706274943665607114/posts/default/5957815401084340002'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ghazibinarandi.blogspot.com/2008/05/kebahagiaan-di-tengah-hujan.html' title='Di Balik Hujan Itu'/><author><name>Ghazi Binarandi</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_iAVSjyKnELc/SYHVilPWNjI/AAAAAAAAAGo/k9Xh8Q8MgxM/S220/DSC_0884.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_iAVSjyKnELc/SCFoxO3-WgI/AAAAAAAAAA0/mukS5qH0WsI/s72-c/rain.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1706274943665607114.post-3845213226987382088</id><published>2008-05-05T20:06:00.006+07:00</published><updated>2008-05-10T17:39:29.054+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Renungan'/><title type='text'>Masa Tuaku, Mungkin</title><content type='html'>Aku hanya tinggal memiliki satu orang kakek dan satu orang nenek. Keduanya adalah orang tua ayahku. Keduanya juga sudah sakit-sakitan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku rasa setiap orang tua pasti akan melewati fase ini. Sakit-sakitan ketika tubuh mereka sudah terlalu lelah untuk tetap bertahan hidup. Bahkan bagi mereka yang selalu menjaga kesehatan mereka sejak kecil. Dari seorang vegetarian sampai seorang pecandu rokok tingkat parah. Semuanya akan merasakan saat ketika tubuh mereka mulai kehabisan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;baterai&lt;/span&gt;, dan akhirnya &lt;span style="font-style: italic;"&gt;benar-benar&lt;/span&gt; kehabisan itu. Lalu mati. Jika umur mereka mencapai masa itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kakekku beberapa kali keluar masuk rumah sakit. Kebanyakan karena penyakit jantungnya. Beberapa kali karena matanya, gulanya, atau keluhan lainnya. Namun otaknya masih bekerja layaknya anak muda. Belum pikun dan masih sering menghasilkan karya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebaliknya dengan nenekku. Badannya masih sangat kuat. Setiap kali aku berkunjung ke rumahnya, ia bisa bolak-balik dari ruang depan ke ruang televisi sebanyak lebih dari lima kali. Padahal jaraknya lebih dari sepuluh meter. Sangat aktif. Sayangnya ia adalah penderita &lt;span style="font-style: italic;"&gt;alzheimer&lt;/span&gt;, sebuah penyakit kepikunan yang diakibatkan penurunan fungsi saraf otak yang kompleks dan progresif. Itu adalah penyakit yang membuat orang tidak dapat membedakan dimensi tempat ia berada. Jika kamu baru berkenalan dengan orang yang mengidap &lt;span style="font-style: italic;"&gt;alzheimer&lt;/span&gt;, mungkin namamu akan ditanya sebanyak sepuluh kali dalam waktu semenit. Awalnya lucu, tapi lama-kelamaan kau akan merasa jenuh dan kesal. Terkadang malah kamu akan ditanya tentang zaman Belanda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Inilah dua kemungkinan penyakit yang mungkin akan kau alami di masa tuamu. Badanmu sakit namun otakmu tetap sehat, atau otakmu sakit dan badanmu sehat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Awalnya aku lebih memilih pilihan yang pertama, walaupun aku tak punya kekuasaan untuk memilihnya. Aku lebih suka jika badanku sakit, namun otakku masih berfungsi sebagaimana mestinya. Ini membuatku tetap merdeka. Membuatku tetap ada. Seperti kata Descartes.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;"I think therefore I am."&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;-&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Descartes&lt;/span&gt;.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun pilihanku berubah akhir-akhir ini. Untuk apa punya pikiran yang merdeka jika tubuhmu sudah tidak berdaya lagi? Bukankah itu justru membuat kita menderita? Bukankah kebahagiaan adalah hal yang paling dicari di dunia ini?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika kaulihat nenekku, kau akan selalu melihat kebahagiaan dalam dirinya. Hobinya menyanyi, dan lagunya selalu bernada bahagia. Setiap kali ia merasa kesal selalu ia lupakan, namun tampaknya ia tak dapat melupakan kebahagiaan. Senyumnya menunjukkan bahwa ia tak punya beban dan memang ia tak punya beban. Tak ada lagi yang harus ia lakukan, ia bebas melakukan apapun yang ia suka. Ia tidak terikat ketentuan apapun. Ia hanya menggali kebahagiaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bukankah ini yang dicari manusia selama ini? Kebahagiaan? Lalu kenapa mereka lebih bangga merdeka otaknya dengan menanggung segala penderitaan yang ada? Tidakkah mereka ingin melepas beban mereka untuk menjadi bahagia?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terkadang aku tak mengerti kenapa otak ini membimbingku ke arah penderitaan. Apakah aku bisa mengendalikan hidup ini?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu ketika aku kembali melihat nenekku. Ia tersenyum. Aku tengok lagi, ia tertawa. Inikah kebahagiaan sejati? Atau apakah ia justru tidak merasakan kebahagiaan? Tapi rasanya ia sangat bahagia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku tak bilang menjadi &lt;span style="font-style: italic;"&gt;alzheimer&lt;/span&gt; adalah hal yang baik. Aku hanya ingin menyampaikan bahwa pikiranmulah yang membawamu kepada kebahagiaan, atau penderitaan. Terserah pilihanmu. Kau tinggal memilih.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1706274943665607114-3845213226987382088?l=ghazibinarandi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ghazibinarandi.blogspot.com/feeds/3845213226987382088/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1706274943665607114&amp;postID=3845213226987382088' title='5 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1706274943665607114/posts/default/3845213226987382088'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1706274943665607114/posts/default/3845213226987382088'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ghazibinarandi.blogspot.com/2008/05/masa-tuaku-mungkin.html' title='Masa Tuaku, Mungkin'/><author><name>Ghazi Binarandi</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_iAVSjyKnELc/SYHVilPWNjI/AAAAAAAAAGo/k9Xh8Q8MgxM/S220/DSC_0884.JPG'/></author><thr:total>5</thr:total></entry></feed>
